Skip links

Solidaritas [Italo Calvino]

Aku berhenti untuk mengawasi mereka. Mereka sedang bekerja pada malam hari, di jalan kecil, mengotak-atik rolling door sebuah toko. Rolling door itu tampak berat, mereka menggunakan linggis untuk mencungkil, namun tetap saja tidak bergeser. Aku berjalan mengitari, tidak ke mana pun, semauku. Aku meraih linggis untuk memberi mereka bantuan. Mereka

Buta dan Tuli [Lara Vapnyar]

Lelaki buta dan tuli ini, kekasih teman ibuku, sedang dalam perjalanan untuk menghabiskan malam. Namanya Sasha. Nama teman ibuku Olga. Aku dikenalkan pada saat aku masih bayi, jadi aku juga menganggapnya sebagai teman. Dia cantik. Lebih cantik dari ibuku. Dia memiliki tubuh yang bagus dengan rambut hitam pekat sepinggang. Aku

William Burns [Roberto Bolaño]

William Burns, dari Ventura, California, menceritakan kisah ini kepada temanku Pancho Monge, seorang polisi di Santa Teresa, Sonora, yang menyampaikannya kepadaku. Menurut Monge, orang Amerika Utara itu adalah orang yang santai, yang tidak pernah kehilangan ketenangannya, sebuah deskripsi yang tampaknya bertentangan dengan kisah kejadian berikut. Dengan kata-katanya sendiri Burns menceritakan:

Kereta Hantu [Emmanuel B. Dongala]

Ah matahari ! Cahaya matahari sedang silau betul saat aku keluar dari lab. Hari yang terik pada musim panas di New York dengan pohon-pohon, dedaunan hijau, cuaca lembab, juga asap yang membumbung tinggi dari gedung-gedung pencakar langit yang membuat langit nampak muram. Aku sebenarnya punya hasrat konyol untuk berjingkrak-jingkrak dari lab

Kelas Terakhir [Alphonse Daudet]

Aku sangat terlambat ke sekolah pagi itu, dan sangat takut dimarahi, terutama karena Pak Hamel telah mengatakan kepada kami bahwa ia akan menguji kami tentang partisipel, dan aku sama sekali tidak tahu tentang itu. Sesaat kupikir lebih baik membolos dan berkeliaran di ladang. Hari ini cuacanya hangat, sangat cerah. Burung-burung

Pipa [Etgar Keret]

Ketika aku kelas tujuh, sekolah mendatangkan psikiater dan meminta kami untuk mengikuti serangkaian tes. Ia memperlihatkan duapuluh kartu, satu demi satu, dan menanyakan apakah ada yang salah dengan gambar di kartu tersebut. Menurutku kartu-kartu itu terlihat baik-baik saja, namun ia mendesakku dan kembali menunjukkan kartu pertama—satu-satunya kartu yang terdapat gambar anak