Peluncuran Buku Sepotong Dunia Emha karya Latief S. Nugraha

Posted: 21 May 2018 by Redaksi Kibul

Rumah Maiyah Emha Ainun Nadjib didukung oleh Penerbit Octopus dan Studio Pertunjukan Sastra menggelar acara Peluncuran Buku Sepotong Dunia Emha karya Latief S. Nugraha. Akan hadir selaku pembicara pada acara ini Dr. Aprinus Salam, M.Hum., Muhammad Zuriat Fadil, dan Latief S. Nugraha yang dipandu oleh Sukandar. Dalam kesempatan ini Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) akan menyampaikan khatimah terhadap buku tersebut. Acara yang sedianya berlangsung pada Rabu, 23 Mei 2018 pukul 20.00 di Pendopo Rumah Maiyah, Jalan Barokah 287 Kadipiro, Yogyakarta ini akan diawali dengan salat isya sekaligus tarawih berjamaah, terbuka untuk umum dan gratis.

“Progress Manajemen menyambut baik lahirnya buku karya Latief S. Nugraha yang berjudul Sepotong Dunia Emha. Buku tersebut bermula dari penelitian tesis dengan judul “Emha Ainun Nadjib dalam Arena Sastra dan Arena Sosial” di Universitas Gadjah mada,” ujar Helmi Mustofa, selaku koordinator acara.   

“Dalam buku tersebut, Latief memaparkan secara terstruktur dan detail pergulatan Cak Nun di arena sastra dan sosial. Kami sudah lama menanti terbitnya kajian-kajian terhadap peranan dan karya Cak Nun. Kami selalu mendukung siapa saja yang mau menanam benih-benih nilai yang ditebar Cak Nun, lantas menyebarluaskannya,” imbuh staf Progress Manajemen itu.

Menurutnya, “Selama ini, catatan mengenai Cak Nun tidak lebih banyak dari catatan yang ditulis oleh Cak Nun mengenai banyak hal. Sungguh tidak sebanding apa yang telah dilakukan Cak Nun dengan apa yang dilakukan untuk Cak Nun. Buku seperti yang telah ditulis oleh Latief ini, dilihat dari hasilnya tentu bermanfaat bagi Jamaah Maiyah khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.”

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Cak Nun melakukan “perlawanan budaya” yang disebut beliau dengan melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metode perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat. Di dalam khazanah kesastraan, Cak Nun telah banyak melahirkan gagasan-gagasan yang membentuk dan mengorganisasikan praktik-praktik yang direpresentasikan langsung kepada masyarakat. Melalui karya-karyanya, Cak Nun mencoba membebaskan sastra ke berbagai bentuk, berbagai sikap, ke berbagai kepentingan, dan ke dalam ruang kemungkinan-kemungkinannya.

“Semoga buku Sepotong Dunia Emha dapat menjadi kado ulang tahun Cak Nun yang ke 65 pada tanggal 27 Mei mendatang,” pungkas Helmi.

Pendapat Anda: