[Ngibul #TahunBaru] Kibul dan Rencana-Rencana 2018

Posted: 1 January 2018 by Andreas Nova

Website yang anda lihat ini diawali oleh rembugan kekancan antara saya dan redaktur lain. Hingga saat ini saya—dan mungkin juga rekan-rekan redaktur lain—tidak menyangka bahwa kami telah berproses dalam Kibul selama hampir setahun. Kalau ditanya modal Kibul darimana, barangkali saya akan menjawab bahwa Kibul lahir dengan modal nekat, pertemanan, dan patungan. Yang terakhir barangkali adalah metode paling primitif yang dilakukan manusia untuk mengumpulkan dana yang cukup besar demi tujuan yang sama. Karena segala sesuatunya dilakukan secara swadaya dan swadana, maka perekat kami hanya komitmen antar redaktur untuk mempertahankan Kibul, mbuh piye carane. Keterbatasan-keterbatasan itulah yang membuat kami belum bisa memberikan apresiasi berupa honorarium kepada kontributor—juga redakturnya. Selama ini,  kami baru bisa mengapresiasi karya para kontributor dengan menyebarkan karyanya agar karyanya dibaca orang sebanyak mungkin. Kami yakin, tujuan utama karya sastra diciptakan adalah untuk dibaca dan diapresiasi, tidak hanya demi honorarium belaka yang belum tentu sepadan dengan nilai karya yang dihasilkan. Puji syukur, hal tersebut ternyata tidak kami yakini sendiri. Terbukti dengan masuknya ratusan karya ke surel redaksi Kibul dalam kurun waktu 10 bulan ini.

Kibul mungkin bukan situs web pertama yang bertemakan sastra, seni, dan budaya. Kibul tentu saja jauh dari situs web sejenis yang sudah mapan dan memiliki banyak kontributor. Kami hanya situs web yang diawali dengan sederhana, namun memiliki visi memberikan kontribusi pada dunia sastra di Indonesia. Visi yang sebenarnya seringkali terdengar sok-sokan. Siapa sih kami ini? Kami belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh Sastra Indonesia. Barangkali jika perbandingannya terlalu jauh, coba bandingkan dengan nama-nama pegiat sastra di Yogyakarta. Mungkin kalangan sastrawan Yogyakarta hanya akan mengenal Asef dan Indri, atau kalau sering beli buku secara online mungkin nama Bagus lebih dikenal. Olav barangkali dikenal karena sesekali menulis opini di koran lokal, walaupun jarang orang mengingat nama penulis di kolom opini. Saya? Paling yang kenal juga rekan-rekan redaktur sendiri, hehehe.

Walau terdengar terlalu muluk-muluk, visi yang kami bawa ini sebenarnya masih masuk akal dan terjangkau. Saya pikir memberikan kontribusi kepada dunia sastra tidak melulu urusan para penulis, pembaca sastra, kritikus sastra dan tentu saja karya sastra itu sendiri. Banyak peran-peran lain yang juga bisa memberikan kontribusi terhadap dunia sastra di Indonesia. Kebanyakan dari mereka justru berperan di belakang layar. Penerbit, penerjemah, editor, toko buku, distributor buku misalnya. Tentu kita tidak bisa mengecilkan peran-peran lain seperti percetakan, penata letak, perancang sampul, dan peran-peran lain yang kadang sering kita lupakan.

Media seperti kami juga bisa memberi kontribusi dalam dunia sastra. Dunia sastra tentu tidak bisa lepas dari seni dan budaya. Maka kami tidak membatasi diri untuk menyebarkan kabar baik mengenai sastra saja, namun juga seni dan budaya. Kami mencoba berkontribusi mengenalkan sastra—juga seni dan budaya—melalui situs web ini. Kami bisa membantu rekan-rekan yang turut berkontribusi di situs web ini untuk lebih dikenal khalayak. Kami bisa membantu memberitakan acara-acara seni, sastra dan budaya. Kami berharap masyarakat bisa mendengar dan membaca kabar-kabar baik tersebut dan mengapresiasinya, sehingga pelaku dunia sastra, seni, dan budaya semakin bergairah untuk berkarya.

Melalui situs web ini kami berharap supaya masyarakat dan—khususnya—kaum muda bisa dekat dengan sastra, seni, dan budaya yang seringkali dianggap serius, suci, bahkan adiluhung. Sastra, seni, dan budaya bisa didekati dan dihayati dengan asyik dan menyenangkan seperti layaknya mendekati lawan jenis yang diniatkan menjalani hubungan yang lebih serius. Kami membuka diri kepada pembaca sastra pemula maupun yang sudah lama menggemarinya. Kami membuka ruang yang luas—seluas kapasitas hosting yang kami miliki—untuk penulis sastra pemula, maupun penulis sastra ternama. Kadangkala kami tidak segan memberi sedikit masukan atau komentar supaya karya yang didermakan kepada kami bisa menjadi lebih baik, dan lebih readable bagi pembaca pemula, meskipun tidak jarang karya yang telah kami beri masukan dan komentar itu malah dibiarkan mati oleh penulisnya.

Kami membuka ruang untuk siapapun yang ingin mengenalkan sastra dari bahasa asing kegemaranmu di rubrik terjemahan. Bahkan jika kamu hanya ingin unjuk kemampuan bahasa asingmu dengan mengalihbahasakan tulisan sastra, kami juga siap untuk menerima. Tidak hanya sastra dari bahasa Inggris atau Prancis yang sudah dikenal betul kualitas kesusastraannya, kami juga siap menerima terjemahan dari Azerbaijan hingga Zimbabwe, dari Kongo maupun Papua Nugini. Barangkali terjemahanmu bisa menginspirasi penulis mula sampai kelak menerima nobel sastra.

Bagi kamu yang gemar nyacati karya sastra maupun karya literasi lain, kamu bisa menulis opinimu di situs web kami. Tentu saja kamu harus bertanggungjawab atas tulisanmu tanpa harus berlindung pada teori ini itu yang seringkali dijadikan tameng atas kelalaianmu berlogika.

Kami berharap, tahun ini akan lebih banyak kontributor yang mendermakan tulisannya kepada kami. Kami akan merayakan dengan menerbitkan dan menyebarkannya, supaya namamu abadi. Menulis adalah bekerja untuk keabadian, seperti kutipan Pramoedya Ananta Toer, yang seringkali dicetak di pembatas buku yang diberikan cuma-cuma oleh pelapak buku daring.

Hal-hal yang telah kami lakukan itu memang sederhana, namun saat ini memang baru itu yang bisa kami upayakan. Kami memilih melakukan langkah-langkah kecil yang bisa kami lakukan daripada berencana mengambil  langkah besar namun tidak dilakukan.

Tentu saja untuk menjalankan visi yang sangat aduhai itu, kami tidak bisa hanya melakukan hal-hal yang saya sebutkan tadi saja. Sebagai redaktur, kami selalu mencoba untuk mengeksplorasi apa saja yang bisa kami lakukan untuk berkontribusi dalam dunia sastra, seni, dan budaya di Indonesia. Banyak rencana yang muncul di benak kami, banyak yang sangat mungkin dilakukan, namun tentu saja kami tidak mungkin melakukannya secara serentak.

Hal agak besar yang akan kami lakukan tahun 2018 adalah menerbitkan buku Antologi Cerpen dan Puisi Pilihan Kibul 2017. Ada sekitar 28 cerpen dan 28 penulis puisi yang pernah diterbitkan di situs web Kibul yang akan dikurasi oleh redaktur dan tentu saja teman-teman pembaca dapat mengikuti polling cerpen dan penulis puisi favorit yang akan kami publikasikan beberapa hari ke depan melalui media sosial kami. Buku Antologi tersebut direncanakan akan diluncurkan bulan Maret 2018. Selain menandai satu tahun Kibul, tentu saja kami berharap agar buku tersebut bisa menjadi pemantik karya-karya lain dari Kibul.

Di samping itu, kami juga akan membuka rubrik baru. Yang pertama adalah meluaskan rubrik resensi dan rubrik opini untuk menerima resensi film dan opini film. Rubrik kedua adalah rubrik sastra anak. Dengan hadirnya dua rubrik ini, Kibul mengharapkan bahwa tulisan-tulisan di website ini akan makin luas terjangkau untuk kalangan hits maupun kalangan anak-anak.

Mohon doa restu dan dukungannya untuk resolusi-resolusi yang telah sedikit kami kabarkan.

Sebagai penutup Ngibul kali ini, izinkan saya mewakili seluruh redaktur kibul mengucapkan selamat tahun baru 2018, semoga kita semakin banyak #MocoBenPinter.

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *