Skip links

Kalau pun ada kuncup yang tak mekar oleh Sukandar

Kalau pun ada kuncup yang tak mekar : murniwangi Kalau pun ada kuncup yang tak mekar, itu sebab luka cuaca, gegar musim duhai jelita. Kelak ia akan bergegas datang lagi tanpa gusar mengantar ruh-ruh yang tanggal karenanya Ingatlah jelita, tak ada rindu yang terlantar, ia pun serupa kuncup bunga yang

Cermin Yang Tak Memantulkan Bayangan Siapa-Siapa oleh Dima Hana Mahsunah

Cermin Yang Tak Memantulkan Bayangan Siapa-Siapa Suatu hari aku bercermin dan tak menemukan bayangan diriku di dalamnya cermin itu telah menjelma menjadi sebuah pintu kayu yang saat kubuka menampakkan sebuah padang layu pohon-pohonnya penuh duri dan sungainya tak mengalirkan apapun lagi orang bilang padang ini tempat bunuh diri Esok hari

Aku Sayang Ibu oleh Gemi Mohawk

Juragan gan, juragan kembalikan kami punya lahan kami butuh pekerjaan gan, juragan berikan kami kelayakan pangan swasembada pangan tinggal kenangan gan, juragan kapan kami mendapatkan rasa aman preman sekarang memakai surban     Aku Sayang Ibu sejak aku lahir tak terlepas utang habis upah cicil rentenir “bu, jangan sampai jual

Blues untuk Aida oleh Billy Kobra

BLUES UNTUK AIDA terik kenangan sampai juga di dadaku, detik dan semesta jadi gagap dipeluk aku ke puncak haru mengairi degup berabad-abad   lalu pandang bertukar muara pada rindu bersandar, menemu bisu kutinggalkan sebuah puisi tanpa abjad, pada bening binar matamu   muasal sepi melahirkan api        

Bunga-Bunga Tak Melarang Dirinya oleh Retno Darsi Iswandari

Bunga-Bunga Tak Melarang Dirinya aku mencintai kembang sepatu yang tak cemburu pada wangi melati dan anyelir kuning yang tak suka menyamar dalam kelopak lain anyelir merah muda yang menguatkan gairah anyelir putih dalam vas musim dingin aku mencintai kamboja dan krisan yang berani menghadapi kematian tanpa menganggap kematian lain sebagai

Biografi Matamu oleh Raedu Basha

BIOGRAFI MATAMU (1) aku akan pergi saat matamu merah menatapku tak lebih dari seonggok kunang-kunang sekerjap gelap sekerjap terang hinggap di batang kerontang (malam petang kau jerat pekat kesendirianku yang gamang kapankah awan lenyap kapankah langit benderang kubawa kelap-kelip bokong sedesas-desus bimbang) saat kedip matamu terbuka memandangi sepi menatap seekor