[Ngibul #41] Cilok, Bambu Runcing, dan Pahlawan

Posted: 20 November 2017 by Andreas Nova

Apa yang terbesit di kepala ketika mendengar kata cilok? Barangkali sebagian besar jawaban akan merujuk kepada makanan ringan yang berasal dari Tlatah Sunda yang dibuat dengan cara merebus campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji. Makanan ringan ini sangat merakyat. Buktinya kita akan dengan mudah menemui bakul cilok di depan—hampir semua—sekolah yang ada di Yogyakarta. Jika warung burjo melakukan invasi…

Read more

Lelaki yang Bersepeda Melintasi Waktu

Posted: 24 October 2017 by Andreas Nova

“Nder, aku datang dari masa depan,” bisiknya ketika kopi panas tersaji di meja kami. Ya, itu kalimat pertama yang diucapkannya padaku setelah sebulan lebih tak bersua. Bukankah seharusnya ia menanyakan kabar atau basa-basi terlebih dahulu layaknya manusia normal lainnya? Aku sudah mengenalnya lebih dari sepuluh tahun. Memang terkadang ia tidak bertindak layaknya manusia normal, tapi sungguh, ini di luar ekspektasiku….

Read more

[Ngibul #36] Nostalgia Literasi

Posted: 16 October 2017 by Andreas Nova

nostalgia

“Pourquoi nier l’évidence nécessité de la mémoire?” —Marguerite Duras, Hiroshima Mon Amour   Jumat pertama bulan ini, kantor saya mengadakan jamuan makan siang untuk semua karyawan di sebuah hotel yang berlokasi tepat di sebelah selatan Stasiun Tugu. Restoran hotel terdapat di Sky Lounge di lantai teratas. Dari situ lalu lalang, sibuk, dan ramainya stasiun terlihat dari ketinggian. Sesaat kemudian, serangkaian…

Read more

Muslihat Emas Paman Yusi Avianto Pareanom

Posted: 14 October 2017 by Andreas Nova

Title: Muslihat Musang Emas Author: Yusi Avianto Pareanom Publisher: Banana Release Date: September 2017 Pages: 246 Harga: Rp 60.000 APA yang akan kaulakukan bila kautahu kau anak hasil hubungan sungsang, keluargamu telah bermetamorfosis sempurna menjadi benalu, kota kelahiranmu makin tak kaukenali, perjalananmu dalam satu hari menghantam otakmu sampai memar, dan orang yang membuatmu jatuh cinta setengah mati berpotensi mendatangkan hinaan…

Read more

[Ngibul #31] Gara-Gara Tere Liye

Posted: 11 September 2017 by Andreas Nova

Barangkali jika polemik pajak penulis dan Tere Liye sudah bergulir satu dekade yang lalu, mungkin ibu saya tidak akan memberikan restu untuk berkuliah di Jurusan Sastra. Selepas SMA, masuk UGM bukan tujuan utama saya. Predikatnya sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia sudah membuat saya minder. Semula saya lebih memilih main aman untuk mendaftar universitas-swasta-yang-jelas-diterima-dan-tinggal-bayar-lebih atau sekolah-tinggi-yang-kekurangan-mahasiswa-masuknya-mudah-keluarnya-apalagi. Tapi ibu saya…

Read more

Buta dan Tuli [Lara Vapnyar]

Posted: 8 August 2017 by Andreas Nova

Lelaki buta dan tuli ini, kekasih teman ibuku, sedang dalam perjalanan untuk menghabiskan malam. Namanya Sasha. Nama teman ibuku Olga. Aku dikenalkan pada saat aku masih bayi, jadi aku juga menganggapnya sebagai teman. Dia cantik. Lebih cantik dari ibuku. Dia memiliki tubuh yang bagus dengan rambut hitam pekat sepinggang. Aku dan ibuku juga memiliki rambut hitam, tapi rambut kami berantakan,…

Read more

[Ngibul #26] Memaknai Kematian, Menghargai Kehidupan

Posted: 7 August 2017 by Andreas Nova

Hari itu selepas shalat subuh, terkadang dilanjutkan oleh adanya berita kematian yang diumumkan dari masjid. Tidak mengagetkan Pakdhe ketika hari itu mendengar kabar Mbah Darmini meninggal dunia. Mbah Darmini memang sudah berusia lanjut. Meskipun beliau suka berkelakar, namun selalu terselip keluhan tentang sakitnya. Namanya orang yang sudah sepuh, ada saja penyakitnya. Mbah Darmini tidak menikah. Ia hidup dengan dua keponakannya,…

Read more