Merawat Kewarasan di Sekolah Sastra Jember

Posted: 20 March 2017 by Redaksi Kibul

Sabtu-Minggu, 11-12 Maret 2017, kemarin Dewan Kesenian Jember punya gawe bertajuk Sekolah Sastra Jember. Acara dengan konsep pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diadakan di Dinas Pendidikan Jember ini bermaksud untuk memberikan ragam wacana tentang sastra. Pada hari pertama, ada kelas puisi, cerpen, novel dan kritik sastra. Kelas puisi dengan pengampu Gatot Sukarman (penyair senior Jember) mengarahkan pemahaman puisi sebagai praktik petunjukan dan bahasa refleksi kejiwaan. Kelas cerpen dengan pengampu Gunawan (pegiat literasi Jember) berlangsung dengan agenda bagaimana menyusun ide sampai menjadi suatu narasi pendek Kelas novel dengan pengampu Isnadi (penulis novel Mata Ibu) menjelaskan novel sebagai dunia kemungkinan. Kelas kritik sastra dengan pengampu Dr. Ikwan Setiawan mengarahkan analisis sastra pada sudut pandang kritis. Selain sesi kelas, juga ada sesi diskusi sastra yang membahas kondisi sastra yang kontekstual. Diskusi sastra dipantik oleh Hat Pujiati, M.A., dengan tema “Membaca Sastra di Wilayah Tapal Kuda”

 

 

Acara kemudian berlanjut pada sesi pentas malam sastra, yang menampilkan musikalisasi puisi, musik puisi, deklamasi, pembacaan puisi pamflet dan dramatisasi cerpen. Para penampil berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum, serta peserta yang mempraktikkan materi. Setelah pentas selesai dilanjut apresiasi dan diskusi.

 

Di hari kedua ada kelas filologi, sastra lisan, gerakan literasi dan sastra anak. Kelas filologi yang diampu oleh Dr. Eko Suwargono mencoba menjelaskan teks-teks klasik Nusantara begenre sastra. Kelas sastra lisan, yang diampu oleh Dr. M. Ilham, mengurai sejarah kebudayaan lisan dalam bentuk sastra berupa cerita rakyat. Kelas gerakan literasi yang diampu oleh Dr. Ir. Suporahardjo (pendiri Yayasan Tanoker Ledokombo) mencoba mengajak untuk membangun gerakan literasi dari desa. Di penghujung acara ada kelas sastra anak, yang diampu oleh Dr. Dina Dyah, yang memberikan wacana tentang fenomena sastra yang disajikan khusus untuk pelajaran anak-anak.

 

Komposisi kurikulum Sekolah Sastra Jember terdiri dari materi teori, praktik, tekstual dan kontekstual. Dalam hal ini materi masih bersifat pengenalan. Diharapkan akan ada tindak lanjut berikutnya, seperti “materi sastra lisan diharapkan bisa mendorong pendokumentasian sastra lisan di daerah, serta kelas gerakan literasi diharapkan bisa mendorong didirikannya rumah baca atau komunitas literasi” Ujar Yongky selaku Ketua Panitia Sekolah Sastra Jember.

 

“Acara Sekolah Sastra Jember menjadi penting untuk membuat Jember lebih bisa dilirik dalam peta kesusastraan, khususnya di Jawa Timur. Maka dari itu perlu ada tindak lanjut untuk merawat usaha membangun sastra di daerah” Tutur Gatot Sukarman, selaku penyair sekaligus pengampu kelas puisi.

 

“Tindak lanjut juga berupa bagaimana respon kita terhadap kondisi masyarakat. Ambil contoh di Jember yang memiliki tingkat buta huruf yang tinggi. Kita coba memberikan hal yang kontekstual, untuk memberikan pemahaman bahwa sastra dan literasi memiliki tanggung jawab moral terhadap persoalan buta huruf”. Tutur Yongky yang juga koordinator bidang sastra Dewan Kesenian Jember.

 

Menurut Eko Suwargono, selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Jember, “sastra bukanlah hal yang remeh, maka dari itu ia menjadi satu bidang penting dalam struktur Dewan Kesenian Jember. Merawat sastra artinya menjaga kewarasan. Membangun sastra artinya membangun masyarakat yang waras. Memperjuangkan sastra berarti berjuang demi peradaban yang sehat dan waras.”

 

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: https://kibul.in/cara-berkontribusi/

 

Pendapat Anda:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *