Kenapa Kalian Tak Berdansa? [Raymond Carver]

Posted: 26 June 2018

Di dapur, ia menuang minuman lagi dan memandang isi kamar tidurnya di halaman depan rumahnya. Kasurnya polos. Seprai bergaris-garis terlipat di samping dua bantal di atas meja rias. Benda-benda lain tampak sebagaimana ketika masih di kamar — nakas dan lampu baca di samping ranjang di sisi ia biasa tidur, nakas dan lampu…

Sebuah Lubang [Hassan Blasim]

Posted: 29 May 2018

1 Aku menyimpan potongan cokelat terakhir di dalam tas. Aku telah menyimpannya di kantongku. Aku mengambil beberapa botol air dari gudang. Aku punya cukup kaleng ikan salmon, jadi kusembunyikan kaleng yang tersisa di bawah tumpukan kertas toilet. Lalu, saat aku melangkah menuju pintu, tiga orang bertopeng yang membawa senjata masuk….

Clochette [Guy de Maupassant]

Posted: 8 May 2018

Benar-benar aneh, kenangan-kenangan masa lalu ini terus menghantuiku tanpa pernah bisa kusingkirkan mereka! Bayangan itu sudah menetap lama, saking lamanya hingga aku tak tahu lagi bagaimana ia bisa terus-menerus hidup dan menempel dalam jiwaku. Dari sana kulihat berbagai macam kejahatan, yang menyentuh maupun yang paling kejam, yang membuatku terkaget-kaget hingga…

Jim [Roberto Bolaño]

Posted: 24 April 2018

Dulu aku punya seorang teman bernama Jim, dan dia adalah orang Amerika Utara yang paling menyedihkan yang pernah aku jumpai. Aku telah melihat banyak pria putus asa. Tapi tak ada yang semenyedihkan Jim. Suatu ketika dia pergi ke Peru–seharusnya lebih dari enam bulan, tapi tidak lama kemudian saya melihatnya lagi….

Sebuah Perahu yang Menuju ke Cina [Haruki Murakami]

Posted: 10 April 2018

1. Kapan pertama kali aku bertemu dengan orang Cina? Begitulah, cerita ini bermula dari pertanyaan yang bernuansa arkeologis. Seperti label yang ditempelkan pada artefak, diklasifikasikan menurut  jenisnya, lalu dianalisis. Jadi, kapan pertama kali aku bertemu dengan orang Cina? Perkiraanku adalah tahun 1959 atau 1960, tetapi sebenarnya yang manapun tidak ada…

Selamat Ulang Tahun [Etgar Keret]

Posted: 29 March 2018

Sebuah bus berhenti, supirnya tersenyum padamu, jendela-jendelanya memancarkan pantulan mentari, dan kau cukup banyak terkena pantulannya. Pada baris kiri, tersisa satu kursi terakhir yang belum terisi, kursi favoritmu. Bus mulai bergerak, lampu APILL menyala hijau saat mendekat, seorang lelaki memunguti bekas kulit kuaci ke dalam kantung kertas. Kondektur tua tidak…

Larilah, Melos! [Osamu Dazai]

Posted: 13 March 2018

Melos murka. Dia membulatkan tekad melakukan apa pun untuk membebaskan negeri itu dari raja yang jahat dan lalim itu. Melos tidak tahu apa-apa soal politik. Dia hanyalah seorang gembala dari kampung terpencil yang menghabiskan waktu dengan memainkan suling dan mengawasi domba-domba. Tapi, Melos adalah seorang pria yang merasakan sengatan ketimpangan…