Sebelum Tidur karya Polanco S. Achri

Sebelum Tidur

Aku suka bermain bayangan dengan kedua tanganku
membuat bentuk-bentuk yang mirip dengan hewan, lalu
bercerita seperi Ayah saat mencerita pertualangan Kancil.

2018

Aroki

Aroki, adalah nama sepedaku. Warnanya ungu
seperti warna awan yang berarak di langit malam.
Aku sangat senang bersepeda, karena seperti terbang.
Angin berhembus dengan kencang. Aku sangat senang
bersepeda bersama Aroki.

2018

Rebit

Namanya Rebit, dan dia adalah boneka kelinciku.
Dia berbadan besar, dan bertelinga panjang. Dia juga
mempunyai bulu berwarna coklat yang sangat lembut.
Rebit suka mengajakku bermain di Kota Cahaya,
dan aku merasa seperti Alice, yang ada di Wonderland.

2018

Kali Mbah Suma

Saat masih kelas 1 dan 2, aku sering pulang sekolah melewati
Kali Mbah Suma. Aku sering pulang bersama teman-temanku.
Di samping gereja, yang ada di dekat Kali Mbah Suma, kami
sering berhenti sebentar. Mencari kereweng atau batu pipih untuk
berlomba: banyak-banyakan loncatan dari batu yang akan kami
lemparkan ke sungai. Di dekat Kali Mbah Suma, ada rumah berpagar hijau.
Di sana memelihara anjing. Kami selalu berlari saat melewatinya:
karena takut digigit, juga ngeri saat mendengar suaranya.

2017-2018

Sehabis Hujan

Aku suka berjalan-jalan di sekitar rumah. Bermain air dan melihat
bayang-bayangku di genangan hujan. Aku sering membawa sesobek kertas
yang akan kubuat menjadi kapal-kapalan, dan akan kubiarkan mengambang.
Ah, aku ingat, semalam Bunda menceritakan kisah Nabi Nuh kepadaku.

2017-2018

Mengejar Layangan

Aku tidak begitu pandai menerbangkan layangan
tapi aku suka menemani dan membantu sepupuku
menerbangkannya. Saat yang paling kusukai adalah
saat melihat layangan yang beradu di langit, dan saat
ada layangan yang putus aku akan mengejarnya, sambil
berteriak dengan penuh semangat: Gaaabuuuullll . . .

2017-2018

Bermain Bola Plastik

Kami akan mengumpulkan sisa uang jajan, untuk membeli bola
dan bermain di lapangan dekat Masjid. Sepasang sandal akan
menjadi gawang yang dihitung dengan langkah perlahan di dua sisi.
Hujan bukanlah halangan, dia adalah penambah keasyikan bermain.

2018

Memancing

Saat hari libur, aku sering diajak Ayah pergi memancing.
Ayah mengajariku bagaimana cara memasang umpan di kail
dan melemparkan pancing ke dalam air. Ayah sering bilang
memancing itu harus sabar. Ayah akan membantuku menarik
pancing saat umpan sudah di makan ikan. Berat! Ternyata, ikan
yang aku dapat sangat besar. Ayah bilang, itu buah kesabaran.

2018

Polanco Surya Achri

Polanco Surya Achri

Lahir di Yogyakarta 17 Juli 1998. Mahasiswa di jurusan Sastra Indonesia. Suka membaca dan menulis puisi, berharap punya ikan cupang—lagi.

Bagikan tulisan ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan Terkait