[Ngibul #54] Warna dalam Puisi Naya

Posted: 26 February 2018

Berkali-kali saya membolak-balik buku puisi Abinaya Ghina Jamela (selanjutnya disebut Naya) berjudul “Resep Membuat Jagat Raya”. Buku itu berisi 59 puisi yang merupakan hasil cipta dari gadis kecil berusia 8 tahun. Tentu ada banyak hal “ajaib” dalam puisi-puisi Naya, mulai dari imaji sederhana namun cukup membuat kita heran bagaimana bisa…

[Ngibul #53] Mantan Menolak Lupa

Posted: 19 February 2018

Beberapa hari yang lalu, di beberapa grup Whatsapp yang saya ikuti, berseliweran informasi tentang acara melupakan mantan. Di hari itu juga, ketika saya membuka lini masa media sosial, saya menemukan banyak informasi yang sama. Sembari saya membuat tulisan ini, saya juga melakukan penelusuran kata “mantan” di mesin pencarian google. Penelusuran…

[Ngibul #51] Belajar Tabayun dari Tayo

Posted: 5 February 2018

Hampir setiap sore, Televisi di ruang keluarga rumah saya dimonopoli oleh anak saya. Sesudah mandi dan makan sore, dia akan standby di depan televisi untuk menonton serial animasi Robocar Poli, Chuggington, dan Tayo the Little Bus. Serial terakhir ini adalah favoritnya. Tayo the Little Bus tidak pernah dilewatkan biarpun terkadang…

[Ngibul #50] Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sastra Indonesia

Posted: 29 January 2018

Kesulitan pertama menulis tentang beliau dalam hubungannya dengan sastra Indonesia adalah justru mengolah emosi, bukan mengolah materi. Mungkin ini juga yang dialami teman-teman yang kontra dengan sejumlah langkah dan pernyataan beliau sehingga yang keluar adalah cacian dan makian–sesuatu yang saya keluarkan pada dinding kamar yang tak salah apa-apa. Saya merasakan…

[Ngibul #49] Orang yang Bersyukur, Tidak Membenci

Posted: 22 January 2018

Ada sebuah peribahasa lama: orang yang tak bisa marah ialah orang pandir, tetapi orang yang tak mau marah, itulah orang yang arif. Persoalan marah kerap dikaitkan pada hal-hal psikologis. Jarang persoalan ini disinggungkan dengan hal-hal sosiologis apalagi filosofis. Marah memang muncul dari dalam diri seseorang sebagai gejolak ombak batin. Namun,…

[Ngibul #48] Puisi dalam Stereotip Gaib dan Menye

Posted: 15 January 2018

Entah mengapa di kalangan masyarakat umum khususnya anak muda puisi kerap dianggap sebagai sesuatu yang kalau tidak gaib ya menye. Gaib karena bagi anak muda bahasa puisi dianggap sebagai bahasa yang berat. Seolah bahasa puisi adalah bahasa planet Namec yang ditulis para alien. Ketika seorang kenalan baru menanyakan pada kita…