(Rubrik) Sastra Anak: Bersastra dari Sudut Pandang Anak

Posted: 16 August 2018 by Redaksi Kibul

Tahun 90-an sepertinya menjadi masa yang menyenangkan bagi anak-anak. Pada tahun-tahun itu, baik itu lagu, film, ataupun bacaan anak dapat dengan mudah kita temui. Radio dan televisi nasional pada saat itu memberikan cukup banyak porsi waktu untuk program anak-anak.

Memang film-film anak pada saat itu masih didominasi oleh film luar, tapi paling tidak film-film tersebut sudah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Film anak buatan Indonesia pada saat itu yang cukup tenar adalah Si Komo dan Si Unyil.

Sedangkan untuk lagu anak, akan banyak sekali jika disebutkan satu per satu. Paling tidak ada tiga nama yang menghasilkan cukup banyak lagu untuk anak-anak, mereka adalah A.T. Mahmud, Ibu Sud, dan Pak Kasur. Bintang Kejora, Paman Datang, Burung Kutilang, Bangun Tidur, adalah sedikit dari karya-karya mereka.

Memang, saat ini bukan berarti lagu dan film untuk anak-anak tidak ada, tetapi keberadaan mereka tidak dengan mudah diakses oleh masyarakat umum. Mereka dapat dijangkau di saluran-saluran televisi berbayar atau di saluran internet tertentu. Sedangkan lagu dan film yang ada di saluran nasional umum, didominasi oleh lagu dan film dewasa, yang tidak menjadikan anak sebagai sudut pandang utama penciptaannya.

Tidak jauh berbeda dengan buku bacaan untuk anak. Jika kita menyempatkan diri untuk melihat-lihat buku untuk anak di tempat penjualan buku, memang banyak buku bacaan untuk anak-anak tapi sebagaian besar merupakan buku import. Sangat sedikit buku anak yang berbahasa Indonesia, yang diterbitkan oleh penerbit dalam negeri. Kalapun ada, biasanya didominasi oleh buku-buku yang berisi tuntunan untuk melakukan suatu kebaikan berdasarkan ajaran kepercayaan tertentu.

Untuk itu, kibul.in yang hadir dengan harapan menjadi ruang bagi permenungan akan kehidupan masa kini melalui kata-kata, merasa perlu menghadirkan Rubrik Sastra Anak  dalam http://anak.kibul.in sebagai tempat untuk menampung tulisan-tulisan yang secara khusus diciptakan untuk anak-anak meskipun dapat juga dinikmati oleh pembaca dewasa.

Kibul.in menerima tulisan untuk Rubrik Sastra Anak dalam bentuk cerpen, puisi, ulasan film anak, resensi buku anak, juga opini seputar dunia anak. Untuk dapat dimuat dalam Rubrik Sastra Anak, paling tidak tulisan tersebut dapat memenuhi beberapa poin berikut:

  1. Menggunakan sudut pandang anak-anak. Usia anda boleh saja sudah remaja, dewasa, bahkan sudah tua, tapi untuk dapat masuk dalam Rubrik Sastra Anak, tulisan yang anda buat harus menggunakan sudut pandang anak-anak usia 0–12 tahun.
  2. Membebaskan daya imajinasi anak. Hal ini berarti tulisan dibuat semenarik mungkin sehingga dapat memberikan pengalaman membaca yang merangsang daya imajinasi anak. Meski membebaskan imajinasi, hal ini tidak berarti tulisan harus panjang yang alih-alih menyenangkan, justru membosankan bagi anak-anak. Karena sifatnya yang membebaskan, maka tulisan bukanlah model panduan untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu atau seperti tips cara cepat menjadi dokter, polisi, anak kesayangan orang tua, anak saleh, dan lain sebagainya.
  3. Mengandung nilai-nilai kebaikan universal. Tulisan-tulisan yang dibaca oleh anak-anak akan terus melekat dalam diri mereka hingga nanti mereka dewasa. Karena itu, tulisan-tulisan dalam Rubrik Sastra Anak ini harus memuat paling tidak satu nilai kebaikan universal agar kebaikan itu melekat pada diri anak-anak yang membaca tulisan di Rubrik Sastra Anak. Anda dapat memilih satu dari dua belas nilai kebaikan berikut: kedamaian, penghargaan, tanggung jawab, kebahagiaan, kebebasan, toleransi, kerjasama, cinta kasih, kesederhanaan, persatuan, kejujuran, dan kerendahan hati.

Jika Anda memiliki tulisan dengan tiga poin di atas ada di dalamnya, dengan senang hati Kibul.in menerima tulisan tersebut dan menayangkannya di http://anak.kibul.in. Kami percaya, setiap orang pernah menjadi anak-anak dan setiap orang memiliki cerita yang layak diceritakan untuk anak-anak.

Pendapat Anda: