Puisi Matsuo Basho dan Priest Sosei

Posted: 21 April 2017 by Dian Annisa

京は
九万九千くんじゅの
花見哉
(Kyo wa/ kuman-kusen kunju no/ hanami kana)

Di Kyoto
Sembilan puluh sembilan ribu orang
Melihat bunga

 

初桜
折しも今日は
よき日なり
(hatsuzakura/ orishimo kyo wa/ yoki hi nari)

Bunga sakura mekar
Sekarang, hari ini
Di hari yang cerah

 

さまざまの
こと思ひ出す
桜哉
(samazama no/ koto omoidasu/ sakura kana)

Terlalu banyak
Hal yang kukenang
Bunga sakura

 

月花も
なくて酒のむ
独り哉
(Tsuki hana mo/ nakute sake nomu/ hitori kana)

Tiada bulan, tiada bunga
Hanya minum sake
Sendiri

 

Keempat puisi di atas oleh Matsuo Basho

Tentang Matsuo Basho:

Lahir tahun 1644, di Ueno, Provinsi Iga. Basho adalah penyair paling terkenal pada zaman Edo. Basho dikenal sebagai master haiku (puisi pendek Jepang yang punya ciri khas 5-7-5 suku kata dan kigo (kata yang berkaitan dengan musim ketika haiku ditulis)). Basho melakukan perjalanan keliling Jepang untuk mendapatkan inspirasi. Karyanya yang paling terkenal adalah travelog Oku no Hosomichi (The Narrow Road to the Deep North) yang jadi salah satu teks wajib untuk murid SMA di Jepang.

 

花の木も
今はほり植ゑじ
春たてば
うつろふ色に
人ならひけり
(Hana no ki mo/ ima wa hori ueji/ haru tateba/ utsurou iro ni/ hito naraikeri)

Mungkin aku seharusnya tidak menanam pohon bunga
Karena mengingatkanku dengan mereka
Yang datang di musim semi ketika bunga bermekaran
Dan pergi di waktu yang lain

 

いつまでか
野辺に心の
あくがれむ
花し散らずは
千代もへぬべし
(itsumade ka/ nube ni kokoro no/ akugaremu/ hana shi chirazu wa/ sendai mo he nu beshi)

Betapa aku menyukai padang ini
Yang dihiasi bunga-bunga
Jika bunga tidak berguguran, bertahan
Mungkin aku akan tetap disini
Selamanya

 

おもふどち
春の山辺に
うちむれて
そことも言はぬ
旅寝してしか
(omoudochi/ haru no yamabe ni/ uchi murete/ soko tomo iwanu/ tabine shite shika)

Musim semi kali ini
Aku pergi ke gunung
Bersama kawan
Menghabiskan malam bersama
Di bawah langit terbuka

 

今こむと
言ひしばかりに
長月の
有明の月を
待ちいでつるかな
(ima komu to/ iishibakari ni/ nagatsuki no/ ariake no tsuki wo/ machiide tsuru kana)

Dia berjanji padaku
Akan segera datang
Aku menunggunya
Tapi siapa yang datang
Selain berkas bulan di pagi hari?

 

Keempat puisi di atas oleh Priest Sosei

Tentang Priest Sosei

Priest Sosei adalah seorang penyair dan pendeta Buddha. Puisi ini termasuk dalam antologi puisi Jepang kuno dan modern Kokin Wakashuu yang selesai dikumpulkan pada tahun 920.

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi/

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *