Skip links

[Ngibul #91] Catatan di Atas Kereta tentang Seperti Roda Berputar

[Ngibul #91] Catatan di Atas Kereta tentang Seperti Roda Berputar

1. Ketika menulis Ngibul kali ini, saya tengah duduk di kursi ekonomi 8D kereta api Lodaya Bandung-Jogja. Waktu menunjuk 00.35 namun selama satu jam terakhir, saya gelisah karena tak bisa tidur padahal sudah sengaja tak minum kopi. Mungkin karena AC yang kurang dingin atau sandaran kursi yang terlalu tegak. Tak

[Ngibul #90] Tentang Kucing dan Ikan Asin

[Ngibul #90] Tentang Kucing dan Ikan Asin

“Jancuk!” maki seorang teman ketika aku menemuinya di sebuah kedai kopi. Kupikir ia memakiku karena aku agak terlambat dari waktu yang dijanjikan. Sejauh yang aku tahu, dia adalah orang yang tepat waktu. Hal yang jarang ditemui di negara ini. “Sorry, agak macet tadi jalannya?” kataku beralasan. Macet memang selalu ampuh

[Ngibul #89] Laba-laba Keturunan Ke-19 yang Mengilhami Puisi dalam AADC

[Ngibul #89] Laba-laba Keturunan Ke-19 yang Mengilhami Puisi dalam AADC

Sungguh ini pagi yang bangsat bagi Dul Kibul. Ia dibangunkan seekor laba-laba besar hingga gagal ciumannya pada kening seorang gadis yang begitu asu dirindukannya. Kapan lagi bisa bermimpi seperti itu? Tidur saja sudah sulit, apalagi mimpi, apalagi mimpi bertemu gadis pujaan, apalagi mimpi mencium keningnya. Dan sekarang, Dul Kibul kembali

[Ngibul #87] Kisah Bacula dan Kawan-kawannya

[Ngibul #87] Kisah Bacula dan Kawan-kawannya

Matahari bersinar terik, membuat daun-daun tampak berwarna coklat layu. Angin yang berhembus terasa sangat kering. Para binatang tampak tergolek tak berdaya. Pepohonan merundukkan batangnya dan semak belukar tampak lesu. Seekor landak dengan sisa tenaganya tengah menggali tanah untuk menutupi tubuhnya dari panas matahari sementara tikus dan ular memilih berteduh di

[Ngibul #86] Uang 2 Milyar

[Ngibul #86] Uang 2 Milyar

Wawan yang sedang senang hati karena telah menemukan cara menyeduh kopi yang menurutnya paling tepat menelepon Ari, mengajaknya berkumpul di rumah Hadid. Ari yang sedang senggang segera mengiyakan ajakan Wawan. Selain mereka bertiga sekarang sudah jarang berkumpul, Ari juga rupanya ingin berbagi pikiran yang sudah beberapa waktu belakangan ini mengganggunya.

[Ngibul #85] Memaknai Relasi Prancis-Afrika Hitam melalui (Pen)Dongeng

[Ngibul #85] Memaknai Relasi Prancis-Afrika Hitam melalui (Pen)Dongeng

Abd Al Malik, seorang rapper, penulis, sekaligus sutradara Prancis keturunan Kongo, dalam bukunya Qu’Allah bénisse la France (2007) pernah berujar jika Prancis diibaratkan sebagai sebuah teater, maka orang-orang Afrika adalah figuran di dalamnya. Sebagai figuran, orang-orang Afrika bukan sekadar tak mampu menggerakkan cerita, namun sekaligus berada di kasta terendah dalam “teater kehidupan”

[Ngibul #84] Kita Semua Pendosa, Bukan Pendhoza

[Ngibul #84] Kita Semua Pendosa, Bukan Pendhoza

Saya pernah membaca sebuah postingan di salah satu media sosial. Postingan itu berisi potongan ceramah suatu agama. Tepatnya seperti apa saya lupa. Tapi intinya tidak membolehkan untuk mendengar atau menyaksikan acara yang membuat orang terlena dan tertawa terbahak-bahak. Jika orang terlena dan terlalu banyak tertawa, mudah terhasut oleh setan katanya.