[Ngibul #88] Andi dan Wati Akhirnya Berpisah untuk Menjaga Kewarasan Otaknya Masing-Masing

Posted: 19 November 2018 by Olav Iban

Setelah delapan tahun berpacaran,  Andi dan Wati akhirnya berpisah untuk menjaga kewarasan otak masing-masing. Keputusan itu sudah dirancang dalam batin mereka sejak tahun kelima. Tiap kali muntap, erupsinya gagal karena bertepatan dengan Idul Fitri. Pada akhirnya, perpisahan mereka diucap juga oleh dua bibir yang saling mengumpat empat hari sekali selama…

Read more

[Ngibul #87] Kisah Bacula dan Kawan-kawannya

Posted: 12 November 2018

Matahari bersinar terik, membuat daun-daun tampak berwarna coklat layu. Angin yang berhembus terasa sangat kering. Para binatang tampak tergolek tak berdaya. Pepohonan merundukkan batangnya dan semak belukar tampak lesu. Seekor landak dengan sisa tenaganya tengah menggali tanah untuk menutupi tubuhnya dari panas matahari sementara tikus dan ular memilih berteduh di…

[Ngibul #86] Uang 2 Milyar

Posted: 6 November 2018

Wawan yang sedang senang hati karena telah menemukan cara menyeduh kopi yang menurutnya paling tepat menelepon Ari, mengajaknya berkumpul di rumah Hadid. Ari yang sedang senggang segera mengiyakan ajakan Wawan. Selain mereka bertiga sekarang sudah jarang berkumpul, Ari juga rupanya ingin berbagi pikiran yang sudah beberapa waktu belakangan ini mengganggunya….

[Ngibul #85] Memaknai Relasi Prancis-Afrika melalui (Pen)Dongeng

Posted: 30 October 2018

Abd Al Malik, seorang rapper, penulis, sekaligus sutradara Prancis keturunan Kongo, dalam bukunya Qu’Allah bénisse la France (2007) pernah berujar jika Prancis diibaratkan sebagai sebuah teater, maka orang-orang Afrika adalah figuran di dalamnya. Sebagai figuran, orang-orang Afrika bukan sekadar tak mampu menggerakkan cerita, namun sekaligus berada di kasta terendah dalam “teater kehidupan”…

[Ngibul #84] Kita Semua Pendosa, Bukan Pendhoza

Posted: 22 October 2018

Saya pernah membaca sebuah postingan di salah satu media sosial. Postingan itu berisi potongan ceramah suatu agama. Tepatnya seperti apa saya lupa. Tapi intinya tidak membolehkan untuk mendengar atau menyaksikan acara yang membuat orang terlena dan tertawa terbahak-bahak. Jika orang terlena dan terlalu banyak tertawa, mudah terhasut oleh setan katanya….

[Ngibul #83] Sajadah Merah

Posted: 15 October 2018

Dul Kibul tengah menulis naskah dengan nama pena Syaiful Anwar, itu artinya ia sedang membuat tulisan yang berkaitan dengan agama. Dari judulnya saja sudah terlihat: Sajadah Merah. Apakah ia akan menulis cerpen atau artikel? Coba kita tengok paragraf kedua tulisannya: Semua orang yang pernah menggunakan sajadah hampir semuanya dalam rangka…

[Ngibul #82] Bertemu Sjahrir di Makam Soekarno

Posted: 9 October 2018

Tak seperti nama Soekarno, tidak banyak dari manusia Indonesia generasi sekarang yang mengenal nama Sutan Sjahrir.  Kealfaan sejarah yang sama yang dilupakan kita ialah bahwa tiga bulan setelah Indonesia merdeka—dengan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden, sistem pemerintahan Indonesia berubah dari presidensiil menjadi parlementer karena persuasi cerdas dari sebuah buklet…