[Ngibul #71] Piala Dunia Rusia 2018, Judi, dan Prediksi

Posted: 2 July 2018 by Danu Saputra

Piala Dunia 2018 masih berlangsung. Pesta bola empat tahunan ini disambut meriah di hampir seluruh penjuru dunia, baik oleh para pecinta sepak bola, penjudi, dan bahkan oleh mereka yang tidak mencintai sepak bola dan membenci judi. Saat ini Piala Dunia sudah sampai pada putaran 16 besar, hanya Perancis, Uruguay, Rusia, Kroasia, Brasil, Meksiko, Belgia, Jepang, Swedia, Swiss, Kolombia, dan Inggris yang masih bertahan hingga saat tulisan ini saya ketik. Beberapa negara yang diunggulkan dalam permainan sepak bola karena keberadaan pemain bintang dalam skuat mereka seperti Jerman, Argentina, Portugal, dan Spanyol, ternyata secara tak terduga sudah harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2018 lebih awal.

Bagi saya, piala dunia tahun ini mengingatkan pada dua hal. Pertama judi, kedua seorang kenalan yang mengenalkan saya pada judi bola.

Saya mengenalnya sebagai sosok yang enak diajak bercerita dan cukup bisa diandalkan. Sekali waktu di masa kuliah saya menginap di rumahnya dan meminum Congyang bersama teman-temannya. Dia memiliki buku catatan berwarna hijau yang tidak pernah berada di luar jangkauannya. Belakangan hari saya mengetahui ternyata di dalam buku itu dia mencatat segala sesuatu yang terkait dengan judi bola.

Darinya, saya kemudian berkenalan dengan judi bola. Sebagai orang yang baru mengetahui tentang judi bola, saya hanya bermain pada taruhan menang, kalah, atau seri alias draw. Kala itu saya punya rumus pakem dalam bermain judi bola. Kalau Anda tertarik, Anda dapat menggunakan rumus pakem saya ini. Seperti ini rumusnya: pasanglah draw pada babak pertama, dan pasanglah menang untuk home pada babak kedua.

Setelah satu musim bola terlewati dengan menggunakan rumus pakem itu, saya kemudian menyadari ternyata saya lebih banyak kalah dari pada menang. Meskipun saya sadar rumus pakem itu bosok, tapi tetap saja saya merasa jenius seperti Einstein karena saya telah berhasil menciptakan rumus.

Di musim berikutnya, saya mulai bermain judi bola dengan lebih beragam, seperti menggunakan voor, parlay, tebak skor, dan lain sebagainya. Pada musim ini saya tidak pakai rumus apapun. Pokoknya pasang biar nonton bola jadi gayeng dan niat utamanya untuk menutup kekalahan musim lalu. Musim berakhir dengan sangat ambyar, kekalahan musim lalu tidak tertutup, malah ditambah utang judi sebesar dua juta lima ratus, nilai yang cukup besar bagi mahasiswa rantau seperti saya saat itu. Pada masanya, nilai utang judi itu kurang lebih setara dengan biaya kuliah dua semester.

Di musim ketiga saya bermain judi bola, dewi keberuntungan mulai menghampiri. Sering menang, jarang kalah. Hutang mulai terbayar dan godaan memasang lebih tinggi selalu datang. Di musim keempat saya mulai menggunakan modal khusus untuk bermain judi, ketika modal habis, saya berhenti bermain, selama modal masih ada saya terus bermain. Musim berikutnya saya tidak bermain judi bola lagi, untuk sementara, karena tidak punya cukup uang dan takut kalah.

Dua tahun kemudian, saya kembali bermain judi bola. Alasannya sederhana, biar seru nonton pertandingan bola. Nonton pertandingan bola tapi tidak pasang taruhan itu rasanya seperti makan mie ayam tanpa suiran daging ayam, kurang asyik. Saya pasang kecil-kecil aja, titip pasang di teman saya yang juga senang bermain. Lama-kelamaan, karena tidak enak titip pasang terus, saya pasang sendiri secara online.

Kemarin saya ke Semarang. Sudah bertahun-tahun tidak ke Semarang dan bertahun-tahun pula tidak bertemu dengan kenalan saya yang mengenalkan saya dengan judi bola. Pada kesempatan itu saya bertemu dengannya dan kemudian mengetahui dia sudah lama tidak lagi bermain judi bola. Dia pernah bangkrut, kehilangan kendaraan, dan bahkan masuk penjara karena judi bola. Sekarang kondisinya sepertinya sudah membaik, setidaknya dia tidak sedang dirundung hutang dan masih bisa menikmati berbotol-botol Congyang di depan rumah bersama teman-temannya. Saya sendiri sudah cukup lama tidak minum Congyang, kemarin pun tidak.

Meski dia tidak bermain judi bola lagi, saya tetap bermain judi bola. Tidak seperti dulu, sekarang saya pasang judi bola tidak lagi pakai rumus-rumusan. Pokoknya siapkan modal, dan pasang sampai modal habis. Kalau modal habis di tengah jalan ya berhenti main. Kalau modal masih ada sampai selesai ya syukur, bisa buat enak-enak.

Di piala dunia kali ini saya memasang Meksiko sebagai jagoan saya. Di babak 16 besar, saya menjagokan Belgia, Swiss, dan Kolombia. Anda boleh mengikuti pilihan saya, kalau kalah jangan marah, kalau menang jangan lupa sedekah.

Pendapat Anda: