Hikayat Winning Eleven

Posted: 10 January 2018

Tiga dekade lalu, di setiap kota kecil di Jawa selalu ada seorang bocah yang dilahirkan sebagai jawara Winning Eleven.  Tak peduli di kecamatan mana atau kelurahan apa, selama ada rental Playstation, selalu saja ada bocah paling terampil di antara segala pakar. Ia adalah jenis bocah yang pada umur 10-12 tahun menonton Serie A Liga Calcio di RCTI. Menyaksikan Rui Costa…

Read more

Dia yang Mengaku Termiskin di Dunia

Posted: 9 January 2018

M senantiasa memandang dirinya sebagai seseorang yang serba kurang dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Kalau bertemu abang becak, ia merasa tak punya becak. Kalau bertemu pemulung, ia merasa tak punya karung. Kalau bertemu tukang parkir, ia merasa tak punya peluit. Pekerjaannya sebagai operator player di sebuah tempat karaoke tak membuat dirinya merasa memiliki usaha karaoke dengan tiga cabang di kotanya…

Read more

[Ngibul #47] Pertama, Orang-orang yang Hanya Membaca Buku-buku Tere Liye. Kedua, Orang-orang yang Merasa Tidak Suka Membaca

Posted: 8 January 2018

Tak terasa sudah tahun 2018. Artinya, setahun sudah saya menjadi pelapak buku online. Melapak buku pun dimulai dengan posisi keterhimpitan yang keparat. Januari tahun lalu, nasib hidup saya benar-benar kecut. Skripsi belum selesai, beasiswa negara tak lagi cair, ditambah saya harus keluar kerja. Maka dengan gaji terakhir yang bahkan kurang dari UMR Jogja, saya nekat menggunakan uang tersebut untuk mengulak…

Read more

[Ngibul #TahunBaru] Kibul dan Rencana-Rencana 2018

Posted: 1 January 2018

Website yang anda lihat ini diawali oleh rembugan kekancan antara saya dan redaktur lain. Hingga saat ini saya—dan mungkin juga rekan-rekan redaktur lain—tidak menyangka bahwa kami telah berproses dalam Kibul selama hampir setahun. Kalau ditanya modal Kibul darimana, barangkali saya akan menjawab bahwa Kibul lahir dengan modal nekat, pertemanan, dan patungan. Yang terakhir barangkali adalah metode paling primitif yang dilakukan…

Read more
yerusalem

Yerusalem oleh Thoriq Aufar

Posted: 29 December 2017

Catatan Redaksi: Dalam bayangan perang, Yerusalem menjelma ladang penuh pertumpahan darah nir kasih sayang diantara pemeluk agama. Yerusalem yang menjadi simbol perdamaian tiga agama samawi justru luntur akibat perselisihan yang tak kunjung habisnya. Puisi ini nampaknya mengonstruksi realitas yang demikian. Pertentangan antara yang ideal dan yang real begitu kentara, antara yang seharusnya dengan yang senyatanya. Puisi ini juga menggambarkan bagaimana…

Read more

BBS #147: Pesta Puisi Akhir Tahun: Yogya Halaman Indonesia

Posted: 28 December 2017

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta, menggelar agenda bulanan Bincang-bincang Sastra yang pada akhir tahun 2017 ini sampai pada edisi ke 147. Acara Bincang-Bincang Sastra kali ini bertajuk “Pesta Puisi Akhir Tahun: Yogya Halaman Indonesia Jilid II”. Acara akan berlangsung pada Sabtu, 30 Desember 2017 pukul 20.00 di Amphiteater Taman Budaya Yogyakarta. Akan tampil dalam acara…

Read more

Mengalami Sastra di Tahun Baru di JBS

Posted: 27 December 2017

Selepas azan asar berkumandang, sore itu hawanya cukup panas ketika Kibul.in mengunjungi kedai Jual Buku Sastra (JBS). JBS merupakan kedai buku alternatif yang dari luar nampak seperti bukan toko buku. Meskipun demikian, JBS telah lama menjadi rujukan rutin bagi sejumlah pecinta buku yang tak menemukan buku yang diinginkannya di toko buku biasa. Bahkan, bila berkunjung ke JBS dan kita tak…

Read more