[Ngibul #93] Hikayat Jackie Chan Stuntmaster

Hari ini, 18 tahun yang lalu di saat bocah-bocah ingusan menghabiskan malam tahun baru dengan kembang api dan mercon banting, kami bocah-bocah gamers amatir anggota Serikat Cah PSan Se-Indonesia menyerukan sukacita di rental Playstation terdekat.

Butuh 277 hari penantian sejak 29 Maret 2000 ketika Midway Entertainment merilis Jackie Chan Stuntmaster sampai akhirnya keluar CD bajakannya dan dimainkan di rental-rental Playstation oleh kami-kami ini dengan membayar Rp. 2000,- per jamnya.

Tahun 2000 adalah tahun kemuliaan Jackie Chan bagi kami bocah Indonesia. Otak mungil kami merah merona dijejali berjam-jam aksi perkelahian unik, pemanjatan dan penurunan dinding, kejar-mengejar, salto-menyalto yang belum pernah eksis di imajinasi kami sebelumnya—yang isinya melulu: kalau bukan lompatan vampir, kamehameha, ya pukulan sinar matahari-nya wiro sableng.

Sepanjang tahun RCTI dan Indosiar seperti tidak pernah kehabisan stok menayangkan Mr. Nice Guy dengan adegan bulldozer raksasanya yang tak terlupakan. Atau duet irasional polisi kulit kuning dan kulit hitam di Rush Hour. Atau percampuran kultur Asia-Afrika dalam film Who Am I? Atau berjilid-jilid Police Story yang hendak menyaingi jumlah jilidan Tersanjung.

Hebat sekali Jackie Chan waktu itu. Tidak seperti kemonotonan Bruce Lee atau Jet Li, ia menyuguhkan kungfu lewat humor, refleksologi, dan duel keroyokan dalam satu film sekaligus.

Nama Jackie Chan sangat terkenal, semua orang tahu Jackie Chan. Lebih-lebih di tahun itu Hollywood merilis Shanghai Noon—film juxtapose kungfu-cowboy yang judulnya saja sudah teramat ikonik sampai hari ini apalagi isi filmnya.

Eskalasi nama Jackie Chan di tahun itu membuat kami ternganga-nganga begitu tahu Jackie Chan—sang international stuntman, martial artist, dan filmmaker extraordinaire—itu ada versi video game-nya. Api di hati kami semakin memijar tersiram senyawa gairah menggebu ketika beredar desas-desus bahwa versi bajakannya akan segera tersedia di rental pada malam pergantian tahun. Bocah mana yang tidak gila mendengarnya?

Video game Jackie Chan Stuntmaster bergenre beat’em up (genre pokokmen hajar kabeh). Tapi tidak seperti game beat’em up lainnya yang 2D layaknya game Contra atau Metal Slug, di Jackie Chan Stuntmaster kita diberi berbagai opsi menghajar musuh dengan memanfaatkan lingkungan dan benda-benda di sekitar pemain.

Kamu bisa menendang tong sampah sampai menggelinding menabrak musuh; mencatok lawan dengan kuas cat roll, ikan tuna, knalpot, tongkat bilyard, balok kayu, payung, sampai alat penyedot WC. Sungguh kalau bukan Jackie Chan alat-alat ini muskil dijumpai dalam sebuah perkelahian.

Untuk memperpanjang nyawa, kamu harus kreatif menendangi kotak kayu di sekeliling jalur arena sampai menemukan tiga hal: 1. Semangkuk mie ayam (sedikit tambahan darah di health bar); 2. Sebotol susu putih (menambah lebih banyak darah ketimbang mie ayam); 3. Rice Box ala KFC (yang mampu mengisi health bar sampai hampir penuh). Nasi selalu lebih baik ketimbang mie.

Walau gambarnya masih kotak-kotak kasar dan tidak mulus dibanding game PS1 lainnya, kita akan langsung ngeh bahwa tokoh itu adalah Jackie Chan. Ini karena Radical Entertainment selaku developer memanfaatkan teknik motion capture untuk menciptakan ulang sosok Jackie Chan yang sangat representatif dalam model 3D yang bergerak dengan gaya khas Jackie Chan asli seperti di film-film. Alhasil, setiap gerakan badannya sangat kental dengan “nuansa Jackie Chan.”

Untuk mengontrol tokoh Jackie, Radical Entertainment tidak memberi petunjuk khusus. Maka, setiap teknik combo sepenuhnya diserahkan pada insting dan niat pemain mengutak-atik sendiri rumus berikut:

Silang – Lompat
Kotak – Pukul
Segitiga – Tendang
Lingkaran – Menarik/Membuka Pintu/Mengambil senjata
R1 – Berguling/Menghindari serangan
R2 – Memberondong/Mengitari musuh
L1 – Serang balik
L2 – HUD on/off (head up display)

Perpaduan teknik combo, pemanfaatan ruang, pemakaian alat bantu menyerang musuh selama bermain akan mendapat penilaian yang ditayangkan hasilnya pada akhir level dengan tiga penilaian: combo score, fight score, dan style score. Ini membuat permainan semakin seru. Belum lagi ada tugas spesial yakni menemukan kepala barongsai merah dan emas selama berlaga—hal yang gampang-gampang susah tergantung cheat dan tingkat ke-selo-an pemain.

