[Ngibul #TahunBaru] Kibul dan Rencana-Rencana 2018

Posted: 1 January 2018 by Andreas Nova

Website yang anda lihat ini diawali oleh rembugan kekancan antara saya dan redaktur lain. Hingga saat ini saya—dan mungkin juga rekan-rekan redaktur lain—tidak menyangka bahwa kami telah berproses dalam Kibul selama hampir setahun. Kalau ditanya modal Kibul darimana, barangkali saya akan menjawab bahwa Kibul lahir dengan modal nekat, pertemanan, dan patungan. Yang terakhir barangkali adalah metode paling primitif yang dilakukan…

Read more

[Ngibul #46] Menjelang Malam di Tepi Bethlehem

Posted: 25 December 2017 by Andreas Nova

Sore itu sama seperti sore-sore sebelumnya, aku menemui Baz di padang Yaar. Tempat itu terletak di tepian Bethlehem. Kata orang-orang tua, Daud menggembalakan kambing dan domba milik ayahnya di padang itu dan tradisi itu masih berlanjut walaupun sempat terputus pada masa pembuangan di Babilonia. Bethlehem, kota kelahiranku memang hanya kota kecil. Jangan bandingkan dengan Yerusalem yang agung. Bethlehem tidak jauh…

Read more

[Ngibul #45] Pose dan Caption

Posted: 18 December 2017 by Asef Saeful Anwar

Banyak orang percaya bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat dari bagaimana cara ia tersenyum, apakah ia sekadar menarik bibirnya untuk membentuk sebuah ceruk, atau turut pula bibir itu dibuka untuk memperlihatkan barisan giginya. Mereka yang tersenyum tapi dengan rapi menyembunyikan barisan giginya cenderung orang-orang dengan pribadi yang tertutup, sebaliknya mereka yang gemar tersenyum dengan membuka bibirnya hingga barisan giginya terlihat adalah pribadi…

Read more

[Ngibul #44] Yerusalem: Dari Ratapan Sampai Kebangkitan Orang-orang Mati

Posted: 11 December 2017 by Olav Iban

Fakta bahwa terdapat lebih dari 2.000 situs arkeologis di Yerusalem membuat saya bertanya-tanya, seberapa panjang sejarah sebuah kota. Telah berapa juta jiwa manusia yang pernah hidup dan mati di kota ini. Atau di kota-kota lain seperti Athena Yunani, Aleppo Suriah, Luoyang Tiongkok, Varanasi India, yang lebih tua dari Yerusalem. Seorang kawan arkeolog pernah berkata kepada saya, “Satu gempil saja artefak…

Read more

[Ngibul #43] Mengenang Riyanto dan Para Pemimpin Bijak: Potret Cinta Kasih Islam-Kristen

Posted: 4 December 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Manakah diantara kedua jenis manusia ini yang apabila meninggal akan tercatat sebagai syuhada sekaligus namanya harum di sisi Tuhannya? Seorang yang mati bunuh diri dengan menggenggam bom di tubuhnya guna meledakkan sebuah gereja, pos polisi, hotel, kantor pemerintah yang kemungkinan  bom itu akan melukai anak yatim, orang muslim yang taat, seorang ayah yang sedang mencari nafkah ataukah seorang yang mengorbankan…

Read more

[Ngibul #42] Polisi di Film India, Polisi di Film Indonesia

Posted: 27 November 2017 by Bagus Panuntun

Tempat paling aman dari cegatan SIM adalah film-film bioskop Indonesia. Padahal, cegatan SIM, razia lalulintas, atau operasi zebra merupakan perihal yang kerap kali kita temui. Saking kerapnya, kita bahkan merasa begitu dekat dengannya. Saking dekatnya, kita bahkan merasa bahwa cegatan SIM adalah entitas yang hidup: ia makhluk yang senantiasa mengawasi dan mengintai kita sehingga kita tetap was-was bahkan ketika sudah…

Read more

[Ngibul #41] Cilok, Bambu Runcing, dan Pahlawan

Posted: 20 November 2017 by Andreas Nova

Apa yang terbesit di kepala ketika mendengar kata cilok? Barangkali sebagian besar jawaban akan merujuk kepada makanan ringan yang berasal dari Tlatah Sunda yang dibuat dengan cara merebus campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji. Makanan ringan ini sangat merakyat. Buktinya kita akan dengan mudah menemui bakul cilok di depan—hampir semua—sekolah yang ada di Yogyakarta. Jika warung burjo melakukan invasi…

Read more