Nina dan Kerajaan Semut

Ayah Nina bekerja di luar kota dan selalu pulang ke rumah seminggu sekali. Setiap ayah pulang, Nina selalu dibawakan banyak sekali cokelat dan kue manis berwarna-warni. Sayangnya, Nina tidak mau berbagi dengan Fina, adiknya. Nina memilih untuk menyembunyikan cokelat dan kue-kue kesukaannya di kamar.

“Aku makan di kamar saja, ah! Biar Fina tidak minta!” kata Nina dalam hati sambil membawa satu toples penuh berisi cokelat.

Nina suka sekali makan cokelat di kamar sambil membaca buku atau menggambar. Sayangnya, dia selalu lupa membuang bungkus cokelatnya dan membersihkan remah-remah yang tertinggal di tempat tidurnya.

Sudah satu minggu Nina selalu makan cokelat di kamar dan bahkan menyelipkan bungkusnya di sela-sela tempat tidur! Hiyyy!

Suatu malam, saat jarum jam menunjukkan pukul dua pagi, tiba-tiba Nina mendengar suara gaduh di dalam kamarnya. Nina terbangun dan merasa ketakutan.

“Bagaimana ini?” sebuah suara terdengar dari bawah. Nina takut sekali dan tidak berani bergerak.

“Lapor, Raja! Ada makanan yang belum terangkut. Kami kesulitan karena tempatnya di dekat bantal Nina.”

Nina terkejut. Dari balik karpet, muncul dua ekor semut yang berukuran lebih besar dari biasanya. Mereka bahkan berbicara satu sama lain seperti manusia! “Apakah aku bermimpi?” tanya Nina dalam hati.

Tiba-tiba sesuatu merayap di balik tempat tidur Nina. Badan Nina tiba-tiba terangkat. Nina sangat terkejut melihat dua semut raksasa menarik rambutnya, sementara lima semut raksasa lainnya berusaha mengangkat tubuhnya.

“Ayo kita pindahkan Nina agar bisa mengambil makanan terakhir itu!” perintah salah satu semut yang ada di atas karpet.

Rupanya para semut mengira Nina masih terlelap dan mereka ingin memindahkan Nina agar lebih mudah mengambil bungkus cokelat yang masih terdapat sisa-sisa cokelat di pinggirannya. Bungkus cokelat itu semalam Nina buang begitu saja di dekat bantal sebelum tidur.

“AAA! Tidaaak! Tolong! Ayah, Ibu! Tolong Nina!” teriak Nina.

Para semut pun terkejut karena Nina yang menjerit ketakutan. Tiba-tiba seekor semut yang berukuran paling besar mendekat ke arah Nina yang menangis ketakutan. “Oh, maaf Nina kami mengganggu tidurmu. Tapi kami sangat menyukai makanan-makanan yang kamu tinggalkan di tempat tidurmu.”

Kemudian, semut-semut itu kembali mencoba mengangkat tubuh Nina yang berteriak ketakutan. “Ayah! Ibu!”

“Nina! Ada apa, sayang?”

Nina membuka matanya dan melihat ibu yang keheranan. Nina merasa lega karena ternyata tadi hanya mimpi. Nina pun memeluk ibu erat-erat sambil berjanji untuk membersihkan kamarnya dari sampah dan remah cokelat. Nina juga berjanji untuk tidak lagi makan cokelat dan kue di kamar.

Fatimah Salsabila Az-Zahra

Fatimah Salsabila Az-Zahra

Baru saja menyelesaikan studinya di Sastra Inggris, Azzahra saat ini mengisi waktu dengan menulis cerita-cerita anak dan membuat rekaman dongeng melalui platform dongengnya, SebelumTidur. Azzahra percaya bahwa kata-kata dalam dongeng adalah bahasa cinta yang paling indah yang wajib dinikmati anak-anak.

Bagikan tulisan ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan Terkait