[Ruang Ngibul #2] Pendhoza: Bojo Galak itu Lagu Kami, Bukan Nella Kharisma

Posted: 5 October 2017 by Kevin Maulana

Pernah dengar lagu Bojo Galak? Pernah melantunkan lagu Aku Cah Kerjo? Lagu siapakah itu? Jika Anda menjawab lagu-lagu tersebut adalah lagunya Nella Kharisma atau Via Vallen, maka Anda telah keliru dua kali. Lalu, siapa sih sebenarnya yang mengarang dua lagu tersebut? Mengapa pencipta lagu aslinya justru kalah terkenal dibanding para peng-cover-nya?

Ruang Ngibul kali ini mewawancarai Pendhoza, grup rap-dangdut asal Bantul yang ternyata merupakan pencipta dua karya tersebut. Lewung dan Sandi, duo personil Pendhoza ini bercerita pada kami tentang langkah perjuangan mereka, tentang manggung yang berkali-kali tidak dibayar, hingga perasaan mereka sebagai duo yang kalah hits dibanding lagu-lagu yang diciptakannya.

 

Sejak kapan Pendhoza ada dan mengapa namanya Pendhoza?

Pendhoza berdiri tahun 2012 tepatnya di akhir bulan Desember. Nama Pendhoza awalnya keluar dari asal ngomong aja. Tapi filosofinya ya seperti (jujur) bahwa kita memang pendosa. Dalam bermusik, musik-musik kami juga seperti ini, penuh kejujuran.

Bagaimana Mas Lewung dan Mas Sandi bisa ketemu?

Kami teman dari kecil. Satu kampung, satu kerjaan, belajar musik juga bareng dari kecil.

Genre kalian sebetulnya apa sih?

Awalnya sih hip-hop, tapi karena kami ingin mengangkat musik dangdut dan masyarakat sini juga suka musik dangdut ya kemudian kami kombinasikan dangdut dengan rap: jadinya dangdut-rap.

Kenapa lagu-lagu Pendhoza itu “rakjat” banget? Lagu Aku Cah Kerjo misalnya. Apa itu berangkat dari pengalaman pribadi?

Ya itu berangkat dari pengalaman pribadi. Kami kan juga Cah Kerja mas. Pengalaman kami kerja jauh, cewek kami nggak bisa mengerti kenapa kami sibuk kerja terus.  Kami buat lagu. Kami rasa itu mewakili seluruh lapisan masyarakat dari menengah sampai bawah.

Apa benar itu lagu-lagunya sendiri? Pendhoza sering cover lagu-lagu lain nggak?

Iya itu lagu-lagu sendiri. Kami nggak ngover, lebih bangga bawa lagu sendiri.

Jadwal manggung sudah banyak? Kok saya belum pernah tau Pendhoza tampil di acara-acara kampus.

Kami sering tampil di Jawa Timur dan Yogyakarta. Biasanya ada acara dangdut, nanti Pendhoza jadi guest star. Paling jauh ya tampil di Nganjuk.

Ada fenomena menarik dari lagu-lagunya Pendhoza. Lagu-lagu Pendhoza kan jadi populer karena sering dibawakan Diva-diva Dangdut seperti Nella Kharisma atau Via Vallen. Akhirnya, kebanyakan orang berpikir bahwa lagu-lagu itu merupakan lagu para Diva tersebut. Bagaimana tanggapan kalian?

Awalnya kami berpikir itu sebagai media promosi tapi semakin ke sini kami berharap masyarakat tahu bahwa itu karya kami. Kami ingin karya kami lebih dihargai, caranya menghargai misalnya dengan mendownload gratis karya-karya kami di akun Reverbnation Pendhoza.

Sebagai grup yang mulai naik daun, apakah Pendhoza punya haters? Apakah punya pengalaman diejek lagu-lagunya atau malah ngomong langsung?

Ya pasti pernah, tapi itu biasa untuk orang-orang yang berkarya.

Bagaimana proses kreatif Pendhoza dalam membuat lagu?

Biasanya terlintas ide tertentu lalu kita kumpul untuk bareng-bareng nggarap. Sekali ngumpul nanti pokoknya harus mengeluarkan karya.

Sudah berapa sih karya kalian? Kan setahu saya ada Aku Cah Kerja, Pokemon, Kimcil Hokya-hokya, Mendhing Pedhot, dan terakhir-terakhir ini Bojo Galak.

Ada lebih dari itu sebenarnya, ada lebih dari 15 lagu tapi belum kami publish semua.

Kabarnya kalian lagi berencana bikin proyek besar nih, bikin lagu baru?

Untuk pertama kalinya kami mau membuat video klip official kami sendiri. Judul lagunya “Masalah”.

Sebelum dibawakan Nella Kharisma atau Via Vallen, lagu-lagu kalian kan jadi terkenal karena ada video parodi lagu-lagu kalian yang dibuat akun youtube bernama Adr. Rian. Siapa sih dia? Tim kreatif kalian ya?

Itu hanya orang iseng yang membuat video parodi kami tanpa izin tapi malah jadi viral. Akhirnya banyak yang tanya “ini lagunya siapa sih?”. Mereka bukan tim kami. Kami sering menjelaskan tentang itu. Jadi mereka hanya orang yang berkarya tapi membawakan lagu-lagu Pendhoza.

Pangsa pasar Pendhoza ini kan kebanyakan pemuda dan anak-anak, jangan-jangan incaran pasarnya memang usia-usia segitu?

Kami sih mengalir saja. Kami nggak menyangka kalau mereka pada suka. Kami sebenarnya malah prihatin anak-anak kecil sekarang nyanyinya Bojo Galak, haha..

Ceritain lah suka dukanya Pendhoza. Atau nggak ada dukanya?

Wah banyak sekali dukanya. Kami tampil tuh nggak pernah dibayar. Mbayar malah pernah, kami pernah tampil bayar regis (registrasi-red).

Kalau sukanya, fans kami sekarang banyak dan nambah teman. Tadinya kami hanya orang desa, terus diremehkan, tapi sekarang banyak yang perhatian sama kita dan akhirnya jadi tambah rezeki, tambah sedulur.

Punya nama fans? Tempe Pendoan? Pendofilia?

Pendhozalizer, tapi banyak juga yang menyebut Pendozha-Liyer. Haha…

Sering dibanding-bandingin nggak sama NDX AKA?

Ya sering, tapi kami santai saja karena kami sama-sama berkarya. Kalau orang yang tahu musik bisa tahu kok ciri khas kami masing-masing.

Bagaimana Pendhoza menyikapi lagu-lagunya yang sudah dinyanyikan dimana-mana, di Jakarta, di Jawa Timur, dsb?

Seharusnya mereka sih membayar royalti. Apalagi kalau lagu-lagu kami diproduksi dalam bentuk fisik. Beberapa sudah kasih royalti, tapi ada juga yang belum. Hehe…

Bagaimana hubungan kalian dengan komunitas-komunitas hip-hop di Jogja?

Wah angel (susah-red) pertanyaane. Haha, Jauh sebelum jadi rap-dut, kami kan sering manggung sama anak-anak hip-hop yang bener-bener hip-hop. Tapi kami kan beda. Awalnya sih banyak yang bilang hip-hop kok dangdut. Tapi lama-lama setelah tahu hasilnya, banyak orang yang support juga. Malah banyak yang beralih juga ke hip-hop dangdut.

Adakah orang-orang di balik Pendhoza selain Lewung dan Sandi?

Ada Mas Hadis Gilas. Rumah kami itu ibaratnya ada di Gilas Studio. Itu dapur kami. Ada juga bantuan dari teman-teman musisi Jogja yang kadang membantu mengoreksi lirik kami, mengisi instrumen, dan lain-lain.

Seberapa lama Pendhoza membuat lagu?

Ada yang cepat ada yang lama. Yang lama kadang review lagunya.

Kami ada pertanyaan dari para Netizen nih.

@elmomord: bacanya Pendosa atau Pendoza?

Pendosa.

@alwanbrilian: punya bojo galak ya? Mau nggak bojo kalem?

Iya punyanya bojo galak tapi berharap bisa kalem juga. Haha..

@alwanbrillian: kan punya lagu Pokemon (Pokoke Move On), Pokemon apa yang paling disukai Pendhoza?

Kemarin kan lagi jaman Pokemon Go, jadi kami buat saja. Kalau Pokemon kami nggak mengikuti.

Sampai kapan mau terus kerja?

Sampai raga tidak bisa bergerak.

Hip-hop atau dangdut?

Seimbang.

Lagu terbaik?

Aku Cah Kerjo.

Siapa yang paling banyak dosa?

Sama saja.

Dosa pertama?

Mengkhianati pacar.

Dosa terbesar?

Hanya Tuhan yang tahu.

Kapan mau tobat?

Selama masih jadi Pendozha, nggak akan taubat.

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *