Fatamorgana oleh Mokhamad Malikul Alam

Posted: 25 August 2017 by Mokhamad Malikul Alam

Fatamorgana Saujana yang merah, dan senyum bibir yang fatamorgana. Desah angin dan lengking camar mencipta lagu semesta. Tersembunyi pesan tentang sunyi dan hal-hal yang menumbuhkan ingatan yang kenang.   Aku melihat seorang lelaki, perempuan dan bocah tengah membangun istana di garis pantai yang memantulkan warna keemasan. Mereka menjelma siluet di cakrawala yang remang- remang. Diantara karang dan perahu yang kabur…

Read more

Mengingat Kembali Wajahmu oleh Arie A. Nasution

Posted: 11 August 2017 by Arie A. Nasution

Mengingat Kembali Wajahmu     :Setiawati Mengingat kembali wajahmu seperti mengupas bawang di depan mata sedikit terbayang paras sayu selebihnya samar dalam air mata   mengingat kembali wajahmu seperti menumpuk kayu-kayu menjulang setinggi eru hanya terlihat selipat kuku   andai mata bekerja seperti digital kamera wajahmu telah berjuta memenuhi kornea   mengingat kembali wajahmu beruntungnya aku tidak lagi mudah tertipu pada…

Read more

Dialog Air Mata oleh Daffa Randai

Posted: 28 July 2017 by Daffa Randai

Berita Duka Dan hujan pun larut dalam secangkir dukamu Meluruhkan iba pada daun-daun kamboja Karangan bunga─ukiran nama Juga istana merupa tanah yang bagimu itu jatah: Batas persimpuhan buat pamit pada mereka   Bunga-bunga setaman tiba tumbuh di muka air Permandian─buatmu nanti kembali pulang Lalu di luar ramai langkah, berkecimpungan air mata   Sebelum waktu mengantarmu pada Tempat paling pangkal: buat…

Read more

Gondolayu oleh Faruk HT

Posted: 14 July 2017 by Faruk HT

GONDOLAYU Cangkir kaleng berkarat segelas kopi dan sejumput bunga yang manakah jalan ke sorga atau kau tak pergi ke mana-mana terus menungguku di pojok kamar itu setelah mengambil sebatang rokok yang selalu kusediakan di sana   Sudah kutiti jembatan waktu sudah kulewati goncangan itu Colt campus dan trans-yogya pohon nangka dan sapu lidi tanah berpasir guratan nasib aku menunggu  …

Read more

Cinta pada Sebuah Ladang oleh Neng Lilis Suryani

Posted: 23 June 2017 by Neng Lilis Suryani

ladang

Cinta pada Sebuah Ladang (1) Setelah jejak Hati kita patuh pada alam Menunduk pada getar romansa huma Ladang-ladang penduduk dimainkan angin Kupu-kupu dan kepak burung   Di sebuah bukit Aku, kau, pada pejam yang gaib itu Menghayati tetumbuhan dengan Mata ke arah ngarai Lalu kau berkata tentang atap Yang dibikin dari jerami, Bintang yang berumah di tanah, Dan cemara pada…

Read more

Karya Unggulan Lomba Penulisan Puisi Etnika Fest 2017

Posted: 9 June 2017 by Redaksi Kibul

GUMAM MALAM STASIUN PINGGIR KOTA Oleh Chandra Krisnawan   Tatapan selapis celak dan senyum segaris gincu lembap di udara. Warna jelaga rel baja susut. Dingin menjelanak. Atis kerak sampai sumsum. Duri berbentuk batu-batu kerikil membentang seluas ruang. Deru kereta kesudahan meruyupkan stasiun pinggir kota.   Aku terkesima di kisaran gelap. Mendengar seruan tanpa paras. Meletup 40 derajat ke langit. Lalu…

Read more

Di Pucuk Malam oleh Muharwi Mukal

Posted: 26 May 2017 by Muharwi Mukal

malam

MENJEMPUTMU Dan aku adalah diriku dengan keadaan yang tak pernah genah. Sebuah sajak pun merangkak di antara tubuhku yang sonder pijak. Menjemputmu, hari depan adalah perjudian kelabu bagi mata dadu sonder tentu. Dan hari ini masih berisi babak yang sama babak-babak lalu yang masih saja kurawat. Ambivalensi yang belum tamat. 2017     DI PUCUK MALAM Di pucuk malam, sunyi…

Read more