[Ngibul #2] Jurus Cepat Meraih 1.000 Followers Instagram

Posted: 13 February 2017 by Bagus Panuntun

1

Sore hujan bulan Desember, kala rental kamera tempat Aprentis B bekerja tak jua didatangi pelanggan, akun Instagram @lambe_turah tengah memberitakan hasil Tes DNA Ario Kiswinar sebagai anak kandung Mario Teguh. Aprentis B yang tengah dilanda kebosanan hidup – sebab skripsinya tak jua menemukan jalan terang— masyuk membaca paragraf pertama yang berisi luapan kepuasan admin pada hasil tes tersebut. Aprentis B tentu saja ikut puas bukan kepalang. Ia bahkan ingin terbahak selebar-lebarnya, tepat di depan batang hidung sang motivator, yang di bawah batang hidung itu terdapat satu objek yang tengah jadi bulan-bulanan para netizen di kolom komentar: cocot.

Kolom komentar akun tersebut sesungguhnya adalah kolom yang menyenangkan, karena pertama, 95% komentator di sini adalah para komentator terhormat yang datang sekadar ingin mengumpat. Mereka bahkan tak punya tendensi untuk dipuja-puji dengan memberikan argumen-argumen sok ilmiah yang dangkal. Kedua, pada kolom komentar tersebut, hampir tak akan ditemukan promosi jual sandal jepit atau tupper ware sebagaimana selalu kita temukan di akun @raisa6690.

Namun, ada yang benar-benar  memincut pada sore hari itu. Aprentis B tiba-tiba melihat satu komentar yang tak membahas “cocot” sama sekali. Alih-alih menulis satu  diksi saja secara benar dan lengkap, akun bernama sebut saja @risa_yahud, itu justru menulis komentar yang penuh istilah dari berbagai singkatan. Lihatlah apa yang ditulisnya:

“CS, PCS, VS, BO, dm ! Real acc !”.

Didasari oleh kejemuan hidup yang hakiki, Aprentis B mulai iseng membuka akun tersebut.

Sial !

Akun @risa_yahud terkunci !

Padahal Aprentis B penasaran bukan main mencari tahu seluk-beluk yang berhubungan dengan akun tersebut. Apakah akun tersebut asli? Apakah fotonya bukan comotan dari mesin pencari? Bagaimana modus operandinya?

Untuk mencari tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya, akun @aprentis_B musti mengikuti dulu akun @risa_yahud. Ia musti melihat foto-perfoto Risa gadis bergingsul itu –gingsulnya terlihat pada foto profil instagram yang terpampang kecil —sekecil butir kacang— di sisi kiri atas layar gawainya. Rambut Risa berombak panjang sebahu, kulit rupanya sawo matang dengan tulang pipi bulat dan mata lebar, dan kita tak bisa lepas memandang hidungnya yang lurus panjang seperti hidung Kate Middleton. Aduhai sekali.

Namun, satu yang membuat kita barangkali masygul, @risa_yahud sekiranya baru berusia 14 atau 15, sama dengan adik perempuanmu yang baru lulus dari Madrasah.

Aprentis B cukup yakin bahwa akun tersebut adalah akun asli cukup dengan melihat foto profil @risa_yahud yang #nofilter.

Ia kini dihantui rasa penasaran yang makin membesar, benarkah  @risa_yahud menawarkan jasa sebagaimana yang ia tuliskan pada komentarnya?

Kau tahu kan maksudnya?

Baiklah, kalau kau tak tahu, akan aku jelaskan makna komentarnya dalam satu kalimat yang akan menambah jumlah kosa katamu yang rudin itu.

CS: Chatting Sex, PCS: Phone Chatting Sex, VS:Video Sex, BO: Booking Order, DM: Direct Message, Real Acc: Real Account.

Sudah paham?

Jadi, mari kita bertanya lagi, apakah akun semacam @risa_yahud yang kerap muncul di kolom komentar akun-akun selebriti adalah akun asli? Atau ternyata sekadar akun palsu yang dibuat mahasiswa-mahasiswa fakir demi mendapat tambahan uang untuk membeli vapor?

Aprentis B penasaran bukan kepalang. Namun, penasarannya terhalang oleh rasa khawatir jika aktivitas terbarunya terlihat pacarnya pada fitur aktivitas teman. Ia juga semestinya khawatir  jika identitasnya ditaarufi @risa_yahud dan dikiranya ia lelaki tak bermartabat –meski memang demikian adanya. Namun entah mengapa kali itu ia tak begitu merisaukannya.

Kegamangan Aprentis B berlangsung selama beberapa hari sampai kemudian ia mendapat  ilham, ide paling cemerlang yang pernah ia dapat sepanjang hidupnya.

Ia membuat sebuah akun instagram dengan nama: @dangdutuutselly.

 

2

Biduan itu memakai rok mini berbahan lateks warna kuning terang dengan motif dua garis hitam horisontal pada bagian perutnya. Ia juga mengenakan topi warna hitam-kuning dengan tulisan “OA OE” pada lidah topinya. Topi menjadi ciri khas pada setiap penampilannya. Topi itu selalu ia pakai dengan lidah topi menghadap ke depan, mungkin dengan harapan mampu menutupi jidat nonong-nya yang cemerlang. Ia keliru. Padahal, nonong adalah sumber pesonanya. Seandainya ia memakai susuk, susuk itu pun pasti ngendhon di antara dua pelipisnya.

