Membaca Buku

Aku mempunyai buku yang berjudul 50 Fakta Sains Keren. Setiap pulang sekolah dan setelah mengerjakan PR, aku pasti membaca buku ini. Bukunya besar dan tebal, memiliki banyak gambar berwarna yang sangat bagus. Karena tebal, bacanya nggak habis-habis. Karena memang banyak detail di dalamnya, sehingga aku suka membacanya berulang kali.

Kadang kala aku membawa bukunya ke sekolahku. Aku membaca buku itu setiap waktu istirahat. Kalau ada temanku mengajak aku main, aku mengatakan, “Satu halaman lagi, ya!” Lalu setelah satu halaman habis dibaca, aku pergi main. Tetapi biasanya waktunya langsung habis. “Hehe… nggak jadi main,” ujarku dalam hati.

Waktu bukunya sudah selesai dibaca, biasanya aku bosan setelah mengerjakan PR. Jadi, saat libur tiba, aku tanya ke ibuku, “Ibu, maukah Ibu membelikan aku sebuah buku bacaan?” Dengan singkat, Ibu menjawab, “Boleh. Tapi, harus dibaca, ya,” lanjut Ibu. “Oke,” kataku sambil mengacungkan jempol. Ibu tersenyum dan mencubit gemas pipiku.

Keesokan harinya, Ibu mengajakku ke toko buku dan beliau membelikan aku buku berjudul National Geographic Kids: 5000 Fakta tentang Semuanya. Buku ini lebih berat dan lebih tebal dari buku favoritku sebelumnya. Buku ini pun menjadi buku favoritku yang baru!

Karena berat, aku tidak bisa membawa bukunya ke sekolah. Sebab itu, aku membacanya setiap ada waktu senggang. Seperti setelah mengerjakan PR, setelah les, dan lain-lain.

Setelah berbulan-bulan membacanya, aku masih di halaman 136. Padahal buku itu memiliki 213 halaman. Fiuh, lumayan juga ya. Soalnya, selain karena halamannya tebal, biasanya aku membaca satu topik beberapa kali agar aku bisa mengingatnya dengan baik di kepala. Kata Ibu, begitu caranya agar lebih mudah dalam mengingat apa yang kita baca. Selain itu aku juga suka berdiskusi dengan ibuku bila ada sesuatu yang sangat menarik dari buku itu. Contohnya, fakta tentang hiu. Tahukah kamu kalau hiu telah ada di bumi 170 juta tahun sebelum ada dinosaurus? Juga, tahukah kamu kalau hiu putih raksasa adalah karnivora terbesar di lautan yang panjang badannya bisa mencapai enam meter? Wah, aku tak bisa membayangkan sebesar apa hiunya. Padahal hiu di Sea World Ancol saja sudah cukup besar menurutku.

Tak lama kemudian, aku berpikir untuk membawanya ke sekolah agar aku bisa menyelesaikan membaca bukunya. Karena cukup berat, aku memasukkan buku itu ke dalam tas koper sekolahku. Tinggal diseret, deh.

Di sekolah, saat aku membacanya, teman-temanku tertarik dengan buku ini. Mereka mendatangi dan mengelilingiku, bertanya apa yang sedang aku baca. Aku menjawab, “Ini buku lima ribu fakta keren tentang semuanya. Kalian sudah ada yang punya belum?” Salah satu temanku menjawab, “Oh iya, aku juga punya buku yang sama.” Kemudian aku dan temanku janjian untuk membawa buku yang sama keesokan harinya, agar kami bisa membacanya bersama-sama.

Keesokan harinya, kami berdua membaca buku itu. Aku membaca topik mengenai “15 Fakta tentang Selai Kacang” dan temanku membaca “24 Fakta tentang Lumba-Lumba”. Lalu kami berdua saling menceritakan apa yang kami baca satu sama lain. Setiap hari kami berdua bertemu dan berbagi cerita tentang fakta-fakta yang kami baca di rumah dan di sekolah. Tanpa terasa, dengan saling berbagi cerita, meski tidak membaca semua halamannya, aku telah menyelesaikan bukunya.

Apakah kamu memiliki buku favorit seperti aku? Cerita yuk!

Krasivaya Devushka Pardede

Krasivaya Devushka Pardede

Siswi Kinderfield Primary School Duren Sawit Jakarta Timur

Bagikan tulisan ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan Terkait