Puisi-puisi John Milton

Posted: 31 August 2018 by Mario F. Lawi

Tentang Penemu Bubuk Mesiu

Tetua yang buta memuji putra Yapetus,
Yang membawa api surgawi dari poros matahari;
Bagiku ia orang lebih hebat, seperti dipercaya, yang telah mencuri
Senjata mengerikan dan trisula halilintar dari Jupiter.

Tentang “Gunpowder Plot”

Ketika baru-baru ini, kauberanikan rencana jahat paling buruk,
Kepada raja dan para bangsawan Inggris, o Fawkes yang ingkar;
Tertipukah aku? Atau kau ingin terlihat dari bagian yang murah hati
Dan ingin merencanakan kejahatan dengan kerahiman yang melukai?
Tentu saja ke atrium-atrium surga yang tinggi akan kaukirim mereka,
Dengan kereta berbelerang yang roda-rodanya laju dan bernyala-nyala.
Sebagaimana pemilik kepala yang tak terjamah para Parca bengis itu
Berangkat ke surga dari tepi sungai Yordan dalam putaran angin.

Kisah tentang Buruh Tani dan Majikan

Setiap tahun petani memetik apel-apel terlezat dari pohonnya,
Dan apel-apel terpetik ia persembahkan kepada majikan di kota:
Takjub akan buah dengan kelezatan tak terperi ini, si majikan
Memindahkan pohon tersebut ke petak tanah pribadinya.
Sejauh ini, pohon itu tetap berbuah, tetapi lama-lama layu,
Si pindahan pun terbiasa terus-menerus menggersang sendiri.
Akhirnya jelaslah bagi si majikan, kegembiraan itu hampa harap,
Dengan lekas ia timpakan serapah atas laku terkutuknya sendiri.
Dan tegasnya, “Duhai, alangkah lebih baik menerima pemberian
Sang petani (sekalipun sedikit) dengan jiwa yang penuh syukur!
Tak dapat kukekang ketamakan dan kerongkongan rakusku:
Sekarang lenyaplah dariku buah dan pohonnya sekaligus.”

“In Eandem”

James mengolok-olok api penyucian jiwa,
Tanpanya rumah surgawi tidak terjangkau.
Di sini monster tiga mahkota Latium menggeram
Dan ngeri yang mengancam menggerakkan sepuluh tanduknya.
Britannus, tak mungkin tak terbalas, katanya, kauhina kesucianku
Engkau akan memperoleh hukuman atas penistaan agama.
Dan jika pernah kaumasuki benteng-benteng berbintang,
Perjalanan, sedihnya, tak ‘kan terjadi kecuali lewat kobaran api.
O betapa engkau bermadah dekat kebenaran yang mematikan
Ketika kata-kata hampa dengan susah payah menggenap sendiri.
Demikianlah tak lama lagi dari api dunia Tartarus berputar ke atas
Arwah yang terbakar naik ke kawasan surgawi.

“In Eandem”

Roma yang fasik telah menyumpahi pria ini dengan kutukan-kutukannya
Dan menghukumnya dengan sungai Styx dan teluk Taenarum.
Kini, gilirannya memanggul si pria untuk dilambungkan ke bintang-bintang
Dan mengharapkan si pria membubung menuju para dewa surgawi.

Biodata:
John Milton (1608-1674) adalah penyair Inggris yang terkenal berkat puisi epik Paradise Lost. Selain dalam bahasa Inggris, ia juga menulis dalam bahasa Italia, Yunani dan Latin. Lima puisi di atas diterjemahkan Mario F. Lawi dari versi Latin puisi-puisi Milton yang ada dalam buku Milton: Complete Shorter Poems (disunting oleh John Carey).

Pendapat Anda: