[Ngibul #60] Mabuk Puisi di Bulan Puisi

Posted: 9 April 2018 by Fitriawan Nur Indrianto

April 2018, masyarakat Indonesia mendadak heboh. Sebuah puisi berjudul Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara “29 Tahun Anne Avantie Berkarya” di Indonesia Fashion Week tanggal 30 Maret 2018 menjadi viral, mengundang kehebohan dan melahirkan kontroversi. Kontroversi muncul karena di dalam puisi tersebut terdapat diksi-diksi antara lain:  syariat…

Read more

Kesederhanaan Puisi-puisi Kedung

Posted: 17 March 2018

Title: sepilihan puisi: masa lalu terjatuh ke dalam senyumanmu Author: Kedung Darma Romansha Genre: Kumpulan Puisi Publisher: Rumah Buku Release Date: Februari 2018 Pages: xx+68 hlm. Harga: Rp 59.000   Puisi bisa membahagiakan kita dengan citraan-citraan yang segar dan diksi-diksi yang unik di atas perkara-perkara yang sudah lazim, dan itulah…

[Ngibul #54] Warna dalam Puisi Naya

Posted: 26 February 2018

Berkali-kali saya membolak-balik buku puisi Abinaya Ghina Jamela (selanjutnya disebut Naya) berjudul “Resep Membuat Jagat Raya”. Buku itu berisi 59 puisi yang merupakan hasil cipta dari gadis kecil berusia 8 tahun. Tentu ada banyak hal “ajaib” dalam puisi-puisi Naya, mulai dari imaji sederhana namun cukup membuat kita heran bagaimana bisa…

[Ngibul #48] Puisi dalam Stereotip Gaib dan Menye

Posted: 15 January 2018

Entah mengapa di kalangan masyarakat umum khususnya anak muda puisi kerap dianggap sebagai sesuatu yang kalau tidak gaib ya menye. Gaib karena bagi anak muda bahasa puisi dianggap sebagai bahasa yang berat. Seolah bahasa puisi adalah bahasa planet Namec yang ditulis para alien. Ketika seorang kenalan baru menanyakan pada kita…

Vonis Ahok

[Ngibul #19] Hukum Jante untuk Ahok Arkidam!

Posted: 12 June 2017

Catatan: Tulisan ini hanya cocok dibaca oleh penikmat sastra yang suka berbincang gayeng walau beda pendapat. Tidak untuk penikmat politik, apalagi dengan semangat-semangat kebencian. Santai wae. Ra sah emosi. *** Ketika mendengar siar berita Ahok divonis penjara, di bibir saya berkembang senyum. Bukannya tidak berduka, bukan pula beria-ria, hanya semata…

malam

Di Pucuk Malam oleh Muharwi Mukal

Posted: 26 May 2017

MENJEMPUTMU Dan aku adalah diriku dengan keadaan yang tak pernah genah. Sebuah sajak pun merangkak di antara tubuhku yang sonder pijak. Menjemputmu, hari depan adalah perjudian kelabu bagi mata dadu sonder tentu. Dan hari ini masih berisi babak yang sama babak-babak lalu yang masih saja kurawat. Ambivalensi yang belum tamat….

Bersarang di Gunung Mekongga oleh Achmad Hidayat Alsair

Posted: 28 April 2017

Bersarang di Gunung Mekongga Kini giliranku mengintai basah lembah di utara kala peladang memanen embun dan wanitanya memanggul lesung perlahan ribuan ruas silau datang menempa keruh mata disesapnya lumut peluh, ditanamnya bibit dahaga kulerai kerongkongan dari lidah sebelum lambung terkulai   Tiba di hulu, sambutan kuntum-kuntum pengabdi surya nirmala aku…