[Ngibul #62] Pendidikan Membenci Bangsanya Sendiri

Posted: 23 April 2018

“Ada beberapakah di antara Engku-Engku yang ada di sini, yang sudah bersekolah pemerintah? Tahukah Engku-Engku akan maksud sekolah itu? Supaya anak-anak kita suka kepadanya dan benci kepada bangsanya sendiri.”   Perkataan itu keluar dari mulut si antagonis bernama Datuk Meringgih dalam novel Sitti Nurbaya karangan Marah Roesli. Semasa kecil saya…

[Ngibul #60] Mabuk Puisi di Bulan Puisi

Posted: 9 April 2018

April 2018, masyarakat Indonesia mendadak heboh. Sebuah puisi berjudul Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan dalam acara “29 Tahun Anne Avantie Berkarya” di Indonesia Fashion Week tanggal 30 Maret 2018 menjadi viral, mengundang kehebohan dan melahirkan kontroversi. Kontroversi muncul karena di dalam puisi tersebut terdapat diksi-diksi antara lain:  syariat…

[Ngibul #59] Wawancara di Kelas dan di Layar Kaca

Posted: 2 April 2018

Beberapa waktu lalu, dalam suatu pertemuan pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas lima SD, saya menyampaikan materi  tentang wawancara. Materi wawancara itu sebenarnya merupakan anak bagian dari materi laporan pengamatan yang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memiliki porsi kedua paling besar dalam satu semester setelah drama. Sebelum mulai memberi materi, saya meminta…

[Ngibul #58] Melawan Sistem Kerja seperti Dashrath Manjhi

Posted: 26 March 2018

Erich Fromm, seorang psikolog, sosiolog, dan filsuf, asal Jerman dalam bukunya Seni Mencintai sempat menyinggung persoalan kerja dengan menyebut dua jenis sistem kerja. Ia menyebut kerja yang pertama sebagai sistem kerja modern, sementara kerja yang kedua sebagai sistem kerja produktif. Sistem kerja modern adalah sistem kerja yang paling jamak kita…

[Ngibul #57] Etika dan Masa Depan Mahasiswa

Posted: 19 March 2018

Ketika mendengar berita tentang banner Etika Menghubungi Dosen yang dipasang di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informatika, Fakultas Teknik, UGM, saya teringat kejadian serupa yang melibatkan seorang teman saya, Olav. Iya, Olav yang sama yang menjadi Redaktur Opini di website yang sedang kamu baca ini. Jadi, sekitaran tahun 2009, Olav…

[Ngibul #56] Puitika Yoga Sastra Ragil Suwarna Pragolapati

Posted: 12 March 2018

Ada dua penyair yang hilang hingga saat ini, yakni Wiji Thukul dan Ragil Suwarna Pragolapati. Wiji hilang saat masa reformasi, sementara Ragil hilang saat kemerdekaan Indonesia berumur 50 tahun. Wiji diperkirakan menjadi korban penculikan, sementara Ragil dipercaya moksa di laut kidul dalam sebuah laku yoga sastra. Mengingat riwayat dan karya…