Nonton Bareng “5 Broken Cameras”

Posted: 28 September 2017 by Redaksi Kibul

Five Broken Cameras adalah film dokumenter tentang realitas penindasan dan penjajahan yang dihadapi rakyat Palestina. Di sisi lain, ia juga menunjukkan perlawanan mereka di sebuah desa bernama Bil’in, sekitar Ramallah, Tepi Barat. Mereka terancam diusir oleh pembangunan pemukiman illegal Israel yang semakin mendekat dari waktu ke waktu.

Film ini merupakan pengalaman Emad Burnat yang selama bertahun-tahun hidup dalam tekanan Israel. Dibuat oleh sang tokoh utama, seorang petani zaitun dan kameramen lepas Palestina, Emad Burnat. Film ini diedit oleh film maker dan dosen film asal Israel, Guy Davidi, yang memutuskan untuk terlibat setelah dia mengunjungi Bil’in dengan suporter lain yang mendukung kemerdekaan Rakyat Palestina.

Melalui lima kamera, Emad merekam setiap kejadian yang dialami para penduduk desanya melawan pendudukan Israel. Termasuk beberapa cuplikan sengit dari serangan dan kekejaman tentara Israel di Tepi Barat, serta pembakaran pada perkebunan zaitun milik rakyat Palestina demi membangun pemukiman ilegal Israel di tanah mereka. Dia terus-menerus diancam dengan kekerasan fisik maupun perusakan kamera ketika berusaha merekam kekejaman tentara Israel. Dengan dalih bahwa desanya berada di “zona militer tertutup,” pihak militer Israel melarang Emad untuk merekam secara paksa, bahkan ketika Emad berada di rumahnya sendiri. Bagian mengharukan adalah ketika Gibreel, anak Emad, mencoba untuk memahami apa saja kejadian yang dia lihat. Termasuk ketika mempertanyakan kematian teman dekatnya yang dibunuh Israel.

Tidak hanya kekejaman Israel, Emad juga merekam sisi lain Palestina. Hingar bingar saat desa merayakan kemenangan implementasi gencatan senjata; rekaman saat penduduk setempat saat menonton versi mentah dari film dokumenter ini yang kemudian memantik semangat mereka lagi; dan juga momen mengharukan ketika Gibreel menyerahkan setangkai dahan buah zaitun kepada tentara Isralel yang telah meratakan perkebunan zaitun milik keluarganya dengan buldozer.

Five Broken Cameras adalah sebuah karya yang memberi kita pengalaman langsung bagaimana rasanya berada di dalam situasi penindasan dan perampasan, namun tetap memiliki jiwa yang pantang menyerah dan berjuang untuk kebenaran dan kemerdekaan. Ia cermin ketangguhan dan penggerak semangat dari sebuah desa bernama Bil’in di Tepi Barat, Palestina.

Realitas yang ditampilkan dalam film dokumenter ini adalah kenyataan sehari-hari yang masih terjadi di Palestina, hingga saat ini. Bahkan bisa jadi lebih buruk lagi. Tentara Israel menggerayangi pemukiman penduduk di dini hari, menggedor rumah mereka, mengatakan bahwa rumah mereka berada di zona terlarang untuk bangunan apapun, dan menciduk para siapapun yang mereka mau. Juga bagaimana atmosfer udara yang mengelabu di Tepi Barat ketika Gaza diinvasi Israel, dan mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

Tentu masih banyak hal mengerikan yang mungkin masih tersembunyi dan belum terungkap dari penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina sejak 1948. Peristiwa Nakba menjadi tanda diusirnya 1 juta rakyat Palestina dari tanah mereka yang kemudian dirampas dan diduduki oleh Zionis Israel. Membuat hampir 5 juta orang menjadi pengungsi yang hingga sekarang rakyat Palestina tidak dapat kembali ke rumahnya. Jumlah ini semakin hari semakin bertambah. Dari tempat pengungsian tersebut berkembang semangat perlawanan dan nasionalisme. Semangat yang menular ke seluruh kelas buruh dan rakyat tertindas di Timur Tengah. Gerakan rakyat secara internasional yang bertujuan tidak hanya untuk menghapuskan penindasan dari manusia ke manusia. Namun juga menghapuskan penindasan terhadap bangsa-bangsa.

 

Ikuti nonton bareng film “Five Broken Cameras”
Jumat, 29 September 2017 pukul 19.00 – selesai
@Republik Guyub (Jalan Tantular No 397, Pringwulung, Depok-Sleman | Depan Akper Pantirapih).
Pemantik: Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)

 

Organized by: Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Jogja

 


Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Palestina (SRuPP)
SRuPP adalah kelompok kampanye solidaritas antar rakyat tertindas untuk mendukung kemerdekaan Palestina (one-state) yang berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan
Stand Propaganda | Petisi | Diskusi | Lapak Buku | Poster Infografis | Pin | Petisi Kampanye Sosmed | Sticker | Selebaran | Pemutaran Film | Demonstrasi
SMS/ WA// +6283816087888
Email// srupppalestina@gmail.com
FB Page// sruppalestina
Twitter// @sruppalestina
Dari Sungai Jordan Hingga Laut Mediterania Palestina Akan Merdeka

 

 

Redaksi Kibul.in membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam media ini. Kami menerima tulisan berupa cerita pendek, puisi, esai, resensi buku, dan artikel yang bernafaskan sastra, seni, dan budaya. Selain itu, kami juga menerima terjemahan cerpen dan puisi.

Silakan mengunjungi halaman cara berkontribusi di: http://kibul.in/cara-berkontribusi

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *