Puisi Sederhana 쉽게 씨워진 시 [Yun Dong-Ju]

Posted: 7 April 2017 by Herlinda Yuniasti

서시 (序詩)

죽는 날까지 하늘을 우러러
한 점 부끄럼이 없기를,
잎새에 이는 바람에도
나는 괴로워했다.
별을 노래하는 마음으로
모든 죽어가는 것을 사랑해야지
그리고 나한테 주어진 길을
걸어가야겠다

오늘 밤에도 별이 바람에 스치운다

 

 

Prolog

sampai hari kematianku, ku pandangi langit
berharap tak ada satu pun yang akan membuatku malu,
dedaunan yang tertiup angin pun
turut menggangguku.
Hati bernyanyi lagu tentang bintang
kan kucintai semua yang pasti mati
dan jalan yang diberikan untukku seorang
biar kulalui

Malam ini pun bintang beterbangan tertiup angin.

 

 

 

 

쉽게 씨워진 시

창밖에 밤비가 속살거려
육첩방은 남의 나라,

시인이란 슬픔 천명인줄 알면서도
한줄 시를 적어볼까,

땀내와 사랑내 포그니 품긴
보내주신 학비봉투를 받어

대학 노트를 끼고
늙은 교수의 강의 들으려 간다.

생각해 보면 어린 때 동무를
하나, 둘, 죄다 잃어 버리고

나는 무얼 바라
나는 다만, 홀로 침전하는 것일까?

인생은 살기 어렵다는데
시가 이렇게 쉽게 씨워지는 것은
부끄러운 일이다.

육첩방은 남의 나라
창밖에 빔비가 속살거이리는데,

등불을 밝혀 어둠을 조곰 내몰고,
시대처럼 올 아침을 기다리는 최후의 나,

나는 나에게 적은 손을 내밀어
눈물의 위안으로 잡는 최초의 악수

Puisi Sederhana

Hujan malam berbisik di luar jendela
Dari kamar beralas tatami di negeri asing,

Kutahu penyair adalah takdir yang menyedihkan
Tapi biarkan kutulis selarik puisi,

Kuterima amplop berisi uang sekolah
Sesak aroma keringat dan kasih sayang

Kuselip catatan di lenganku,
Pergi mendengar kuliah dari dosen yang tua.

Jika kuingat tentang teman-teman kecilku
Satu-dua, mereka hilang

Aku, apa yang kuharap
Jika hanya aku, yang tenggelam sendiri?

Konon hidup itu berat tapi puisi ini mudah saja ku tulis
sungguh membuatku malu

Dari kamar beralas tatami di negeri asing,
Hujan malam berbisik di luar jendela

Kunyalakan lampu, mengusir kegelapan,
Aku yang terakhir, menunggu datangnya pagi seperti sebuah masa,

Kuulurkan tangan kecilku pada diriku sendiri
Jabat tangan pertama dalam tangis yang menenangkan

 

 

 

 

자화상

산모퉁이를 돌아 논가 외딴 우물을 홀로 찾아가선
가만히 들여다 봅니다.

우물 속에는 달이 밝고 구름이 흐르고 하늘이 펼치고
파아란 바람이 불고 가을이 있습니다.

그리고 한 사나이가 있습니다.
어쩐지 그 사나이가 미워져 돌아갑니다.

돌아가다 생각하니 그 사나이가 가엾어집니다.
도로가 들여다보니 사나이는 그대로 있습니다.

다시 그 사나이가 미워져 돌아갑니다.
돌아가다 생각하니 그 사나이가 그리워집니다.

우물 속에는 달이 밝고 구름이 흐르고 하늘이 펼치고
파아란 바람이 불고 가을이 있고
추억처럼 사나이가 있습니다.

 

 

Potret Diri

Di sudut bukit, sendirian kucari sebuah sumur terpencil
Diam-diam kulihat ke dalamnya.

Di kedalaman sumur, bulan bersinar terang, awan berjalan, langit terbentang
angin bertiup, dan musim gugur.

Juga seorang lelaki.
Entah bagaimana, aku benci lelaki itu kemudian ku bergegas pergi

Setelah kutinggalkan, lelaki itu terlihat menyedihkan.
Lalu aku kembali, lelaki itu masih ada di sana.

Kubenci ia lagi, dan meninggalkannya di sana.
Setelah kutinggalkan, aku merindukannya.

Di kedalaman sumur itu, bulan bersinar terang, awan berjalan, langit terbentang,
angin bertiup, musim gugur,
Juga seorang lelaki, layaknya sebuah kenangan

 

 

 

Profil Yun Dong-Ju:

Yun Dong-Ju adalah penyair Korea kelahiran 30 Desember 1917, di Longjin, Jilin, Tiongkok. Pada saat Yun Dong-Ju masih bersekolah di Yeonhui Technical School (yang sekarang adalah Yonsei University), Jepang mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat Korea untuk mengubah nama mereka menjadi nama Jepang. Yun Dong-Ju mengubah namanya menjadi Hiranuma Doju, dan berkuliah ke Rikkyo University Tokyo, Jepang jurusan Sastra Inggris pada 1942 sebelum pindah ke Doshisha University Kyoto enam bulan setelahnya. Yun Dong-Ju ditangkap Jepang dengan dakwaan ikut serta gerakan kemerdekaan oleh mahasiswa-mahasiswa Korea di Jepang. Dia meninggal di Penjara Fukuoka, Jepang pada 16 Februari 1945 bersama dengan sekitar 1800 orang lainnya karena suntikan misterius. Enam bulan setelah kematiannya, Jepang kalah dalam peperangan dan Korea merdeka.

Pada Januari 1948, buku kumpulan puisinya yang berjudul 하늘과 바람과 별과 시 (Langit, dan Angin, dan Bintang, dan Puisi) diterbitkan. Puisi-puisi Yun Dong-Ju terkenal dengan tema kehidupan manusia dan penderitaan, kekhawatiran terhadap realita negaranya yang menderita karena pendudukan Jepang.

Kisah hidupnya telah difilmkan, berjudul : Dongju The Portrait of a Poet (2016)

 

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi/

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *