Puisi

Mengingat Kembali Wajahmu oleh Arie A. Nasution

Mengingat Kembali Wajahmu     :Setiawati Mengingat kembali wajahmu seperti mengupas bawang di depan mata sedikit terbayang paras sayu selebihnya samar dalam air mata   mengingat kembali wajahmu seperti menumpuk kayu-kayu

Dialog Air Mata oleh Daffa Randai

Berita Duka Dan hujan pun larut dalam secangkir dukamu Meluruhkan iba pada daun-daun kamboja Karangan bunga─ukiran nama Juga istana merupa tanah yang bagimu itu jatah: Batas persimpuhan buat pamit pada

Gondolayu oleh Faruk HT

GONDOLAYU Cangkir kaleng berkarat segelas kopi dan sejumput bunga yang manakah jalan ke sorga atau kau tak pergi ke mana-mana terus menungguku di pojok kamar itu setelah mengambil sebatang rokok

ladang

Cinta pada Sebuah Ladang oleh Neng Lilis Suryani

Cinta pada Sebuah Ladang (1) Setelah jejak Hati kita patuh pada alam Menunduk pada getar romansa huma Ladang-ladang penduduk dimainkan angin Kupu-kupu dan kepak burung   Di sebuah bukit Aku,

malam

Di Pucuk Malam oleh Muharwi Mukal

MENJEMPUTMU Dan aku adalah diriku dengan keadaan yang tak pernah genah. Sebuah sajak pun merangkak di antara tubuhku yang sonder pijak. Menjemputmu, hari depan adalah perjudian kelabu bagi mata dadu

Tragedi Potong Rambut oleh Andre Wijaya

TRAGEDI POTONG RAMBUT Tragedi potong rambut serupa upacara keluarga menyucikan diri dari libur paling panjang anak pulang milik penuh orang tua   di kepala hidup sebuah kecamatan aku adalah camat

Bersarang di Gunung Mekongga oleh Achmad Hidayat Alsair

Bersarang di Gunung Mekongga Kini giliranku mengintai basah lembah di utara kala peladang memanen embun dan wanitanya memanggul lesung perlahan ribuan ruas silau datang menempa keruh mata disesapnya lumut peluh,

Tulisan Terbaru