Skip links

Puisi-Puisi Prancis

Puisi-Puisi Prancis

Je t’adore à l’égal de la voûte nocturne Je t’adore à l’égal de la voûte nocturne, Ô vase de tristesse, ô grande taciturne, Et t’aime d’autant plus, belle, que tu me fuis, Et que tu me parais, ornement de mes nuits, Plus ironiquement accumuler les lieues Qui séparent mes bras

[Ngibul #85] Memaknai Relasi Prancis-Afrika Hitam melalui (Pen)Dongeng

[Ngibul #85] Memaknai Relasi Prancis-Afrika Hitam melalui (Pen)Dongeng

Abd Al Malik, seorang rapper, penulis, sekaligus sutradara Prancis keturunan Kongo, dalam bukunya Qu’Allah bénisse la France (2007) pernah berujar jika Prancis diibaratkan sebagai sebuah teater, maka orang-orang Afrika adalah figuran di dalamnya. Sebagai figuran, orang-orang Afrika bukan sekadar tak mampu menggerakkan cerita, namun sekaligus berada di kasta terendah dalam “teater kehidupan”

[Ngibul #67] Kamu dan Marcel Proust

[Ngibul #67] Kamu dan Marcel Proust

Ini adalah penggal kisah tentang potong-potongan ingatan masa kemarin. Dan untuk memulainya, kuambil bagian awal novel À La Recherche du Temps Perdu karya Marcel Proust. Ada satu sesi yang dikenal sebagai episode madeleine. Madeleine, sebagaimana kamu tahu, adalah sejenis kue sponge kecil dari tepung gandum, gula, dan telur. Teksturnya remah,

Clochette [Guy de Maupassant]

Clochette [Guy de Maupassant]

Benar-benar aneh, kenangan-kenangan masa lalu ini terus menghantuiku tanpa pernah bisa kusingkirkan mereka! Bayangan itu sudah menetap lama, saking lamanya hingga aku tak tahu lagi bagaimana ia bisa terus-menerus hidup dan menempel dalam jiwaku. Dari sana kulihat berbagai macam kejahatan, yang menyentuh maupun yang paling kejam, yang membuatku terkaget-kaget hingga

Kereta Hantu [Emmanuel B. Dongala]

Kereta Hantu [Emmanuel B. Dongala]

Ah matahari ! Cahaya matahari sedang silau betul saat aku keluar dari lab. Hari yang terik pada musim panas di New York dengan pohon-pohon, dedaunan hijau, cuaca lembab, juga asap yang membumbung tinggi dari gedung-gedung pencakar langit yang membuat langit nampak muram. Aku sebenarnya punya hasrat konyol untuk berjingkrak-jingkrak dari lab

Kelas Terakhir [Alphonse Daudet]

Kelas Terakhir [Alphonse Daudet]

Aku sangat terlambat ke sekolah pagi itu, dan sangat takut dimarahi, terutama karena Pak Hamel telah mengatakan kepada kami bahwa ia akan menguji kami tentang partisipel, dan aku sama sekali tidak tahu tentang itu. Sesaat kupikir lebih baik membolos dan berkeliaran di ladang. Hari ini cuacanya hangat, sangat cerah. Burung-burung