[BBS #153] Peluncuran Novel Perdana Eko Triono

Posted: 28 June 2018 by Redaksi Kibul

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta bekerja sama dengan Gramedia Pustaka Utama dan Taman Budaya Yogyakarta menggelar acara Bincang-Bincang Sastra edisi 153 bertajuk “Peluncuran Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing karya Eko Triono”. Menghadirkan pembicara Achmad Munjid, Ph.D. dan Eko Triono yang dipandu oleh Rony K. Pratama, acara Bincang-Bincang Sastra kali ini akan berlangsung Sabtu, 30 Juni 2018 pukul 20.00 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta. Dalam acara ini juga akan tampil Komunitas NgopiNyastro menyajikan nukilan novel karya sastrawan alumnus Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing merupakan novel pertama karya Eko Triono. Novel yang pada awalnya merupakan tugas akhir kelas Akademi Penulisan Novel yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2014 ini adalah Pemenang III Unnes International Novel Writing Contest 2017. Novel ini menjadi buku keempat Eko Triono setelah sebelumnya menerbitkan kumpulan cerpen Kakek dan Cerita-cerita Lainnya (2013), Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon (2016), dan Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini (2017).

“Eko Triono terhitung sebagai salah satu sastrawan muda yang cukup diperhitungkan karya-karyanya. Kumpulan cerpen Agama Apa yang Pantas bagi Pohon-pohon? berhasil menjadi lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 dan Peraih Penghargaan Sastra Balai Bahasa Yogyakarta 2017. Pada tahun 2017 mempelopori terbitnya cerita eksperimen, Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini,” tutur Riska Kahiyang selaku koordinator acara.

Riska menambahkan, “Kali ini Studio Pertunjukan Sastra berkesempatan menghadirkan Achmad Munjid, dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada yang menyandang gelar Ph.D. dari Temple University, Amerika Serikat. Achmad Munjid yang juga seorang sastrawan, dikenal memiliki wawasan luas bidang kajian agama-agama dalam kehidupan masyarakat. Tidak salah jika kemudian Achmad Munjid mengulas novel karya Eko Triono yang di dalamnya banyak memaparkan fenomena keberagaman keberagamaan di masyarakat Indonesia. Kebetulan Achmad Munjid dan Eko Triono sama-sama berasal dari Cilacap.”

“Eko Triono melalui novelnya kali ini banyak membahas masalah ganjil dan gila yang pernah terjadi di Indonesia. Dalam salah satu bagian, ia menyampaikan esensi religiositas yang kini tengah marak diperbincangkan hubungannya dengan identitas. Sastrawan yang Juli mendatang terbang ke Belanda untuk mengikuti program Residensi Penulis Indonesia itu menyatakan ‘Orang akan menjawab dua ketika ditanya satu ditambah satu hasilnya berapa. Tidak peduli apa suku dan agamanya, jawabannya sama. Inilah yang disebut dengan hakikat religiositas.’ Demikian Eko Triono memberikan kritik sosial, kritik terhadap mentalitas keberagaman. Novel ini juga menjawab sejumlah pertanyaan rahasia di negeri ini dan gagasan-gagasannya yang unik, seperti perlunya gelar Penjahat Nasional dan peringatan Hari Anti Jahat Nasional sebagai bentuk keadilan terhadap adanya gelar Pahlawan Nasional dan Hari Pahlawan,” pungkas Riska.

Pendapat Anda: