Kebun Ilmu Iman Budhi Santosa

Posted: 5 December 2018 by Latief S. Nugraha

Setelah tamat Sekolah Rakyat (SR) di Magetan (1960), tiga hari menjelang khitan, Budhi (nama panggilan Iman Budhi Santosa sewaktu kecil) didhawuhi berpuasa oleh sang kakek. Sehari menjelang khitan, dalam keadaan masih berpuasa, ia didhawuhi untuk menanam cikal kelapa puyuh yang sudah disiapkan juga oleh sang kakek. Anehnya, sebelum menanam cikal…

Read more

#NgalorNgibul eps. 4 – Ayu Utami

Posted: 18 October 2018

Ayu Utami menyempatkan diri berbincang dengan Kibul.in setelah acara Diskusi Sastra Bulan Bahasa UGM 2018 yang bertemakan Perempuan, Kebebasan, dan Spiritualisme Kritis. Acara tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia dan Panitia Bulan Bahasa UGM 2018. Terima kasih kepada Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia dan Panitia Bulan Bahasa UGM 2018 yang…

#NgalorNgibul Eps.3 – Hafiz Latiff tentang Penerbit Indie Negeri Jiran

Posted: 11 October 2018

Redaktur Kibul berkesempatan berbincang dengan Hafiz Latiff setelah acara Diskusi #SoreDiJBS bertajuk Membincang Film dan Penerbit Buku di Malaysia, Rabu, 19 September 2018. Hafiz—akrab dipanggil Bang Pis—adalah seorang pekerja buku, pengelola penerbit indie Malaysia Legasi Oakheart, juga pemilik kafe buku Oakheart. Dia sekaligus penulis buku dan memiliki beberapa kelas penulisan….

Ayi Sutedja: Diawali Niat Konservasi, Dipupuk dengan Kencing Kelinci, Kopi Gunung Puntang jadi Kopi Termahal Dunia

Posted: 28 September 2018

“Saya sebetulnya orang yang terjerumus ke kopi”, ujarnya ketika kami mengatakan ia adalah salah satu petani dengan nama paling moncer di Indonesia. Namanya melejit setelah kopi Gunung Puntang yang ia budidaya mendapat predikat kopi termahal di pameran Specialty Coffee Association of America (SCAA) 2016 di Atlanta, Amerika Serikat. Kala itu,…

Suara Hati, Tabuh Genderang Melalui Kesadaran

Posted: 20 September 2018

Sebagai orang yang telah mengecap pendidikan formal, apakah benar adanya bahwa kita sungguh lebih terpelajar dari masyarakat adat? Sebagian dari kita pernah membatinkan hal demikian. Jika tidak, setidaknya, (pernah) menganggap bahwa buku beserta tetek bengeknya adalah representasi pendidikan terbaik. Susan George dalam The Lugano Report:  On Preserving Capitalism in Twenty-first…