[Ngibul #40] Apa yang Hilang dan Berganti karena Ojek Online

Posted: 13 November 2017 by Asef Saeful Anwar

ojek

–ojek/ojék/ n sepeda atau sepeda motor yg ditambangkan dng cara memboncengkan penumpang atau penyewanya–(Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pada setiap hal yang baru selalu ada yang ditanggalkan: sesuatu yang perlahan raib secara alami atau dengan cepat dihilangkan. Begitu mak jegaguk berdiri sebuah perumahan baru, mungkin ada lahan persawahan yang dihilangkan, persawahan yang ditinggalkan petani. Apa yang terjadi tidak semata persawahan yang…

Read more

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? oleh Asef Saeful Anwar

Posted: 6 November 2017 by Asef Saeful Anwar

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? pertemuan kali itu kita malumalu bertatapan dan gelagapan mencari pegangan tapi tak bisa saling menggenggam   katakata patah sebelum diucapkan darah dan napas beradu terburu tak ada yang ingin disimpan tapi segalanya tersembunyikan sampai perpisahan   apa ada yang lebih asu dari rindu yang makin menggonggong selepas bertemu?   pada dinding kubisikkan perasaaan…

Read more

In Absentia Sumpah Pemuda dan Sastra

Posted: 29 October 2017 by Asef Saeful Anwar

Indonesia menyatakan kemerdekaannya tidak dengan menembakkan bedil atau meriam ke udara, tapi dengan membacakan sebuah naskah proklamasi. Naskah yang disusun dalam bahasa nasional, bahasa Indonesia, bukan bahasa kolonial milik Belanda apalagi Jepang. Namun, penanda kemerdekaan yang demikian kasat ini tidaklah membuat bahasa menempati posisi yang laik dalam setiap perbincangan seputar kemerdekaan. Bahwa telah ada perjuangan menyusun bahasa nasional pada masa…

Read more

[Ngibul #35] Membedakan Kesan dengan Kritik *

Posted: 9 October 2017 by Asef Saeful Anwar

kritik

Can you read a text without wondering what reading is? (Bourdieu, In Other Words).   “Kamu memandang sastra seperti agama. Padahal, sastra itu kibul. Sastra cuma bualan.” Aku tak berani memalingkan muka ke arahnya. Hanya mampu kutatap ombak sembari kulempari laut dengan kerikil. “Apakah ada yang lebih baik mengajarkan kebenaran selain dengan kebohongan?” Meskipun tak melihat wajahnya saat itu, aku…

Read more

[Ngibul #30] Doa dalam Cerita

Posted: 4 September 2017 by Asef Saeful Anwar

doa

Setiap petang, ada seseorang yang berdoa dengan membaca buku doa yang kerap dibawanya bekerja. Hari ini dia lupa membawa buku itu. Namun, ia tetap bersimpuh dan berucap: “Duhai Tuhan Yang Maha Pengasih, ampunilah hamba-Mu ini karena lupa membawa buku doa, padahal tanpa buku itu aku tidak bisa berdoa dengan baik. Namun, aku akan mengucapkan huruf a sampai z.” Dengan suara…

Read more

[Ngibul #25] Perkara Buang Air

Posted: 31 July 2017 by Asef Saeful Anwar

Buang Air

Eni marah kepada Sepat, ibunya yang sudah berusia lanjut, karena masih saja buang air besar di saluran irigasi desa meskipun di rumahnya telah dibuatkan WC. Sepat biasa buang air besar dini hari di atas jembatan pintu saluran irigasi. Tetangga sudah mafhum—tapi tak kunjung maklum—bahwa bila pagi hari ada tinja yang menempel di tebing dinding pintu saluran irigasi berarti milik Sepat….

Read more

[Ngibul #20] Perut Lapar, Hasrat Lidah, dan Pikiran tentang Makan

Posted: 19 June 2017 by Asef Saeful Anwar

makan

Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga selepas makan buah. Tidaklah saat itu lidah mereka sedang tergiur rona buah. Tidak pula perut mereka tengah lapar. Semata bisikan iblis yang membuat mereka berpikir tentang apa yang akan didapatkan setelah memakan buah terlarang hingga kemudian mereka melangkah mendekati pohonnya, memetik buahnya, menggigit, mengunyah, dan menelannya. Tuhan telah melarang mendekati pohon itu, tapi mereka…

Read more