Pertunjukan Puisi Teater JAB

Posted: 17 December 2017 by Redaksi Kibul

Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin, 18 Desember 2017 mendatang akan menggelar Pertunjukan Puisi “Nyanyian Kebangkitan”. Pementasan dengan tema Berantai Kisah, Beruntai Kasih ini akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pukul 19.00. Pertunjukan ini akan menghadirkan reportoar-reportoar musikalisasi puisi dengan menambahkan unsur teatrikal puisi, pembacaan puisi, dan deklamasi puisi. Kali ini Teater JAB juga akan berkolaborasi dengan para alumninya, antara lain Fitri Merawati, Iqbal H. Saputra, Sule Subaweh, Afrizal Oktaputra, dan Dita Yulia Paramita. Selain itu, pementasan ini juga akan dimeriahkan oleh kelompok musikalisasi puisi Jejak Imaji dan Al Fine.

“Konsep pertunjukan puisi ini sebenarnya merupakan usaha elaborasi pertunjukan musikalisasi puisi. Namun, di dalamnya kami hadirkan teaterikal, tarian, dan unsur-unsur lainnya. Sebelumnya, Teater JAB sudah menggelar pementasan ini di Auditorium, Universitas Muhammadiyah Surabaya pada hari Sabtu, 18 November 2017. Antusiasme penonton di sana sungguh menggembirakan dilihat dari antusias penonton yang rata-rata pelajar dan mahasiswa. Hal tersebut juga memiliki kesan tersendiri mengingat di Surabaya pertunjukan musik puisi semacam ini masih jarang hadir sebagai sebuah pertunjukan tunggal. Musikalisasi puisi biasanya dihadrikan sekadar sebagai pelengkap suatu acara sastra. Melihat kesuksesan pementasan di Surabaya, diharapkan pementasan di Yogyakarta akan lebih semarak,” ujar Farid selaku pimpinan produksi acara ini.

“Nyanyian Kebangkitan” sebagai judul besar konser musikalisasi puisi ini merupakan judul puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda. Selain itu, karya lainnya yang akan disajikan adalah puisi karya Jabrohim yang berjudul “Syair untuk Leiser”, puisi karya Mahwi Air Tawar yang berjudul “Kabarkan Padaku”, puisi karya Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul “Tanah Air Mata”, puisi karya Abdul Wachid B.S. berjudul “Khasidah dari Negeri Hijau”, dan puisi karya Acep Zamzam Noor yang berjudul “Setelah Mencintaimu”. Teater JAB memang sudah dikenal oleh khalayak sastra di Yogyakarta dengan musikalisasi puisinya. Pada tahun 2007 Teater JAB bahkan sudah memroduksi album musik puisi pertamanya bertajuk “Tanah Air Mata” menggunakan judul puisi karya Sutardji Calzoum Bachri. Pada tahun 2011 kembali memroduksi album musikalisasi puisi bertajuk “Rindu Tak Terucap” menggunakan judul puisi karya Sule Subaweh.

“Pementasan kali ini Teater JAB mengangkat semangat cinta dan nasionalisme. Hal ini merupakan suatu upaya untuk semakin mendekatkan sastra kepada masyarakat umum sehingga sastra tidak hanya diminati oleh masyarakat sastra semata. Barangkali acara pertunjukan puisi semacam ini bisa menjadi pintu masuk bagi siapa pun yang hendak mempelajari atau lebih tahu mendalam tentang sastra. Melalui musikalisasi puisi semoga pergelaran ini akan semakin mengokohkan Yogyakarta sebagai ibu kota musikalisasi puisi. Acara ini tentu tidak boleh terlewatkan. Bagi yang ingin menyaksikan bisa membeli tiket, presale Rp20.000 dan OTS Rp25.000. informasi mengenai pemesanan tiket dapat menghubungi narahubung kami, Dwi di nomor ponsel 083824241151,” pungkas Farid.

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: https://kibul.in/cara-berkontribusi

Pendapat Anda:

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *