[Ngibul #37] Bridesmaid, Bridalshower, Babyshower: Praksis Teori Bunglon Couple Zaman Now?

Posted: 23 October 2017 by Bagus Panuntun

“Sejak kapan istilah pagar ayu berubah jadi bridesmaid?.” Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja ketika beberapa hari lalu saya menemukan sebuah undangan cantik di atas meja sepupu saya, dengan warna pink motif bunga daisy dan sebuah kalimat “Will you be my bridesmaid?”. Sebagai seorang pemuda yang baru saja lulus S1 dan masih memasuki tahap usia-orang-tanya-kerja-dimana, barangkali cukup aneh jika saya mengakui…

Read more

Kampung Buku Jogja #3: Bukan Sekadar Pameran Buku Mahal

Posted: 12 October 2017 by Bagus Panuntun

Apa yang paling kita harapkan dari sebuah pameran buku? Barangkali buku-buku murah adalah jawabannya. Satu minggu lalu, tepatnya di awal bulan Oktober, saya baru saja menyambangi Bazar Buku Murah di Mungkid, Magelang. 2 jam berada di sana menjadi waktu yang kelewat mengasyikkan. Saya berada di tengah ribuan buku yang dijual mulai harga 5.000-an. Beruntungnya, saya bisa mendapat buku The Boy…

Read more

[Ngibul #32] Cucuk Senthe

Posted: 18 September 2017 by Bagus Panuntun

Jika kamu pernah membaca cerpen “Kang Sarpin Minta Dikebiri” karya Ahmad Tohari, maka kamu tak akan asing lagi dengan istilah yang jadi judul dalam Ngibul ini. Cucuk Senthe adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada lelaki dengan dorongan birahi yang meledak-ledak hingga ia tak bisa mengendalikan gairahnya sendiri. Dalam cerpen “Kang Sarpin Minta Dikebiri”, Sang Cucuk Senthe tersebut adalah…

Read more

[Ngibul #27] Tragedi Cinta Segi-46 Ratu Mas Malang

Posted: 14 August 2017 by Bagus Panuntun

1. Cinta segitiga memang sudah merepotkan, tapi percayalah, ia tak ada apa-apanya dibanding cinta segi-46. Dan di bumi manusia tempat segala cerita terhampar ini, pernah hidup seorang tokoh yang kisah cintanya mirip nomor motor pembalap Valentino Rossi itu. Sebagaimana Valentino Rossi pula, kisah tokoh kita ini juga penuh dengan persoalan tiqung-meniqunge. Siapakah dia sang tokoh kita? Dia cantik, dia ayu!…

Read more

[Ngibul #22] Rumah Sakit

Posted: 10 July 2017 by Bagus Panuntun

Rumah sakit

Prolog Meski diberkati Tuhan dengan tubuh yang segar dan jarang terkena mala, namun enam tahun sudah hidup saya tak bisa terpisahkan dengan rumah sakit. Adalah orang-orang terdekat saya yang dalam waktu berbulan, bahkan bertahun, mesti berkali-kali mengunjungi tempat yang paling tak ingin dikunjunginya. Dan saya, sebagai salah satu orang terdekat mereka, mesti sedia berkali-kali menemani, hingga satu fase di mana…

Read more

[Ruang Ngibul #1] Didi Kempot: Saya Bukan Musisi Campursari

Posted: 9 June 2017 by Bagus Panuntun

Tak sampai satu menit saya menjawab “Ayo bung!”, ketika Amin, founder HookSpace tiba-tiba mengajak Kibul berkolaborasi membuat sebuah –dalam istilah si Amin—talk show asik-asikan yang menyajikan obrolan-obrolan baik ringan maupun berbobot bersama tokoh-tokoh seni, sastra, dan budaya. Dengan kelincahan seorang mahasiswa kere yang dulunya hobi ngevent, kami pun segera memikirkan konsep talk show seperti apa yang nantinya hendak kami buat….

Read more

[Ngibul #17] Menghakimi Kamerad Kliwon

Posted: 29 May 2017 by Bagus Panuntun

Marx

  “Kau akan dijemput pukul lima kurang sepuluh menit, dan tepat pukul lima proses kematianmu segera berlangsung. Katakan apa permintaan terakhirmu,” kata Sang Shodanco akhirnya. “Inilah permintaan terakhirku: kaum buruh dunia, bersatulah !”, jawab Kamerad Kliwon. (Cantik itu Luka, halaman 319)   Dalam novel Cantik itu Luka (2004) karya Eka Kurniawan, terdapat satu tokoh yang cukup menyita perhatian. Ia adalah…

Read more