Ruang dan Waktu oleh Irwan Apriansyah

Posted: 17 November 2017 by Irwan Apriansyah

PENEGASAN Ia terbangun Dengan seribu kecemasan Di matanya Kegelapan merambat di wajah langit Gemintang seolah redup Bulan tak lagi tembaga Dunia kehilangan warna Kata-kata menjauh dari lidah Sang kekasih bangkit, berjalan, terhuyung Mencari tempat paling sunyi Di mana hanya ada dirinya Dan bayang mimpi Barangkali Mimpi tak perlu ditafsir Sebagai wahyu Barangkali Tuhan tak memberi perintah apa-apa Barangkali cinta tak…

Read more

Menyimak Cara Kerja Aan Mansyur

Posted: 16 November 2017 by Redaksi Kibul

Saat kecil ia berpikir bahwa manusia adalah makhluk paling membosankan. Pikiran ini membuatnya malas bergaul. Ia tidak pernah meninggalkan rumah, dan dengan keluarga pun ia jarang mengobrol. Kepada ibunya ia justru suka menulis surat, begitu pun kepada gurunya di sekolah. Suratnya bisa amat panjang yang dapat membuatnya kena teguran. Ia lebih suka berada di dalam perpustakaan kakeknya. Membaca buku-buku yang…

Read more

Kematian Kirana

Posted: 7 November 2017 by Nisa Ramadani

kirana

Kirana tergeletak di halaman belakang rumahnya. Di antara rerumputan berembun dan aroma nasi yang ditanak tetangganya, ia tertidur. Sungguh, bagi siapa saja yang melihatnya pasti akan merasakan suasana damai sekaligus haru. Matanya terpejam dengan wajar, tidak terlalu rapat namun juga tidak menyisakan sehimpit celah. Sesekali bibirnya melengkungkan senyum tanpa sebab yang jelas. Ia menyembunyikan alasannya di tempat yang tak bisa…

Read more

[Ngibul #39] Untuk Mereka yang Menderita di Bawah Pemerintahan Pontius Pilatus

Posted: 6 November 2017 by Olav Iban

Hari ke-14 bulan Nisan. Akhirnya tiba sudah, disertai gugur daun zaitun dan hembusan kasar angin penggiring pasir berkapur menelusuk mata para gembala. Hari kematian sepupuku, si pencuri ternak. Si pembunuh ternak tepatnya, ia mencuri namun tanpa menikmati hasilnya. Terbunuh sia-sia dia, si domba curian, karena orang banyak telah mulai melempari batu saat sepupuku baru saja bersiap menggarami seiris besar daging…

Read more

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? oleh Asef Saeful Anwar

Posted: 6 November 2017 by Asef Saeful Anwar

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? pertemuan kali itu kita malumalu bertatapan dan gelagapan mencari pegangan tapi tak bisa saling menggenggam   katakata patah sebelum diucapkan darah dan napas beradu terburu tak ada yang ingin disimpan tapi segalanya tersembunyikan sampai perpisahan   apa ada yang lebih asu dari rindu yang makin menggonggong selepas bertemu?   pada dinding kubisikkan perasaaan…

Read more

Di Bangku Bus Malam oleh Remon Sulaiman

Posted: 3 November 2017 by Remon Sulaiman

DI BANGKU BUS MALAM   Sebuah tanda pesan membuat gemetar dada telepon genggamnya Sejenak dering memecah di udara Juli yang kering   Tidakkah kau akan pulang malam ini, tualang Kemana lagi kau akan pergi ?   Ke Jambi Ke Muara Batanghari Kukejar engkau Duhai, rindu yang pergi   Muarabungo, 2017     SEBUAH BUS MALAM YANG TERPAKSA BERANGKAT PAGI Sebuah…

Read more

Seminar Nasional Mencari Formula Baru Kritik Sastra Indonesia

Posted: 31 October 2017 by Redaksi Kibul

kritik sastra

Studi sastra dari masa ke masa senantiasa mengalami perkembangan. Bergerak dinamis antara dibentuk dan membentuk kebudayaan sebuah zaman. Pada suatu masa studi sastra semata berkutat pada teks dengan aras strukturalisme dan formalisme, di masa yang lain dapat menjadi studi yang sifatnya interdispiliner dengan menyerap teori-teori sosial dan budaya untuk mengkaji karya sastra, di masa berikutnya studi interdispliner juga bisa dikritisi…

Read more