Cerpen

Gabak Hulu

Dua hari sudah seperti ini. Saat lagi terik-teriknya, orang-orang akan bergegas menjemur pakaian dan hasil panen mereka. Namun hanya sebentar, tidak sampai satu suapan nasi, awan-awan yang berat kembali datang

Barangkali

Barangkali, percakapan absurd mereka mengingatkan tentang bau daun Johar yang direndam air hangat. Barangkali juga, badan Raba yang merianglah, yang membuatnya mengingat bau ramuan penyembuh masuk angin buatan ayahnya itu.

Televisi Pilkada

Cempluk sudah beberapa kali memecahkan televisi di musim pilkada ini. Seperti wajarnya, kebencian itu mulanya tumbuh dari kekaguman. Awalnya ia kagum dengan tabung kaca yang dapat memberikan banyak informasi dan

Marabunta

PISAU itu terhunus ke dalam perut seseorang, berulang-ulang, tanpa peduli darah muncrat ke tangan dan pakaiannya. Lambung mayat itu telah robek, sesosok tangan menarik usus dari perut dengan penuh keyakinan.

Dua Cerita Pendek

  Kekejaman Dokter dan Pedagang   “Silakan, Pak Dokter. Di sini semua masih segar, cantik-cantik, molek-molek.” “Cantik belum tentu sehat.” “Kalau ini sungguh cantik, enak, dan sehat.” “Mana, coba yang

Tulisan Terbaru