Puisi

Via Vallen oleh Bagas Nik Harsulung

VIA VALLEN aku masih bocah itu, Vi. yang belum lurus lidahnya dan kerap gagap setiap mengucap; Ea.. Ea.. aku masih bocah itu. yang berjoged di bawah panggung, sebab belum paham:

Bandung Lautan Puisi oleh Khodyani Achmad

Refleksi Tubuh Kota dalam Sepotong Surat untuk Layla Kini dan di sini, Layla Semua yang kita lihat asing dan beda Kau yang menjauh tiba-tiba Membuat langsam kataku lintuh Seperti penyair

Masjid Gedhe Kauman oleh Latief S. Nugraha

Masjid Gedhe Kauman Sejak Ahad Wage yang silam dalam almanak tiang-tiang tetap tegap tegak. Tilas desak gerak memberkas serupa bayang-bayang di bawah cahaya remang menimpa garis yang diluruskan dari segala

Penjual Minyak Tanah oleh Polanco S. Achri

Penjual Minyak Tanah Setelah perjalanan jauh menjajakan dagangannya ia duduk di pelataran rumah-Mu. Tubuhnya memang beraroma minyak tanah dan bercampur keringat, namun ia tak ingin membakar rumah-Mu—ataupun surga-Mu. Jadi, izinkanlah

Tetesan Rindu Karya Titan Sadewo

SUARA DARI KRETEK Sebatang rokok itu sebenarnya ingin sekali membakar dirinya sendiri dengan pasrah tanpa ada campur tangan orang asing yang senang meraba-raba tubuhnya. Sebatang rokok itu sebenarnya ingin sekali

Sepucuk Surat Untuk Puisi oleh Abdee Wahab

Catatan Redaksi: Puisi adalah dunia kebahasaan yang diutus penyair untuk menyampaikan gagasan, perasaan yang selama ini tinggal dalam diri penyairnya. Setelah diciptakan, ia pun dibebaskan untuk mengembara. Sayangnya, justru melalui

Depan Ranjang Ayah Saya oleh Vitra Fhill Ardy

Catatan Redaksi: Saya pernah melihat bulan purnama pada dini hari dan itu menjadi salah satu pemandangan paling indah yang pernah saya lihat semasa hidup. Tapi puisi berjudul Gigil yang juga

Karet Gelang oleh Nurholis

Catatan Redaksi: Salah satu yang membuat puisi-puisi ini menarik karena hadirnya subjek antropomorfisme yakni benda-benda hidup layaknya manusia yang sebenarnya merupakan benda sederhana yang hadir di tengah-tengah kita tetapi kadang

Tulisan Terbaru