Skip links

[BBS #163] Perempuan dan Sastra

Tajuk Perempuan dan Sastra diusung Studio Pertunjukan Sastra bukan hanya karena bulan April identik dengan Hari Kartini, melainkan keberadaan perempuan di kancah sastra senantiasa menarik ditelisik, tiada habis diulas, dan tak pernah tuntas.

Masa Depan Dangdut Kita Bersama Via Vallen

Kabar mencengangkan datang dari Via Vallen pada Senin malam (4/6) pukul 23.30. Perempuan bernama lengkap Maulidia Octavia ini mendapatkan cyber sex harrasment dari seorang pesepak bola yang disamarkan sosoknya. Lewat akun instagramnya, Via Vallen mempublikasikan screenshot pesan personal si pesepak bola itu, “I want you sign for me in my

[Ngibul #66] Penyair Perempuan dan Sastra Indonesia

Pada tahun 2014, di Yogyakarta terbit buku antologi puisi penyair Yogyakarta berjudul Lintang Panjer Wengi di Langit Yogya (2014). Diantara 90 nama penyair Yogyakarta dalam buku tersebut, ada sekitar dua belas nama penyair perempuan yang masuk di dalamnya. Beberapa nama di antaranya bahkan merupakan para penyair muda (kelahiran 80an ke

Kehidupan Perempuan: Sebuah Perbandingan antara Indonesia dan India

Sekitar setengah dari gadis remaja (usia 18 tahun) di India tidak menyelesaikan SMP. Angka tersebut lebih tinggi di kalangan perempuan dewasa (di atas 18 tahun). Perempuan India rata-rata pernah menempuh bangku sekolah kurang dari empat tahun saja. Hanya satu dari empat perempuan (usia produktif) yang mampu bekerja pada sektor industri

Kisah Perempuan yang Membalurkan Kotoran Sapi pada Kemaluannya Seumur Hidup

Kisah Perempuan yang Membalurkan Kotoran Sapi pada Kemaluannya Seumur Hidup atau Koreksi atas Literatur Sejarah Best Seller Karya William D. Johnson atau Kiprah Kreatifitas Perempuan Indonesia di Kancah Internasional Menginspirasi Jutaan Perempuan Afrika … Peringatan : Berdoalah untuk kebaikan diri atas nama Tuhan. Jika bulu tengkuk mendadak berdiri, itu sebab

kirana

Kematian Kirana

Kirana tergeletak di halaman belakang rumahnya. Di antara rerumputan berembun dan aroma nasi yang ditanak tetangganya, ia tertidur. Sungguh, bagi siapa saja yang melihatnya pasti akan merasakan suasana damai sekaligus haru. Matanya terpejam dengan wajar, tidak terlalu rapat namun juga tidak menyisakan sehimpit celah. Sesekali bibirnya melengkungkan senyum tanpa sebab

Pingsan

Pingsan

“Sial! Aku tetap harus ikut menolong!” batinku mengumpat. Kalau saja aku kenal tentu sudah kuingatkan dia mengenai perilakunya itu. Permasalahannya adalah, jangankan kenal, melihat saja belum pernah. Sehingga aku tidak perlu merasa bersalah ketika mendapati seonggok tubuh seksi ditiduri becak dengan begitu mesra, tergeletak lemas di trotoar. Air merah dan