Biduan dengan rambut panjang pirang disemir itu kemudian maju ke depan panggung. Sembari menunggu intro melodi Suket Teki kelar dan gendhang dangdut mulai ditabuhkan, biduan itu mulai menyapa penonton. Baru dua penggal lirik dinyanyikan, ia telah menyuguhkan bokong gemasnya yang digoyang naik-turun. Ia terus bergoyang sampai dipenggal lirik ke-5 sang biduan telah menghadapkan tubuhnya ke penonton dan makin cepat memutarkan pinggulnya sampai semua bulu kuduk penonton mengajak bulu-bulu lain ikut berdiri.

Admin B tanpa sadar terpana sendiri oleh video 60 detik yang baru diunggahnya. Video dengan judul asli “Uut Selly Goyang Hot Suket Teki XT Square” itu adalah video perdana yang ia unggah di akun instagramnya. Akun inilah yang nanti akan ia gunakan untuk berkirim pesan dengan @risa_yahud.

Admin B kemudian memberi sedikit caption untuk membuat video unggahan pertamanya menarik pemirsa. Cukup singkat saja:

“Uut Selly, biduan idola bangsa. Suara Aduhai, Goyangan Semlohai”. Ia selanjutnya menaburi dengan hestek yang panjangnya empat kali lebih panjang dibanding caption yang baru ia buat.

#uutselly #dangdutkoplo #dangdutkoplohot #dangduthot #xenaxenia #viavallen #liacapucino #dangdutvideohot #dangdutsawer #dangdutxtsquare #oaoe #dangdutoaoe #dewiperssik #ayutingting #citacitata #duosrigala

Pada hari pertamanya, Admin B mengunggah enam video dangdut yang empat di antaranya adalah video dangdut Uut Selly sedang sisanya adalah video biduan lain yang sekiranya memiliki basis di Indonesia. Tentu saja dari keenam video itu, ia memberi satu tempat kehormatan bagi Via Vallen, satu-satunya biduan yang menurutnya mampu merenggut hati para pecinta dangdut dari dua kutub berbeda: dangdut garis lembut dan dangdut garis mengeras. Lalu khusus pada video Via Vallen, ia memberi juga hestek yang tidak sekedar salin tempel dari hestek yang sudah ada sebelumnya. Via Vallen bagaimanapun adalah keistimewaan sehingga layak diberi karpet merah di manapun ia berada.

#viavallen #vianisti #vialovers #viasayang #dangdutisthemusicofmycountry

Pada hari pertama Admin B mengunggah enam videonya, akun @dangdutuutselly telah meraih lebih dari 50 pengikut pertamanya – yang semuanya laki-laki. Ia yakin para pengikut pertama ini adalah kelompok pesakitan pemburu hestek esek-esek.

Ia kini kian optimis meraih seribu followers yang nanti membuat akun @dangdutuutselly jadi nampak layak meminta pertemanan pada @risa_yahud.

Admin B pun mulai rutin mengunggah video-video lain untuk meraih lebih banyak pengikut. Galerinya kini telah berisi puluhan nama biduan yang paling kondang di jagad dunia maya: Uut Selly, Via Vallen, Mela Barbie, Dessy Olivia, Aura Paramitha, Lina Geboy, Lia Capucino, Xena Xenita. Sesekali, ia juga mengunggah video-video para biduan label mayor mulai dari Dewi Perssik sampai Cita Citata.

Terhitung dalam waktu kurang dari dua minggu, akun @dangdutuutselly telah mendapat pengikut sebanyak 752. Namun tak sabar menunggu angka 1.000, Admin B segera mencari jawab rasa penasarannya dengan mulai mengikuti akun @risa_yahud.

Permintaan pertemanan diterima.

Tepat. Kini ia yakin seratus persen bahwa akun @risa_yahud adalah asli. Pada satu fotonya, kita bisa melihat si bocah dengan lingerie merah berfoto menjulurkan lidahnya. Pada fotonya yang lain, si bocah mengunggah testimoni-testimoni dari pelanggan pemakai jasanya. Sedang pada fotonya yang lain lagi, si bocah sedang memejam mata dengan dagu mendongak sambil mengulum jari tengahnya sendiri, foto ini berada pada sebuah kolom chatting yang di-screenshoot dengan sebuah teks pesan di bawahnya bertuliskan “terus say…”.

 

3

“Halo.. Risa…”

“Halo juga kak”,

“Mau tanya nih”,

“Silahkan kak”,

“Mau booking gimana?”,

“CS PS pulsa 50.000, VCS pulsa 100.000”,

“Kalau BO?”

“400.000”

“Perjam?”

“Permalam kak”.

“Caranya?”

“Kirim DP, janjian, ketemuan, game”,

Aprentis B lalu menutup chat itu, menghapus semua video di akun instagram @dangdutuutselly.

2 bulan kemudian ia mengubah akun tersebut menjadi @kibul.in.

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: https://kibul.in/cara-berkontribusi/

 

Pendapat Anda:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *