Dia yang Mengaku Termiskin di Dunia

Posted: 9 January 2018 by Asef Saeful Anwar

M senantiasa memandang dirinya sebagai seseorang yang serba kurang dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya. Kalau bertemu abang becak, ia merasa tak punya becak. Kalau bertemu pemulung, ia merasa tak punya karung. Kalau bertemu tukang parkir, ia merasa tak punya peluit. Pekerjaannya sebagai operator player di sebuah tempat karaoke tak membuat dirinya merasa memiliki usaha karaoke dengan tiga cabang di kotanya…

Read more

[Ngibul #45] Pose dan Caption

Posted: 18 December 2017 by Asef Saeful Anwar

Banyak orang percaya bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat dari bagaimana cara ia tersenyum, apakah ia sekadar menarik bibirnya untuk membentuk sebuah ceruk, atau turut pula bibir itu dibuka untuk memperlihatkan barisan giginya. Mereka yang tersenyum tapi dengan rapi menyembunyikan barisan giginya cenderung orang-orang dengan pribadi yang tertutup, sebaliknya mereka yang gemar tersenyum dengan membuka bibirnya hingga barisan giginya terlihat adalah pribadi…

Read more

[Ngibul #40] Apa yang Hilang dan Berganti karena Ojek Online

Posted: 13 November 2017 by Asef Saeful Anwar

ojek

–ojek/ojék/ n sepeda atau sepeda motor yg ditambangkan dng cara memboncengkan penumpang atau penyewanya–(Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pada setiap hal yang baru selalu ada yang ditanggalkan: sesuatu yang perlahan raib secara alami atau dengan cepat dihilangkan. Begitu mak jegaguk berdiri sebuah perumahan baru, mungkin ada lahan persawahan yang dihilangkan, persawahan yang ditinggalkan petani. Apa yang terjadi tidak semata persawahan yang…

Read more

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? oleh Asef Saeful Anwar

Posted: 6 November 2017 by Asef Saeful Anwar

Apa Ada yang Lebih Asu dari Rindu? pertemuan kali itu kita malumalu bertatapan dan gelagapan mencari pegangan tapi tak bisa saling menggenggam   katakata patah sebelum diucapkan darah dan napas beradu terburu tak ada yang ingin disimpan tapi segalanya tersembunyikan sampai perpisahan   apa ada yang lebih asu dari rindu yang makin menggonggong selepas bertemu?   pada dinding kubisikkan perasaaan…

Read more

In Absentia Sumpah Pemuda dan Sastra

Posted: 29 October 2017 by Asef Saeful Anwar

Indonesia menyatakan kemerdekaannya tidak dengan menembakkan bedil atau meriam ke udara, tapi dengan membacakan sebuah naskah proklamasi. Naskah yang disusun dalam bahasa nasional, bahasa Indonesia, bukan bahasa kolonial milik Belanda apalagi Jepang. Namun, penanda kemerdekaan yang demikian kasat ini tidaklah membuat bahasa menempati posisi yang laik dalam setiap perbincangan seputar kemerdekaan. Bahwa telah ada perjuangan menyusun bahasa nasional pada masa…

Read more

[Ngibul #35] Membedakan Kesan dengan Kritik *

Posted: 9 October 2017 by Asef Saeful Anwar

kritik

Can you read a text without wondering what reading is? (Bourdieu, In Other Words).   “Kamu memandang sastra seperti agama. Padahal, sastra itu kibul. Sastra cuma bualan.” Aku tak berani memalingkan muka ke arahnya. Hanya mampu kutatap ombak sembari kulempari laut dengan kerikil. “Apakah ada yang lebih baik mengajarkan kebenaran selain dengan kebohongan?” Meskipun tak melihat wajahnya saat itu, aku…

Read more

[Ngibul #30] Doa dalam Cerita

Posted: 4 September 2017 by Asef Saeful Anwar

doa

Setiap petang, ada seseorang yang berdoa dengan membaca buku doa yang kerap dibawanya bekerja. Hari ini dia lupa membawa buku itu. Namun, ia tetap bersimpuh dan berucap: “Duhai Tuhan Yang Maha Pengasih, ampunilah hamba-Mu ini karena lupa membawa buku doa, padahal tanpa buku itu aku tidak bisa berdoa dengan baik. Namun, aku akan mengucapkan huruf a sampai z.” Dengan suara…

Read more