Skip links

Komunitas Omah Aksara Membaca Eka Kurniawan

Komunitas Omah Aksara Membaca Eka Kurniawan

Di tengah budaya milenial kekinian, geliat kesusastraan seolah tak berhenti detak dan denyutnya. Komunitas-komunitas penyair, penulis, pegiat teater masih aktif berkreasi. “Ada yang sampai kapanpun tidak akan mungkin digantikan oleh AI (artificial intelligence) yang marak digunakan media-media sejak beberapa tahun belakangan,” kata Khatmil Mamen, salah satu anggota OA, “yakni fiksi

Membaca Perempuan Serigala, Membaca Gary Ghaffuri

Membaca Perempuan Serigala, Membaca Gary Ghaffuri

Title: Perempuan Serigala Author: Gary Ghaffuri Genre: Kumpulan Cerpen Publisher: Indie Book Corner Release Date: 2017 Pages: vii+126 Harga: Rp45.000 Kalian kemudian memulai kerja sama. Kau membuat beberapa poster yang berisi propaganda agar kaum muda berani bergerak untuk menentang si babi tua yang mulai sewenang-wenang menjalankan kekuasaannya. Perempuan serigala dan

Berpikir Dekonstruktif: Proses Kreatif Menulis Eka Kurniawan

Berpikir Dekonstruktif: Proses Kreatif Menulis Eka Kurniawan

Sepuluh April 2018 di Hall PKKH Universitas Gadjah Mada, telah terjaring kepala-kepala yang membutuhkan suplemen kreatifitas kepenulisan fiksi. Kuliah umum yang digelar di Forum Umar Kayam yang berjudul “Proses Kreatif Eka Kurniawan” yang dimoderatori oleh juga seorang penulis kenamaan, Mahfud Ikhwan, dimulai pada pukul 10.15 WIB. Kursi telah penuh, begitupun

[Ngibul #32] Cucuk Senthe

[Ngibul #32] Cucuk Senthe

Jika kamu pernah membaca cerpen “Kang Sarpin Minta Dikebiri” karya Ahmad Tohari, maka kamu tak akan asing lagi dengan istilah yang jadi judul dalam Ngibul ini. Cucuk Senthe adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada lelaki dengan dorongan birahi yang meledak-ledak hingga ia tak bisa mengendalikan gairahnya sendiri. Dalam

[Ngibul #17] Menghakimi Kamerad Kliwon

[Ngibul #17] Menghakimi Kamerad Kliwon

  “Kau akan dijemput pukul lima kurang sepuluh menit, dan tepat pukul lima proses kematianmu segera berlangsung. Katakan apa permintaan terakhirmu,” kata Sang Shodanco akhirnya. “Inilah permintaan terakhirku: kaum buruh dunia, bersatulah !”, jawab Kamerad Kliwon. (Cantik itu Luka, halaman 319)   Dalam novel Cantik itu Luka (2004) karya Eka