Skip links

Ronny Agustinus: Punya Sikap Terhadap Isu Sosial itu Penting bagi Film Dokumenter

Ronny Agustinus: Punya Sikap Terhadap Isu Sosial itu Penting bagi Film Dokumenter

Ia lebih dikenal sebagai penerjemah dan pengamat karya-karya sastra Amerika Latin. Karya-karya terjemahannya bisa diakses dengan mudah di kanal blognya hingga lewat buku-buku yang sudah diterbitkan oleh berbagai penerbit. Termasuk oleh Marjin Kiri, penerbitan yang ia kelola sejak tahun 2005 dan dikenal luas sebagai salah satu penerbit Indonesia terbaik yang

[Ruang Ngibul #1] Didi Kempot: Saya Bukan Musisi Campursari
Tags

[Ruang Ngibul #1] Didi Kempot: Saya Bukan Musisi Campursari

Tak sampai satu menit saya menjawab “Ayo bung!”, ketika Amin, founder HookSpace tiba-tiba mengajak Kibul berkolaborasi membuat sebuah –dalam istilah si Amin—talk show asik-asikan yang menyajikan obrolan-obrolan baik ringan maupun berbobot bersama tokoh-tokoh seni, sastra, dan budaya. Dengan kelincahan seorang mahasiswa kere yang dulunya hobi ngevent, kami pun segera memikirkan

Pergulatan Kho Ping Hoo di Dunia Persilatan Sastra Indonesia

Pergulatan Kho Ping Hoo di Dunia Persilatan Sastra Indonesia

Dunia persilatan sastra Indonesia sempat diwarnai dengan merebaknya sejumlah nama penulis cerita silat berlatar sejarah Cina. Sebut saja Gan K.L. (Gan Kok Liang), O.K.T. (Oey Kim Tiang), Auyang Hong, dan Tjan I.D. (Tjan Ing Djiu). Hingga kini beberapa nama tersebut masih bisa dijumpai di pasar buku-buku loak dan lewat penerbitan-penerbitan

Sal Murgiyanto:  Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Kedua – Habis]

Sal Murgiyanto: Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Kedua – Habis]

Catatan Redaksi: Artikel ini cukup panjang, demi kenyamanan pembaca kami membagi artikel ini menjadi dua bagian. Ini adalah bagian yang kedua. Bagian pertama bisa disimak di Sal Murgiyanto:  Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Pertama]   Sekembalinya ke tanah air pada Desember 1976, Pak Sal turut membantu Sardono dalam beberapa

Sal Murgiyanto: Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Pertama]

Sal Murgiyanto: Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Pertama]

Catatan Redaksi: Artikel ini cukup panjang, demi kenyamanan pembaca kami membagi artikel ini menjadi dua bagian. Ini adalah bagian yang pertama.   Pada tahun 1993, kalimat yang senada dengan tajuk tulisan ini menjadi judul dari sebuah buku. Buku bertajuk Ketika Cahaya Merah Memudar terbit dan cukup menyita perhatian pelbagai kalangan