Skip links

Perjalanan Besar ke Atas Sana [Kurt Vonnegut]

Kakek Fords menopang dagu dengan tangan yang menggenggam lengkungan tongkat jalannya. Ia menatap televisi 48” yang mendominasi ruangan. Di layar kaca, pembawa berita meringkas berita hari itu. Setiap tiga puluh detik, Kakek menghentakkan tongkatnya dan berteriak,”Hell! Kami sudah lakukan itu seratus tahun yang lalu!” Emerald dan Lou, masuk ke dalam

Kisah Ganjil [O’Henry]

Pada suatu malam, selepas makan malam gadis kecil itu didera sakit perut yang parah, dan John Smothers bergegas ke kota untuk mencari obat.
Dia tak pernah kembali lagi.

Upacara [Emmanuel Boundzéki Dongala]

Aku, kau tahu, adalah militan rendah hati yang bahkan bisa menunjukkan laku hidup teladan baik dalam urusan publik maupun pribadi. Upacara seharusnya dimulai tepat pukul 9, tapi aku sudah berada di lapangan sejak pukul 7.30. Sejujurnya, aku akan senang jika Sekjen Serikat Buruh menyadari bahwa aku sudah berada di sana

Terpejam [Etgar Keret]

Aku kenal seseorang yang kerjanya melulu berkhayal. Maksudku, bahkan orang ini berkendara menyusuri jalan sambil terpejam. Suatu hari, aku duduk di kursi sebelah kemudi dalam mobilnya, dan ketika menoleh ke kiri, aku melihat kedua tangannya memegang stir dan matanya terpejam. Sungguh, ia mengemudi macam itu di jalan raya. “Haggai,” kataku,

Satu Hal Lagi [Raymond Carver]

ISTRI L.D., Maxine, mengusirnya pada malam ketika ia pulang kerja dan menemukan L.D. mabuk lagi dan menghina Rae, putri mereka yang berusia lima belas tahun. L.D. dan Rae duduk di meja makan, berdebat. Maxine tak sempat menaruh tas atau melepas mantelnya. “Bilang padanya, Ma.” kata Rae, “Bilang padanya apa yang

Bunga-Bunga [Alice Walker]

Kebahagiaan begitu terlihat di saat Myop dengan riangnya melompat ke sana dan kemari: dari kandang ayam ke rumah babi, lalu ke rumah asap, dan  baginya hari-hari sebelumnya belum pernah seindah seperti saat ini. Udara membawa aroma yang begitu tajam sehingga membuat hidungnya berkedut. Panen jagung dan kapas, kacang dan labu,

Kenapa Kalian Tak Berdansa? [Raymond Carver]

Di dapur, ia menuang minuman lagi dan memandang isi kamar tidurnya di halaman depan rumahnya. Kasurnya polos. Seprai bergaris-garis terlipat di samping dua bantal di atas meja rias. Benda-benda lain tampak sebagaimana ketika masih di kamar — nakas dan lampu baca di samping ranjang di sisi ia biasa tidur, nakas dan lampu

Sebuah Lubang [Hassan Blasim]

1 Aku menyimpan potongan cokelat terakhir di dalam tas. Aku telah menyimpannya di kantongku. Aku mengambil beberapa botol air dari gudang. Aku punya cukup kaleng ikan salmon, jadi kusembunyikan kaleng yang tersisa di bawah tumpukan kertas toilet. Lalu, saat aku melangkah menuju pintu, tiga orang bertopeng yang membawa senjata masuk.