Video game Jackie Chan Stuntmaster berkisah tentang Jackie yang bekerja di Speedy Dragon Courier Company milik kakeknya di New York. Sang kakek meminta Jackie mengantarkan paket misterius dengan tujuan Temple of the Shaolin. Malam harinya, ketika Jackie sedang makan mie ayam di sebuah restoran, ia melihat mobil limosin berisi empat orang menculik kakeknya. Empat orang itu adalah seorang koki, seorang pria tambun, seorang kribo, dan seorang badut petinju. Keempat orang ini merupakan bos tiap level yang mesti dilalui.

Jackie dengan cekatan mengejar mobil penculik tadi sampai berhenti di wilayah pecinan. Dari sini petualangan Jackie dimulai.

Tahap pertama adalah Chinatown dengan bosnya seorang koki. Koki ini mampu mencengkiwing kerah baju Jackie dan menggamparnya sampai terpelanting. Ia juga punya kemampuan melompat menggetarkan bumi sehingga bisa menjatuhkan Jackie jika terlalu dekat. Di tahap ini kamu akan bertarung di berbagai area Chinatown termasuk tempat cuci mobilnya. Jumlah musuh masih tak seberapa. Sebagian besar seperti kurang aware menyambut kedatangan Jackie menyerang mereka yang sedang bersantai di balai peranginan.

Tahap kedua adalah Waterfront yang dipimpin oleh Barney, pria tambun dengan senjata balok baja. Hati-hati melawannya kalau tidak ingin jadi bola kasti—dilempar ke atas dan jadi target pukulan homerun. Di tahap Waterfront ini petualangan Jackie bertambah seru. Ia harus melompati kotak-kotak kayu, melompati kanopi jendela, berguling menghindari ayunan balok, hingga berlari dikejar truk.

Tahap ketiga adalah Sewer. Bosnya adalah seorang badut petinju yang dibantu anak buah seorang pemain pantomim. Ini pertarungan curang dua lawan satu. Bila lengah bisa-bisa kamu dikuncinya dari belakang, lalu digebuki dari depan oleh si badut petinju. Pada level Sewer inilah adegan legendaris melompat antar kereta untuk mendapatkan kepala barongsai bisa kamu ujicoba. Seru pol!

Tahap keempat adalah Rooftop. Di sini kamu akan berjibaku melawan banyak musuh di atas atap, termasuk melompat-lompat di antara cerobong penyembur api. Musuh utamamu merupakan seorang pria kribo pemain disco. Bertarung melawannya agak membingungkan karena si kribo ini bergerak random mengikuti irama disco.

Tahap kelima adalah Factory. Ini tahapan paling ramai. Di sini kamu akan banyak bergelut di atas roda berjalan melewati semburan api plus cairan hijau beracun, dengan banyak sekali pintu jebakan dan tong bahan peledak. Pada tahap Factory ini Jackie berhasil menemukan paket milik kakeknya yang rencananya akan dikirim menuju kuil Shaolin.

Bos utama akhirnya muncul di tahap kelima ini. Namanya Dante, ia mengenakan pakaian adat Cina. Mengalahkannya sebenarnya cukup mudah. Bagian ini menjadi sesi tersulit hanya karena setiap terkena pukulan si bos besar dapat mengurangi banyak sekali darah.

Selesai?

Jangan salah. Jackie Chan Stuntmaster ini mempunyai satu level bonus yang baru muncul di bagian akhir credit title. Lokasinya tidak lagi di New York melainkan di kuil Shaolin. Dan jika kamu berhasil melewati level ini, akan ada reward sebuah video behind the scene pembuatan video game ini dengan memanfaatkan teknologi motion capture yang ditempel pada tubuh Jackie Chan yang asli.

Sepertinya pihak developer punya rencana melanjutkan video game ini ke konsol Sony Playstation selanjutnya. Tapi sangat sayangkan, sampai kini (setelah lewat era PS2, PS3, dan PS4) Radical Entertainment tak pernah lagi membuat sequelnya. Mungkin ini ada hubungannya dengan sampul CDnya yang membawa kenangan duka.

Sampul CD  video game ini memuat gambar menara kembar WTC, New York, sebelum hancur menjadi puing akibat serangan teror 9 September 2001 (setahun setelah game ini rilis). Dengan berlatar langit ungu magrib, di antara kala senja layung temaram, Jackie Chan melakukan tendangan lompat di depan skyline New York yang kini sudah tidak ada lagi.

Video game ini seolah menjadi monumen abadi terhadap kenangan asyik semasa kecil kita sekaligus menjadi penanda bahwa pernah ada keseruan sebelum semuanya buyar.

Amabakdu, terlepas dari apapun alasan pihak developer tidak melanjutkan lagi video game ini, sesosok Jackie Chan versi 3D yang bisa kita kontrol lewat stik getar adalah kenikmatan hakiki yang jarang ada duanya. Dan satu-satunya cara mencicip nikmat itu kembali (selain bongkar lagi PS1 mu di gudang) adalah dengan menginstal PSX Emulator, lalu berpulang ke tahun 2000, masa SD, masa asmaraloka, masa sebelum peristiwa 9/11 dan tragedi Sampit serta Poso memecah belah kerukunan kita

Olav Iban

Olav Iban

Redaktur rubrik esai @kibul.in. Alumni Sastra Prancis UGM dan Pengkajian Seni Rupa dan Seni Pertunjukan UGM. Kini mengabdikan diri kepada negara lewat Pemprov Kalimantan Tengah. Juga aktif mengajar sebagai dosen luar biasa di Prodi Musik Gereja, STAKN Palangka Raya. Sesekali menulis opini untuk koran lokal.

Bagikan tulisan ini

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tulisan Terkait