[Ngibul #50] Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sastra Indonesia

Posted: 29 January 2018 by Asef Saeful Anwar

Kesulitan pertama menulis tentang beliau dalam hubungannya dengan sastra Indonesia adalah justru mengolah emosi, bukan mengolah materi. Mungkin ini juga yang dialami teman-teman yang kontra dengan sejumlah langkah dan pernyataan beliau sehingga yang keluar adalah cacian dan makian–sesuatu yang saya keluarkan pada dinding kamar yang tak salah apa-apa. Saya merasakan itu dan dapat mengerti, meski demikian saya mengajak teman-teman yang…

Read more

Sal Murgiyanto: Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Kedua – Habis]

Posted: 22 February 2017 by Michael H.B. Raditya

Sal

Catatan Redaksi: Artikel ini cukup panjang, demi kenyamanan pembaca kami membagi artikel ini menjadi dua bagian. Ini adalah bagian yang kedua. Bagian pertama bisa disimak di Sal Murgiyanto:  Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Pertama]   Sekembalinya ke tanah air pada Desember 1976, Pak Sal turut membantu Sardono dalam beberapa karyanya. Selain itu, ia juga langsung diminta menangani dua pekerjaan…

Read more

Sal Murgiyanto: Ketika Cahaya Merah (Tetap) Berpijar [Bagian Pertama]

Posted: 22 February 2017 by Michael H.B. Raditya

Sal

Catatan Redaksi: Artikel ini cukup panjang, demi kenyamanan pembaca kami membagi artikel ini menjadi dua bagian. Ini adalah bagian yang pertama.   Pada tahun 1993, kalimat yang senada dengan tajuk tulisan ini menjadi judul dari sebuah buku. Buku bertajuk Ketika Cahaya Merah Memudar terbit dan cukup menyita perhatian pelbagai kalangan seni ketika itu. Jika dicermati tajuk dari buku tersebut, mungkin…

Read more