[Ngibul #39] Untuk Mereka yang Menderita di Bawah Pemerintahan Pontius Pilatus

Posted: 6 November 2017 by Olav Iban

Hari ke-14 bulan Nisan. Akhirnya tiba sudah, disertai gugur daun zaitun dan hembusan kasar angin penggiring pasir berkapur menelusuk mata para gembala. Hari kematian sepupuku, si pencuri ternak. Si pembunuh ternak tepatnya, ia mencuri namun tanpa menikmati hasilnya. Terbunuh sia-sia dia, si domba curian, karena orang banyak telah mulai melempari batu saat sepupuku baru saja bersiap menggarami seiris besar daging…

Read more

Pentingnya Pemuda Generasi 2028

Posted: 28 October 2017 by Olav Iban

Mari kita akui bahwa pada tahun 1945 Indonesia tak akan merdeka tanpa 1928. Pun 1928 tak akan ada tanpa 1908, dan tiada 1908 tanpa momentum Politik Etis yang membawa ilmu pendidikan Barat ke Indonesia. Logika tersebut menjadi dasar berpikir artikel ini. Tidak ada sejarah yang berdiri sendiri. Di media massa SBY dan Aburizal Bakrie pernah menulis visinya tentang Indonesia 2045….

Read more

Yang Patut Dikagumi Dari Dwi Hartanto

Posted: 13 October 2017 by Olav Iban

dwi hartanto

Saya lupa, apakah itu di Layar Emas RCTI atau Bioskop TransTV atau dari rental VCD bajakan. Yang kuat di ingatan saya sepuluh tahun lampau hanyalah: (1) pemeran utamanya main juga di Titanic, (2) ada banyak tips jitu menggaet gadis-gadis cantik, dan (3) adalah fakta bahwa kepercayaan diri merupakan senjata terhebat yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Berselang tahun, berselang pula pengetahuan…

Read more

[Ngibul #34] Seorang Belanda yang Memerintahkan Seorang Ronin Jepang Memenggal Kepala Seorang Maluku Demi Bumbu Masak di Pasar Bologna

Posted: 2 October 2017 by Olav Iban

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang Belanda yang memerintahkan seorang ronin Jepang memenggal kepala seorang Maluku demi bumbu masak di Pasar Bologna. Kisah ini dimulai di tahun 1477, di sebuah pasar bernama Mercato di Mezzo, Bologna, Italia. Pagi itu seorang nelayan paruh baya sedang dipukuli oleh beberapa  pedagang pasar. Nelayan ini mengaku baru saja tiba dari Florence setelah membeli barang…

Read more

[Ngibul #29] Kepada Sahabatku Oei

Posted: 28 August 2017 by Olav Iban

…   Kepada sahabatku Oei Soerjaningrat, Attende, Oei, quid fuisti ante ortum et quod eris usque ad occasum. Legi keempatbelas setelah mahapralaya di timur tanah Jawa, kami pulang dari Demak menuju selatan. Kuda-kuda kelelahan setelah dihela paksa mengejar matahari yang terdesak tenggelam. Kami harus segera sampai sebelum malam. Tak ada satu pun dari kami membuka mulut di pemberhentian dekat pesanggrahan…

Read more

Risalah Keindonesiaan

Posted: 9 August 2017 by Olav Iban

Selalu ada yang menarik tentang Indonesia. Sejak pertama kali Cornelius de Houtman melintasi selat Malaka, menepi di Banten, dan kemudian tewas di pantai Aceh tahun 1599, begitu banyak kekaguman bangsa asing terhadap kehebatan bangsa kita. Silakan cek sendiri di tiap-tiap bibliotek negeri Belanda jika mental inferior Anda menyangsikannya. Sebagai suatu misal, sehingga bisa Anda bayangkan kehebatan Indonesia di mata luar,…

Read more

[Ngibul #24] Air Mata Buaya

Posted: 24 July 2017 by Olav Iban

air mata buaya

Alkisah, jauh di pedalaman Kalimantan, di pinggir Sungai Kahayan sekitar tahun 1930an, tinggallah kakek saya bernama Iban Ribu. Ia memiliki adik perempuan bernama Manyan Ribu yang menikah dengan Umat Kamis. Manyan dan Umat memiliki tiga orang anak laki-laki: Pied Umat, Hardeman Umat, dan Helmut Umat. Pied mati disambar buaya. Ayahnya, Umat Kamis, marah besar. Ia menghabiskan bertahun-tahun hidupnya untuk memburu…

Read more