Skip links

Sikap Chairil di Hadapan Komunalisme

“Partai apakah yang akan dimasuki Chairil Anwar jika dirinya masih hidup di alam Demokrasi Terpimpin?” demikian pertanyaan yang banyak diajukan kepada Ajip Rosidi sehingga ia memerikan jawabannya dalam karangannya “Chairil Anwar dan Politik” yang termuat dalam buku Masalah Angkatan dan Periodisasi Sejarah Sastra Indonesia. Pada zamannya, pertanyaan serupa itu muncul

mitos

Harga Sebuah Mitos

Tahukah Anda berapa harga yang harus Anda bayar untuk sebuah mitos? Jika Anda belum tahu, maka datanglah berkunjung ke Beringin Kembar di Alun-alun Kidul Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saya datang ke Alun-alun Kidul berbekal pertanyaan tentang apakah orang-orang masih melihat Beringin Kembar sebagai pohon yang angker atau sakral? Setelah mewawancarai beberapa

Dua Perlawanan Sastra

Jika mencermati perjalanan sejarah sastra modern Indonesia, karya-karya yang mendapatkan tempat, baik dalam pandangan sastrawan maupun kritikus, adalah karya-karya yang mengusung perlawanan. Perlawanan ini terbagi dalam dua jenis, yakni perlawanan terhadap kekuasaan pada zaman karya itu ditulis dan perlawanan terhadap konvensi sastra yang berlaku pada masa itu. Jenis pertama biasanya

Hubungan Cinta, Kerja, dan Keterasingan

Oktober 1843, Karl Marx pindah ke Paris. Selama bulan April hingga Agustus 1844, Marx menulis pemikirannya berjudul Ökonomisch-Philosophische Manuskripte (Manuskrip Ekonomi Filosofis), atau lebih dikenal sebagai Naskah Paris. Tulisan saya kali ini mencoba mengurai singkat dan mempertanyakan pemikiran Marx dalam naskah tersebut pada diri kita masing-masing. Saya harap pengulasan ini

Untuk Mereka Yang Akan dan Telah Menikah

Apa yang pagi hari berjalan dengan empat kaki, dua kaki di siang hari, dan tiga kaki di malam hari? Ini adalah teka-teki yang Sphinx berikan untuk Oedipus saat dia ingin membebaskan Theban. Begitu populer nya teka-teki ini, dan kiranya jawaban dari teka-teki ini adalah: “manusia”. Begitulah kiranya proses biologis yang

Tentang Naik Haji, Kristianitas, dan Sentimen Perbedaan

Mungkin karena saya seorang Nasrani, sehingga keanggunan naik haji begitu menarik minat saya. Seandainya saja saya terlahir Hinduis, bisa jadi pada inkarnasi sebelum ini saya adalah seorang haji. Haji mardud rasanya, karena masih hidup lagi dan berdosa lagi. Sebagai mantan civitas akademika yang dididik dengan paradigma positivistik, mulanya saya memahami

Kereta dan Melankolia

Saat itu awal bulan januari, pukul 5 sore. Hari sudah sepenuhnya gelap ketika kereta yang saya naiki berhenti di atas rel yang melintasi sungai Elbe, dengan kemiringan sekitar 20 derajat. Semua orang berwajah menunggu dan bertanya, walau tidak ada yang benar-benar bertanya. Sampai kemudian sebuah pengumuman, yang sedikit darinya bisa