Ronny Agustinus: Punya Sikap Terhadap Isu Sosial itu Penting bagi Film Dokumenter

Posted: 18 January 2018 by Bagus Panuntun

Ia lebih dikenal sebagai penerjemah dan pengamat karya-karya sastra Amerika Latin. Karya-karya terjemahannya bisa diakses dengan mudah di kanal blognya hingga lewat buku-buku yang sudah diterbitkan oleh berbagai penerbit. Termasuk oleh Marjin Kiri, penerbitan yang ia kelola sejak tahun 2005 dan dikenal luas sebagai salah satu penerbit Indonesia terbaik yang menerbitkan puluhan kajian kritis di bidang sosial-politik, budaya, ekonomi, sejarah,…

Read more

[Ngibul #47] Pertama, Orang-orang yang Hanya Membaca Buku-buku Tere Liye. Kedua, Orang-orang yang Merasa Tidak Suka Membaca

Posted: 8 January 2018 by Bagus Panuntun

Tak terasa sudah tahun 2018. Artinya, setahun sudah saya menjadi pelapak buku online. Melapak buku pun dimulai dengan posisi keterhimpitan yang keparat. Januari tahun lalu, nasib hidup saya benar-benar kecut. Skripsi belum selesai, beasiswa negara tak lagi cair, ditambah saya harus keluar kerja. Maka dengan gaji terakhir yang bahkan kurang dari UMR Jogja, saya nekat menggunakan uang tersebut untuk mengulak…

Read more

[Ngibul #42] Polisi di Film India, Polisi di Film Indonesia

Posted: 27 November 2017 by Bagus Panuntun

Tempat paling aman dari cegatan SIM adalah film-film bioskop Indonesia. Padahal, cegatan SIM, razia lalulintas, atau operasi zebra merupakan perihal yang kerap kali kita temui. Saking kerapnya, kita bahkan merasa begitu dekat dengannya. Saking dekatnya, kita bahkan merasa bahwa cegatan SIM adalah entitas yang hidup: ia makhluk yang senantiasa mengawasi dan mengintai kita sehingga kita tetap was-was bahkan ketika sudah…

Read more

[Ngibul #37] Bridesmaid, Bridalshower, Babyshower: Praksis Teori Bunglon Couple Zaman Now?

Posted: 23 October 2017 by Bagus Panuntun

“Sejak kapan istilah pagar ayu berubah jadi bridesmaid?.” Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja ketika beberapa hari lalu saya menemukan sebuah undangan cantik di atas meja sepupu saya, dengan warna pink motif bunga daisy dan sebuah kalimat “Will you be my bridesmaid?”. Sebagai seorang pemuda yang baru saja lulus S1 dan masih memasuki tahap usia-orang-tanya-kerja-dimana, barangkali cukup aneh jika saya mengakui…

Read more

Kampung Buku Jogja #3: Bukan Sekadar Pameran Buku Mahal

Posted: 12 October 2017 by Bagus Panuntun

Apa yang paling kita harapkan dari sebuah pameran buku? Barangkali buku-buku murah adalah jawabannya. Satu minggu lalu, tepatnya di awal bulan Oktober, saya baru saja menyambangi Bazar Buku Murah di Mungkid, Magelang. 2 jam berada di sana menjadi waktu yang kelewat mengasyikkan. Saya berada di tengah ribuan buku yang dijual mulai harga 5.000-an. Beruntungnya, saya bisa mendapat buku The Boy…

Read more

[Ngibul #32] Cucuk Senthe

Posted: 18 September 2017 by Bagus Panuntun

Jika kamu pernah membaca cerpen “Kang Sarpin Minta Dikebiri” karya Ahmad Tohari, maka kamu tak akan asing lagi dengan istilah yang jadi judul dalam Ngibul ini. Cucuk Senthe adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada lelaki dengan dorongan birahi yang meledak-ledak hingga ia tak bisa mengendalikan gairahnya sendiri. Dalam cerpen “Kang Sarpin Minta Dikebiri”, Sang Cucuk Senthe tersebut adalah…

Read more

[Ngibul #27] Tragedi Cinta Segi-46 Ratu Mas Malang

Posted: 14 August 2017 by Bagus Panuntun

1. Cinta segitiga memang sudah merepotkan, tapi percayalah, ia tak ada apa-apanya dibanding cinta segi-46. Dan di bumi manusia tempat segala cerita terhampar ini, pernah hidup seorang tokoh yang kisah cintanya mirip nomor motor pembalap Valentino Rossi itu. Sebagaimana Valentino Rossi pula, kisah tokoh kita ini juga penuh dengan persoalan tiqung-meniqunge. Siapakah dia sang tokoh kita? Dia cantik, dia ayu!…

Read more