Skip links

[Ngibul #72] Ketika Tidak Ada Waktu dan Ide Menulis

Bagi seorang penulis atau setidaknya orang yang punya hobi menulis, kegiatan yang digemarinya itu merupakan hal yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Sayangnya, seringkali pula karena faktor kesibukan atau karena tidak punya ide untuk digarap ia mengalami “kebuntuan”. Pada kasus pertama, seorang tengah berjibaku dengan berbagai hal yang membuat waktu

[Ngibul #71] Piala Dunia Rusia 2018, Judi, dan Prediksi

Piala Dunia 2018 masih berlangsung. Pesta bola empat tahunan ini disambut meriah di hampir seluruh penjuru dunia, baik oleh para pecinta sepak bola, penjudi, dan bahkan oleh mereka yang tidak mencintai sepak bola dan membenci judi. Saat ini Piala Dunia sudah sampai pada putaran 16 besar, hanya Perancis, Uruguay, Rusia,

[Ngibul #70] Minat Menanam Sama Pentingnya dengan Minat Membaca

Setelah menjadi mahasiswa sastra dan penjual buku sastra lalu sering bertemu dengan orang-orang yang mengaku menyukai sastra, ada satu anekdot menggelikan yang kerap saya dengar dari mereka: bercita-cita menjadi petani di wilayah yang jauh dari hingar bingar kota untuk menjalani hidup yang damai. Pernah dengar mimpi semacam itu? Atau barangkali

[Ngibul #69] Pelajaran dari Memilih Buku Anak

“Papa, itu buku apa?” Tanya anak saya ketika kami sama-sama membaca buku di sebuah ruang di rumah kami. “Oh, ini buku Papa” jawab saya sembari menunjukkan buku berisi penuh tulisan. “Buku Papa tidak bagus, tidak ada gambarnya” balas anak saya sembari kembali berkutat dengan bukunya. Anak saya berusia dua setengah

[Ngibul #67] Kamu dan Marcel Proust

Ini adalah penggal kisah tentang potong-potongan ingatan masa kemarin. Dan untuk memulainya, kuambil bagian awal novel À La Recherche du Temps Perdu karya Marcel Proust. Ada satu sesi yang dikenal sebagai episode madeleine. Madeleine, sebagaimana kamu tahu, adalah sejenis kue sponge kecil dari tepung gandum, gula, dan telur. Teksturnya remah,

Goethe dan Miranda di Balik Triwarna Tiga Negara

Mungkin sebagian besar dari kita menyadari bahwa bendera tiga negara Amerika Selatan, Ekuador, Kolombia, dan Venezuela memiliki desain yang sangat mirip satu sama lain. Apakah persamaan ini hanya satu kebetulan semata, atau memang ada cerita tersendiri di baliknya? Ternyata kesamaan desain bendera nasional mereka memang memiliki latar belakang historis dimana

Penyemat Suci

PERUTKU mual! Bagaimana tidak, di depan matamu sendiri parang mengilat terus-terusan digosok batu asah. Leherku terikat di bawah pohon besar dan sangat kokoh, tubuhku yang kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Aku perkirakan usia pohon itu sekitar seratus tahun lebih kalau dilihat dari ukuran dan pahatan kulitnya. Aku memang tidak bisa