[Ngibul #78] Kekiri-kirian, Kengeri-ngerian

Posted: 3 September 2018 by Asef Saeful Anwar

Malam. Bulan separuh, seperti judul lagu dangdut yang tersiar dari radio Marbakat. Marbakat melihat Dul Kibul berjalan ke arah rumahnya. Ia terpaksa matikan suara Lilis Karlina dari radionya, menyambut kawannya itu. “Barusan aku selesai nulis tentang tanda-tanda kebangkitan komunis di Indonesia,” kata Dul Kibul kepada Marbakat sambil memberikan kantong kresek….

Read more

[Ngibul #73] Dul Kibul Pengen Sekolah Lagi

Posted: 23 July 2018

Dul Kibul termenung cukup lama. Pesanan naskah drama untuk anak SMP dari seorang kepala sekolah malah ditelantarkannya. Jiwa sentimentalisnya yang kritis itu malah terbawa pada kenangan masa kecilnya. Tiba-tiba ia pengen sekolah lagi. Ya, Dul Kibul pengen sekolah lagi. Ia ingin kembali menyaksikan bagaimana bel yang berdentang mampu mengubah Pak…

Daging dimasak enak

[Ngibul #68] ‘Afiat

Posted: 4 June 2018

“Pada suatu siang yang terik dan panas,” demikian ustaz muda kita memulai ceritanya setelah membuka kultum dengan salam, sapa, syukur, dan selawat, “salah seorang panglima perang Khalifah Bani Umayyah, yaitu Al-Hajjaj bin Yusuf, meminta kepada pengawalnya untuk mengajak seseorang, siapa saja yang ditemuinya yang bukan bawahannya, menghadap kepadanya. Maka, dipanggil-lah…

[Ngibul #62] Pendidikan Membenci Bangsanya Sendiri

Posted: 23 April 2018

“Ada beberapakah di antara Engku-Engku yang ada di sini, yang sudah bersekolah pemerintah? Tahukah Engku-Engku akan maksud sekolah itu? Supaya anak-anak kita suka kepadanya dan benci kepada bangsanya sendiri.”   Perkataan itu keluar dari mulut si antagonis bernama Datuk Meringgih dalam novel Sitti Nurbaya karangan Marah Roesli. Semasa kecil saya…

[Ngibul #56] Puitika Yoga Sastra Ragil Suwarna Pragolapati

Posted: 12 March 2018

Ada dua penyair yang hilang hingga saat ini, yakni Wiji Thukul dan Ragil Suwarna Pragolapati. Wiji hilang saat masa reformasi, sementara Ragil hilang saat kemerdekaan Indonesia berumur 50 tahun. Wiji diperkirakan menjadi korban penculikan, sementara Ragil dipercaya moksa di laut kidul dalam sebuah laku yoga sastra. Mengingat riwayat dan karya…

[Ngibul #50] Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sastra Indonesia

Posted: 29 January 2018

Kesulitan pertama menulis tentang beliau dalam hubungannya dengan sastra Indonesia adalah justru mengolah emosi, bukan mengolah materi. Mungkin ini juga yang dialami teman-teman yang kontra dengan sejumlah langkah dan pernyataan beliau sehingga yang keluar adalah cacian dan makian–sesuatu yang saya keluarkan pada dinding kamar yang tak salah apa-apa. Saya merasakan…

Dia yang Mengaku Termiskin di Dunia

Posted: 9 January 2018

M senantiasa memandang dirinya sebagai seseorang yang serba kurang dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Kalau bertemu abang becak, ia merasa tak punya becak. Kalau bertemu pemulung, ia merasa tak punya karung. Kalau bertemu tukang parkir, ia merasa tak punya peluit. Pekerjaannya sebagai operator player di sebuah tempat karaoke tak membuat…