Mimbar Seniman Muda Yogya dan Hari Radio 2018

Posted: 23 August 2018 by Redaksi Kibul

Bagaimana seniman dan sastrawan muda Yogyakarta berkreativitas? Demikian kiranya pertanyaan yang terlontar manakala berhadapan dengan proses kreatif seniman dan sastrawan muda Yogyakarta generasi saat ini. Untuk menjawab pertanyaan itu, Himpunan Sastrawan dan Komunitas Sastra Daerah Istimewa Yogyakarta (HSKS-DIY) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Radio Republik Indonesia (RRI Yogyakarta) menggelar acara “Mimbar Seniman Muda Yogya dan Hari Radio 2018”. Acara ini akan berlangsung pada Minggu, 26 Agustus 2018 pukul 19.00 di Auditorium RRI Pro 2 Yogyakarta, Jalan Affandi, Demangan, Yogyakarta.

Seniman dan sastrawan muda Yogyakarta yang akan tampil dalam acara ini antara lain Rozi Kembara, Mutia Sukma, Anes Prabu Sadjarwo, Irwan Segara, Fairuzul Mumtaz, Daruz Armedian, dan Ficky Tri Sanjaya. Selain itu akan tampil pula komunitas-komunitas seni di Yogyakarta, yakni Studio Pertunjukan Sastra, Klub Buku Yogya, Teater Eska, SastraArab.com, dan Solitude Poetry. Masing-masing akan menampilkan pembacaan puisi, deklamasi, pembacaan cerita pendek, pantomime, musik puisi, teaterikal, dan arabian ensemble.

“Alasan menghadirkan seniman dan sastrawan muda di Yogyakarta dalam satu mimbar ialah kesadaran bahwa generasi muda merupakan tumpuan harapan bangsa. Generasi muda saat ini banyak menyerap berbagai macam ilmu secara luas. Menghadapi era global seperti saat ini, agar suatu bangsa mempunyai karakter yang kuat maka generasi muda perlu mendapat ruang kreatif untuk menghindarkan dari perilaku negatif yang berseberangan dengan karakter bangsa Indonesia. Diperlukan adanya filter diri untuk memilah-milah berbagai macam informasi yang masuk agar tidak salah arah. Sebagaimana dipahami bersama, bahwa generasi muda merupakan para penerus di masa yang akan datang. Oleh karena itu pendidikan karakter bagi generasi muda menjadi sangat penting dan harus terus-menerus dilakukan oleh semua pihak demi kejayaan masa depan bangsa Indonesia,” ungkap S. Arimba selaku direktur program acara.

S. Arimba menambahkan, “Kegiatan seni menjadi salah satu wadah positif bagi menguatkan karakter dan pengembangan minat bakat generasi muda. Yogyakarta sebagai tempat sekaligus ruang memungkinkan melahirkan sumber daya kreativitas seni yang berkesinambungan dari generasi ke genarasi tiada terputus. Generasi muda di Yogyakarta yang beragam latar belakang kehidupannya, memiliki potensi besar untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut. Para seniman muda yang tidak hanya berasal dari Yogyakarta akan dipertemukan dalam acara “Mimbar Seniman Muda Yogya dan Hari Radio 2018” ini. Kegiatan seni semacam ini tentu tidak saja bermanfaat bagi para pelaku seni, namun juga bagi para pencinta seni yakni masyarakat secara luas. Selain itu, harapannya para seniman muda di Yogyakarta dapat terpacu untuk tetap konsisten berkarya dan membangun komunitas seni di lingkungannya.”

“Digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Radio di RRI, acara “Mimbar Seniman Muda Yogya dan Hari Radio 2018” diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap seni pertunjukan, khususnya bagi generasi muda, memberikan wadah bagi komunitas seni dan seniman muda, dan menampilkan suguhan seni pertunjukan yang berkualitas serta mampu memberikan nilai positif dalam membentuk karakter bangsa di berbagai zaman. Selain menjawab tantangan dunia di masa depan, generasi muda juga dapat mengingat kembali bahwa informasi dan komunikasi melalui radio merupakan satu perwujudan kemajuan zaman yang memiliki jasa besar sebagai sarana publikasi dan sosialisasi karya seni. Harapannya, di radio maupun di panggung, kesenian dapat hidup memperkuat karakter bangsa dan mengembangkan potensi generasi muda dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas S. Arimba.

Pendapat Anda: