Blues untuk Aida oleh Billy Kobra

Posted: 3 March 2017 by Billy Kobra

BLUES UNTUK AIDA

terik kenangan sampai juga

di dadaku, detik dan semesta jadi gagap

dipeluk aku ke puncak haru

mengairi degup berabad-abad

 

lalu pandang bertukar muara

pada rindu bersandar, menemu bisu

kutinggalkan sebuah

puisi tanpa abjad, pada

bening binar matamu

 

muasal sepi melahirkan api

 

 

 

 

ASMARA PADA ANGKA-ANGKA

di kamar losmen pengap

limapuluh ribu semalam

ia mengisahkan tentang

perut yang lapar

dan takhayul kasih-sayang

sambil melepas ikat pinggang

malam melabuhkan rintik

udara lusuh berdebu

setengahduapagi

radio bersenandung pilu

“Romance De Amour”, mereka

sama-sama terperanjat

bulan hamil muda

ia rebah di tepian

ranjang mengecup duka

dadanya, selain sunyi

makin sangsi

malam melabuhkan rintik

udara lusuh berdebu

sambil merokok mereka

berbincang harga, cinta;

Nasib

Berjudi

di luar jendela

 

 

 

ZIARAH INGATAN

di kota yang pernah kutelan

harum anggur dari nafasmu

kita kembali bertatapan

begitu erat. begitu lekat

 

aku berenang

kosong matamu, padanya kuselami

sisa masa mudaku

‘La Malaguena’ menuntunku pada keningmu, bibirmu, lehermu

hingga tepat di atas dadamu, mataku terbelalak

banyak luka terpahat disana

 

“Sebotol Champagne sesuai permintaan anda, Monsieur, bonne soirée!”, ujar pelayan itu sambil lalu

 

kita tetap diam. waktu tetap berputar

malam makin biru

botol ketiga, dan sunyi masih mengendap di atas meja

 

*Gambar karya Antonio Mora

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi/

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *