Boyolali oleh Andrian Eksa

Posted: 9 November 2018 by Andrian Eksa

Boyolali Boyolali adalah ibuDarah yang alir dalam tubuhku,Susu yang kusesap, dan tubuh yang kudekapKini semakin menua dan aromanya tak sedap. Di kota ini, harapan adalah pohon-pohonyang ditebang, lalu dibangun kembaliMenjadi taman berwarna-warni.Patung-patung didirikan mengenang yang hilangJalan-jalan diberi nama mencatat segala lukaNisan diukiri daun dan bunga-bungaTumbuh menjadi doa. Boyolali membesarkanku sebagaimana…

Read more

Malam Penuh Engkau oleh Daviatul Umam

Posted: 28 September 2018

Malam Penuh Engkau sejujurnya malam tak bisa berpaling dari serangan bayangmu bayang bersusun membentuk pasukan perang menghancurkan seluruh tempat peristirahatanku suara semu berjejalan menyesaki tempurung kepala suara-suara kerinduan ibarat santunan angin hilang deru malam penuh engkau bulan bertopeng wajahmu ke kamar ingatan bintang-bintang berjatuhan kerlap-kerlip pesona perjumpaan ratusan hari lalu…

Via Vallen oleh Bagas Nik Harsulung

Posted: 7 September 2018

VIA VALLEN aku masih bocah itu, Vi. yang belum lurus lidahnya dan kerap gagap setiap mengucap; Ea.. Ea.. aku masih bocah itu. yang berjoged di bawah panggung, sebab belum paham: bagaimana menggerakan tangan agar selaras dengan irama kendang. ya. aku memang bocah yang perlu belajar kasih supaya sanggup mengucap Sayang……

Bandung Lautan Puisi oleh Khodyani Achmad

Posted: 3 August 2018

Refleksi Tubuh Kota dalam Sepotong Surat untuk Layla Kini dan di sini, Layla Semua yang kita lihat asing dan beda Kau yang menjauh tiba-tiba Membuat langsam kataku lintuh Seperti penyair yang tak berdaya Diberi honor murah-meriah Tetapi napasmu yang kembang Kadang jadi amis, kadang jadi polusi Aku mencium napasmu, Layla…

Masjid Gedhe Kauman oleh Latief S. Nugraha

Posted: 27 July 2018

Masjid Gedhe Kauman Sejak Ahad Wage yang silam dalam almanak tiang-tiang tetap tegap tegak. Tilas desak gerak memberkas serupa bayang-bayang di bawah cahaya remang menimpa garis yang diluruskan dari segala urusan. Kisah itu masih. Seperti enggan tersisih. Setelah pintu-pintu terkunci, serambi mulai sepi senantiasa ada yang datang kembali bersama gumam…

Penjual Minyak Tanah oleh Polanco S. Achri

Posted: 20 July 2018

Penjual Minyak Tanah Setelah perjalanan jauh menjajakan dagangannya ia duduk di pelataran rumah-Mu. Tubuhnya memang beraroma minyak tanah dan bercampur keringat, namun ia tak ingin membakar rumah-Mu—ataupun surga-Mu. Jadi, izinkanlah ia masuk. Maret-April, 2018   Dalam Sebuah Khotbah Si pengkhotbah begitu berapi-api menyampaikan khotbahnya, bercerita tentang setan yang begitu suka…

Tetesan Rindu Karya Titan Sadewo

Posted: 6 July 2018

SUARA DARI KRETEK Sebatang rokok itu sebenarnya ingin sekali membakar dirinya sendiri dengan pasrah tanpa ada campur tangan orang asing yang senang meraba-raba tubuhnya. Sebatang rokok itu sebenarnya ingin sekali menyapa asap yang sering dibawa angin entah ke mana. Sebatang rokok itu tak pernah tahu hubungan antara api dan asap….