[Ngibul #48] Puisi dalam Stereotip Gaib dan Menye

Posted: 15 January 2018 by Fitriawan Nur Indrianto

Entah mengapa di kalangan masyarakat umum khususnya anak muda puisi kerap dianggap sebagai sesuatu yang kalau tidak gaib ya menye. Gaib karena bagi anak muda bahasa puisi dianggap sebagai bahasa yang berat. Seolah bahasa puisi adalah bahasa planet Namec yang ditulis para alien. Ketika seorang kenalan baru menanyakan pada kita perihal jurusan kuliah, dan tahu bahwa kita adalah mahasiswa sastra,…

Read more

Cerita Buat Su Jun Deng oleh Fitriawan Nur Indrianto

Posted: 12 January 2018 by Fitriawan Nur Indrianto

Cerita Buat Su Jun Deng Setelah kita duduk kembali di tepi pantai Laut yang kita pandang menjelma sebuah jalanpanjang Depan ribuan masa, laksamana menatap jauh cakrawala memegang erat panji dinasti sebuah amanat dibisikkan sang kaisar ke dalam dadanya -taklukanlah dunia tanpa peperangan- Setelah sujud terakhir pada Lao Mu langkah perkasanya terayun tuju tangga bahtera bagai sebuah terompet panjang, angin gigil…

Read more

[Ngibul #43] Mengenang Riyanto dan Para Pemimpin Bijak: Potret Cinta Kasih Islam-Kristen

Posted: 4 December 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Manakah diantara kedua jenis manusia ini yang apabila meninggal akan tercatat sebagai syuhada sekaligus namanya harum di sisi Tuhannya? Seorang yang mati bunuh diri dengan menggenggam bom di tubuhnya guna meledakkan sebuah gereja, pos polisi, hotel, kantor pemerintah yang kemungkinan  bom itu akan melukai anak yatim, orang muslim yang taat, seorang ayah yang sedang mencari nafkah ataukah seorang yang mengorbankan…

Read more

[Ngibul #38] Tentang Penindasan Pribumi terhadap Rakyat Indonesia di Masa Kolonial

Posted: 30 October 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama berabad-abad lamanya. Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, “Itik se atellor, ajam se ngeremme.” Itik yang bertelur, ayam yang mengerami….

Read more

Memperpendek Jarak, Mempersempit Ruang: Catatan atas Diskusi Bahasa dan Sastra di Era Multimedia

Posted: 18 October 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Sebuah diskusi bertajuk Bahasa dan Sastra di Era Multimedia baru saja di gelar di Balai Bahasa Yogyakarta pada 13 Oktober 2017. Diskusi ini mendatangkan dua pakar di bidang bahasa dan sastra yakni Prof.Dr. Faruk dan Prof.Dr. Suminto A. Sayuti. Agaknya diskusi yang semula dirancang untuk melihat persoalan bahasa dan sastra di era multimedia ini pada gilirannya tanpa sadar tergiring pada…

Read more

[Ngibul #33] Fragmen, Fakta, Fiksi dan Film

Posted: 25 September 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Fragmen-Fragmen Tentang Realitas dan Imajinasi Duduk atau terbaring di rerumputan sembari melihat langit yang dipenuhi awan merupakan pengalaman yang hampir dialami oleh semua anak kecil. Gumpalan awan yang berwarna putih itu kemudian bergerak akibat tiupan angin dan akan berubah menyerupai gajah, kodok, pesawat, perahu, naga dan lain sebagainya. Di mata anak-anak,  awan telah menjelma menjadi benda atau makhluk yang menghidupi…

Read more

[Ngibul #28] Jakarta Under-koper

Posted: 21 August 2017 by Fitriawan Nur Indrianto

Tahun 2017 ini, release film berjudul Moammar Emka’s Jakarta Undercover yang merupakan film buah karya sutradara Fajar Nugros. Film yang dibintangi oleh Oka Antara, Baim Wong, Tiara Eve, Ganindra Bimo, Tio Pakusadewo, dan sederet nama beken lainnya ini diangkat dari buku Jakarta Undercover karya Moammar Emka, seorang jurnalis yang juga merupakan mantan santri Pesantren Mamba’ul Maa’rif, Jombang. Jakarta Undercover mengungkapkan berbagi realitas seksual  yang…

Read more