Kehidupan Perempuan: Sebuah Perbandingan antara Indonesia dan India

Posted: 17 January 2018 by Batari Oja

Sekitar setengah dari gadis remaja (usia 18 tahun) di India tidak menyelesaikan SMP. Angka tersebut lebih tinggi di kalangan perempuan dewasa (di atas 18 tahun). Perempuan India rata-rata pernah menempuh bangku sekolah kurang dari empat tahun saja. Hanya satu dari empat perempuan (usia produktif) yang mampu bekerja pada sektor industri dan jasa di negara ini. Hal ini berimplikasi bagi perkembangan…

Read more

Hikayat Winning Eleven

Posted: 10 January 2018 by Olav Iban

Tiga dekade lalu, di setiap kota kecil di Jawa selalu ada seorang bocah yang dilahirkan sebagai jawara Winning Eleven.  Tak peduli di kecamatan mana atau kelurahan apa, selama ada rental Playstation, selalu saja ada bocah paling terampil di antara segala pakar. Ia adalah jenis bocah yang pada umur 10-12 tahun menonton Serie A Liga Calcio di RCTI. Menyaksikan Rui Costa…

Read more

Post-warkop: Dialektika dan Perenungan di tengah Keramaian

Posted: 15 November 2017 by Tri Wahyudi

Membaca keramaian tentu saja tidak dapat dilepaskan dari terjadinya interaksi antarperson yang terlibat di dalamnya. Singgungan-singgungan yang terus terjadi memunculkan aksi dan reaksi yang menghasilkan lanskap unik tentang bagaimana memaknai kebebasan. Manusia seolah menjadi liar ketika ia ‘dikeluarkan’ dari rutinitasnya. Warung kopi, sebuah ruang yang tak lagi sekedar menjadi tempat untuk menikmati minuman pelega dahaga tetapi telah menjelma menjadi sebuah…

Read more

In Absentia Sumpah Pemuda dan Sastra

Posted: 29 October 2017 by Asef Saeful Anwar

Indonesia menyatakan kemerdekaannya tidak dengan menembakkan bedil atau meriam ke udara, tapi dengan membacakan sebuah naskah proklamasi. Naskah yang disusun dalam bahasa nasional, bahasa Indonesia, bukan bahasa kolonial milik Belanda apalagi Jepang. Namun, penanda kemerdekaan yang demikian kasat ini tidaklah membuat bahasa menempati posisi yang laik dalam setiap perbincangan seputar kemerdekaan. Bahwa telah ada perjuangan menyusun bahasa nasional pada masa…

Read more

Pentingnya Pemuda Generasi 2028

Posted: 28 October 2017 by Olav Iban

Mari kita akui bahwa pada tahun 1945 Indonesia tak akan merdeka tanpa 1928. Pun 1928 tak akan ada tanpa 1908, dan tiada 1908 tanpa momentum Politik Etis yang membawa ilmu pendidikan Barat ke Indonesia. Logika tersebut menjadi dasar berpikir artikel ini. Tidak ada sejarah yang berdiri sendiri. Di media massa SBY dan Aburizal Bakrie pernah menulis visinya tentang Indonesia 2045….

Read more

Yang Patut Dikagumi Dari Dwi Hartanto

Posted: 13 October 2017 by Olav Iban

dwi hartanto

Saya lupa, apakah itu di Layar Emas RCTI atau Bioskop TransTV atau dari rental VCD bajakan. Yang kuat di ingatan saya sepuluh tahun lampau hanyalah: (1) pemeran utamanya main juga di Titanic, (2) ada banyak tips jitu menggaet gadis-gadis cantik, dan (3) adalah fakta bahwa kepercayaan diri merupakan senjata terhebat yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Berselang tahun, berselang pula pengetahuan…

Read more

Tiada Lagi Haji yang Berlabuh di Pantai Ini

Posted: 6 September 2017 by Nanda Ghaida

Kendati telah di-Islam-kan sejak awal abad ke-16, tren haji di Lombok baru dimulai pada abad ke-18. Seiring dengan menebalnya keimanan, juga keingintahuan yang besar terhadap tanah suci, perjalanan berbulan-bulan lewat laut—lengkap dengan segala resikonya—tidak mengurungkan niat umat Islam di Lombok untuk menginjakkan kaki di Mekkah. Dikenal dengan sebutan Pulau 1000 Masjid, begitulah gambaran besarnya pengaruh Islam di pulau kecil ini….

Read more