Skip links

Pengultusan dan Ketakutan akan Hilangnya Isi Kepala

Pengultusan dan Ketakutan akan Hilangnya Isi Kepala

Saya hidup dengan meniru. Waktu kecil, misalnya, saya menonton Naruto dan ingin jadi Naruto. Akhirnya yang saya lakukan untuk jadi sedekat mungkin dengan sosok Naruto adalah meniru berbagai jurus berkelahinya secara diam-diam. Sosok-sosok untuk diidolakan dan ditiru, baik yang fiktif maupun nyata, selalu ada sepanjang hidup saya hingga sekarang. Saya

Kecap

Kecap

Di Magelang, di tengah perjalanan menuju Semarang, saya, Damai, dan Icha berhenti di warung tenda untuk makan malam. Waktu itu Damai dan Icha sudah suami-istri. Dia menjelaskan pada saya, yang kebetulan sedang menuang kecap di kuah sop kaki kambing yang saya pesan. “Kami kalau makan udah nggak mau nambahin kecap

Kopi dan Maskulinitas

Kopi dan Maskulinitas

Asosiasi Kopi dan Maskulinitas Sebuah artikel berjudul ‘Coffee Consumption Differs Between Genders, According to This Infographic’ yang diunggah oleh www.thehuffingtonpost.ca memuat sebuah infografis tentang pola konsumsi kopi laki-laki dan perempuan. Infografis ini dibuat berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Zagat, sebuah situs buatan Amerika Serikat yang bergerak di bidang makanan

Puisi/Cinta Membawa Janji

Puisi/Cinta Membawa Janji

Perulangan, Pertentangan, dan Kejutan Searah Jalan Pulang hadir dan mendorong saya untuk berupaya pulang kepada cinta, pulang kepada puisi. Tetapi, adakah orang yang bisa kembali pada cinta? Dari sinilah saya akan mulai membual tentang cinta/puisi.   Setiap kepulangan selalu berupa kepulangan yang baru, kepulangan yang tak akan pernah sama dengan kepulangan-kepulangan

Komik Siksa Neraka dan Teknologi Politis Orde Baru

Komik Siksa Neraka dan Teknologi Politis Orde Baru

Dalam literatur-literatur otoritatif Islam, imajinasi tentang alam eskatologi dibangun di atas struktur oposisi biner surga dan neraka. Surga adalah lokasi untuk orang-orang patuh, sedangkan neraka merupakan gulag di mana makhluk-makhluk pembangkang dijerumuskan. Para sarjana mencatat bahwa ilustrasi akhirat dalam teks-teks tersebut hanya metafora, sebab surga dan neraka tidak akan mampu

Mencetak Masa Lalu Ampenan: Fantasi atau Pembebasan?

Mencetak Masa Lalu Ampenan: Fantasi atau Pembebasan?

Melalui kumpulan puisi Di Ampenan, Apa Lagi Yang Kau Cari? (2017), Kiki Sulistyo secara khusus menyoroti fenomena sosial yang terjadi di Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Fenomena-fenomena tersebut sering kali hadir bersama nama latar lokal seperti Simpang Lima, Pantai Ampenan, Kubur Dende, Bioskop Ramayana, Kelayu, dan lain-lain. Puisi-puisi semacam itu

Perempuan dari Ampenan: Skenario Panjang Puisi Kiki Sulistyo

Perempuan dari Ampenan: Skenario Panjang Puisi Kiki Sulistyo

Judul yang saya terakan hampir tidak pernah saya bayangkan memiliki nada yang begitu rupa. Ada kekhawatiran yang cukup mengganggu demi menoleh kembali kepada judul termaksud, apakah ia punya korelasi yang ketat dengan keseluruhan pembahasan atau hanya akan jadi gula-gula yang saya tempatkan sebagai nama tulisan. Setelah saya amati sekali lagi

Suara Hati, Tabuh Genderang Melalui Kesadaran

Suara Hati, Tabuh Genderang Melalui Kesadaran

Sebagai orang yang telah mengecap pendidikan formal, apakah benar adanya bahwa kita sungguh lebih terpelajar dari masyarakat adat? Sebagian dari kita pernah membatinkan hal demikian. Jika tidak, setidaknya, (pernah) menganggap bahwa buku beserta tetek bengeknya adalah representasi pendidikan terbaik. Susan George dalam The Lugano Report:  On Preserving Capitalism in Twenty-first